14 June 2024

Boleh Pakai KTP ke Gereja, Keuskupan Agung Jakarta Izinkan Semua Orang Ikut Misa Offline

3

HATIYANGBERTELINGA.COM – Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengizinkan semua orang datang ke gereja untuk mengikuti misa di paroki-paroki KAJ.

Gereja Katolik wilayah KAJ tidak menolak umat yang ingin datang ke gereja hanya memakai kartu tanda penduduk (KTP) atau Peduli Lindungi. Sedangkan untuk umat KAJ tetap menggunakan pilihan pendaftaran misa melalui web Belarasa.id.

“Prinsipnya semua orang yang datang ke Gereja tidak boleh ditolak. Untuk kondisi umat yang kesulitan, dapat menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, bahkan KTP,” kata Vikaris Jendral KAJ, Romo Samuel Pangestu Pr, dikutip hatiyangbertelinga.com, pada hari Selasa (5/4/2022) dari Surat Keputusan Nomor 160/3.5.1.2/2022.

Baca juga: Akhirnya Keuskupan Agung Jakarta Izinkan Anak, Remaja, Lansia dapat Misa Luring (Offline) di Gereja

Ketua Tim Gugus Kendali KAJ itu mengimbau paroki-paroki agar menggunakan Belarasa dan Peduli Lindungi untuk seluruh kegiatan misa offline, dan menyiapkan metode yang dapat digunakan bila perlu mengadakan contact tracing.

Untuk kuota misa offline, KAJ menentukannya berdasarkan level PPKM di Jakarta yang telah masuk PPKM level 2 dengan kuota untuk misa offline maksimum 75 persen dan untuk PPKM level 1 sebanyak 80-100 persen.

Baca juga: Paus Fransiskus Pimpin Misa 500 Tahun Masuknya Kristen di Filipina

Sementara itu untuk misa offline khusus untuk Minggu Palma dan Trihari Suci, jangka waktu misa dapat diperpanjang maksimum 15-30 menit.

“Tidak ada pembatas bangku lagi. Prodiakon tidak menggunakan penghalang saat memberi Komuni Kudus, cukup dengan menjaga jarak,” kata Romo Samuel.

Baca juga: Pastor Kopong MSF: Kelompok Katolik yang Persalahkan Konsili Vatikan II Hanya Jadi Pemecah Belah

Bagi anak-anak yang belum menerima Komuni Pertama dapat diberkati oleh Pastor atau Prodiakon saat pembagian Komuni Kudus. Validasi Komuni Pertama dan Vaksin tidak digunakan lagi.

“Misa harian dapat menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saja dengan kuota mengikuti misa offline,” kata Romo Samuel.

Data umat dan petugas yang hadir dalam misa harian dicatat dan diinformasikan melalui format khusus yang akan diberitahukan secara terpisah (periode pendataan: sejak SK dikeluarkan sampai dengan 15 Mei 2022) melalui Sekretaris DPH.

Baca juga: Uskup Agung Canterbury Bantah Pernikahan Rahasia Meghan-Pangeran Harry

Terkait Sakramen Pernikahan, KAJ menentukan jumlah keluarga dan petugas diperbesar menjadi maksimum 75-100 orang. Jika sakramen dipersembahkan oleh Pastor dari luar paroki (namun masih dalam wilayah KAJ) tidak diperlukan tes antigen. Sedangkan jika sakramen dipersembahkan oleh Pastor dari luar paroki (non KAJ) diperlukan tes swab PCR.

Setiap paroki diminta lebih memperhatikan umat yang rentan, seperti lansia, anak-anak, difabel, mereka yang mempunyai komorbid dalam mengikuti misa offline.

“Tidak bepergian atau mengikuti misa offline bila sedang batuk, pilek atau sakit tenggorokan, walaupun badan terasa sehat dan tidak demam,” kata Romo Samuel.

Baca juga: Pastor Kopong MSF Tetap Menjadi Seorang Kristen Katolik Terlepas dari Luka-luka Gereja

Umat Katolik di KAJ, kata Romo Samuel, diimbau untuk sedapat mungkin diam di rumah sebagai bentuk mati raga dan kesaksian iman dengan mengurangi kegiatan di luar rumah, menghindari kerumunan, tidak mudik atau berlibur ke tempat ramai.

Umat juga diharapkan juga melengkapi vaksinasi (vaksin 1, vaksin 2 dan vaksin booster), demi keamanan dan kenyamanan bersama dalam masyarakat.

“Marilah kita sebagai putra-putri Allah dengan sukacita Paskah membangun keluarga Kerajaan Allah yang mencintai sesama seperti diri sendiri, belajar memahami menerima dan mencintai situasi pandemi СOVID-19 serta melihat merasakan, mengalami kasih dan kemuliaan Tuhan, sang Penebus,” kata Romo Samuel.

Baca juga: Pastor Kopong: Kehadiran Gereja Katolik Jadi Kegelisahan Ahli Taurat Zaman ini

Dalam SK itu dikatakan, jika dalam pelaksanaan seluruh aktivitas tersebut, ditemukan hal-hal yang tidak dipenuhi atau dijalankan, maka Keuskupan Agung Jakarta dapat meninjau ulang izin Paroki dan/atau dapat menghentikan sementara pelaksanaan Misa dan pelayanan Sakramen lainnya.

“Jaga kebersihan dan kesehatan lahir-batin, diam di rumah dan saling mendoakan dalam perlindungan Bunda Maria dan Santo Yosef,” pesan Romo Samuel.

Baca juga: Pastor Kopong Ajak “Netizen” Katolik Menjadi Misioner dengan Jiwa Martiria


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

3 thoughts on “Boleh Pakai KTP ke Gereja, Keuskupan Agung Jakarta Izinkan Semua Orang Ikut Misa Offline

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading