Ada langkah yang tak pernah mencari tepuk tangan,
namun selalu menghadirkan harapan.
Ada pengabdian yang tak banyak bersuara,
namun nyata dalam karya dan keteladanan.
Bapak Suparman,
di setiap keputusan yang Bapak ambil,
ada masa depan pendidikan yang Bapak perjuangkan.
Di setiap amanah yang Bapak jalankan,
ada semangat melayani Gereja, bangsa, dan sesama
dengan hati yang tulus dan penuh kebijaksanaan.
Kunjungi juga: Stafsus Menag Farid Belajar Banyak dari Katolik Perkaya Pembelajaran Ekoteologi dan Cinta
Hari ini bukan akhir dari perjalanan,
melainkan awal dari babak kehidupan yang baru.
Masa purna bakti bukanlah berhentinya pengabdian,
sebab nilai-nilai yang telah Bapak tanamkan
akan terus bertumbuh dalam hati kami.
Terima kasih atas dedikasi,
atas keteguhan dalam memimpin,
atas teladan yang menguatkan,
dan atas jejak yang akan selalu kami lanjutkan.
Kunjungi juga: Syarat Dari Katolik ke Agama Lain, Lalu Ingin Menjadi Katolik Lagi
Bapak Suparman,
Pergi bukan berarti hilang, tetapi menjadi kenangan sepanjang masa.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, sukacita, damai sejahtera,
serta memberkati setiap langkah Bapak bersama keluarga.
Selamat memasuki masa purna bakti, Pak Suparman.
Pengabdian Bapak akan selalu hidup dalam doa, karya, dan kenangan kami.
=============
Jejak Pengabdian
Bunda Joice – Ditjen Bimas Katolik
2026
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










