Siap Sedia Bilamana Tuhan Allah Melawat

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 PEKAN BIASA XXXIII (Hijau) St. Romanus dari Antiokia
BACAAN I: 1Mak. 2:15-29
MAZMUR: 50:1-2.5-6.14-15;
BACAAN INJIL: Injil Lukas 19:41-44

Saya tertarik 1 Mak 2:21, karena saya berharap Tuhan mencegah saya untuk meninggalkan-Nya ketimbang menjadi sahabat raja yang dihormati dengan segala emas, perak, dan banyak hadiah (bdk ayat 18nya)

Keputusan membunuh sesama bangsa (24) pegawai berhala (25) dilakukan karena tidak ada pilihan selain akan dibunuh juga oleh pihak kerajaan (lihat ayat terusannya: Maka orang-orang asing itu mulai menyerang mereka pada hari Sabat. Dan orang-orang Yahudi itu mati semua beserta isteri, anak-anak dan ternak mereka, lebih kurang seribu orang. 1 MAKABE 2:33-38).

Alasan Matatias dikarenakan: Melihat semua kekejian yang terjadi di Yerusalem dan Yehuda. …. dstnya Lalu Matatias serta anak-anaknya menyobek pakaian mereka dan mengenakan kain karung dan sangat berkabung. 1 MAKABE 2:6-14

Matatias belum lagi selesai mengucapkan perkataan tadi maka seorang Yahudi sudah tampil ke muka di depan umum untuk mempersembahkan korban di atas perkorbanan di kota Modein menurut penetapan raja. Melihat itu Matatias naik darah dan gentarlah hatinya serta meluap-luaplah geramnya yang tepat. Disergapnya orang Yahudi itu dan digoroknya di dekat perkorbanan itu. Petugas raja yang memaksakan korban itu dibunuhnya pula pada saat itu juga. Kemudian perkorbanan itu dirobohkannya. 1 MAKABE 23-25

Pembenaran Matatias dkk puncaknya yaitu
Hendaklah kamu menghimpun di keliling kamu semua orang yang memenuhi hukum Taurat. Kamu harus membalas dendam untuk bangsamu. Kembalikanlah kepada orang-orang asing segenap kejahatannya, tetapi hendaklah mengindahkan segala ketetapan Taurat.” 1 MAKABE 2:67-68

Bersyukurnya itu terjadi di Perjanjian Lama bukan dalam Perjanjian Baru. Yesus mengingatkan dalam Lukas 19:43-44.

Dan yang terpenting bacaan hari ini bagi saya ialah saya mesti siap sedia bilamana Allah melawat diri saya dan umat-Nya.

Doa

“Terpujilah Tuhan Allah. Saya berseru kepada-Mu pada waktu kesesakan dan Engkau akan meluputkan saya, dan saya memuliakan-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin. (Bdk. Mazmur 50:15)”

Leave a Reply