Jakarta, hatiyangbertelinga.com – Mgr Yohanes Hans Monteiro, Uskup Keuskupan Larantuka menyebut Rosario menjadi harta yang dibawa para diaspora atau warga perantau asal Flores di Jakarta, khususnya yang berasal dari Lembata dan Flores Timur.
“Tidak ada harta kekayaan yang lain, yang dibawa itu hanya berbekal Rosario tapi begitu PDnya [percaya diri] mereka untuk datang ke Jakarta ini,” kata Uskup Hans Monteiro dalam homilinya, disambut senyum dan tawa umat yang hadir pada Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Keuskupan Larantuka dan Perjumpaan Diaspora Flores Timur–Lembata se-Jabodetabek di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026.
Kunjungi juga: Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat
Uskup yang menulis buku “Semana-Santa di Larantuka. Sejarah Dan Liturgi” itu mengakui ketika merenungkan Sabda hari itu, dirinya mencoba berpikir bagaimana menjelaskannya dalam konteks orang Jakarta.
“Terutama saudara-saudariku, boleh dikatakan para migran dari Flores yang hari ini tinggal di Jakarta, migran diartikan adalah mereka yang kemarin dan hari ini tinggal. Maka saya coba mengerti teks ini demikian,” kata Uskup Hans.
Kalau mencari harta kekayaan, kata Uskup Hans, harta karun di Flores itu hampir tidak ditemukan, meski memang akhir-akhir ini, baru-baru ini orang bicara tentang geothermal, panas bumi di Nusa Tenggara Timur. Tetapi menurutnya, selain itu tidak ada.
Kunjungi juga: Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai
“Tetapi cukup banyak orang Flores yang ada di Jakarta dan sekitarnya hari ini, ada yang sudah beranak cucu dan tinggal menetap di sini dan saya tidak lihat mereka punya harta kekayaan yang cukup. Yang mereka bawa itu satu-satunya dari kampung halaman itu adalah Rosario,” ujar Uskup Hans.
Untuk itu, Uskup yang ditahbiskan menjadi imam pada 14 Juli 1999 itu, mengajak bapak-ibu, saudara-saudari umat beriman yang terkasih, khususnya para diaspora asal Flores, untuk menemukan harta yang sesungguhnya dalam bacaan Injil hari Minggu itu.
“Yang Yesus katakan itu adalah umpama tentang Kerajaan Allah, penemuan sejati dalam seluruh hidup kita, siapapun diri kita, pertama adalah menemukan Yesus, harta kekayaan kita yang paling dasariah, utama itu Yesus. Siapakah Tuhan Yesus itu?” pesan homili Uskup Hans.
Kunjungi juga: Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang
“Ketika kita bertemu dengan Tuhan Yesus maka harta utama itulah yang kita kejar dan kita cari yang akan melipatgandakan seluruh harta kehidupan kita di dunia ini,” ajak Uskup Hans kepada para diaspora yang hadir.
Lebih lanjut, Uskup yang baru ditahbiskan pada 11 Februari 2026 di Larantuka itu berpesan, bila saat ini kita belum menemukan siapakah Yesus dalam hidup ini, mungkin karena harta yang dimiliki menutupi keseluruhan hidup kita untuk berjumpa dengan orang lain, saudara-saudari, mutiara-mutiara kecil dalam hidup ini.
“Dan bila kita menemukan ada mutiara-mutiara kecil yang perlu dibantu dan ditolong, itulah Yesus yang lain dalam kehidupan kita. Menemukan Yesus dalam hidup ini tidak lain adalah mencari mutiara mutiara kecil yang ada di sekitar kita yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk berjalan sampai pada kehidupan yang kekal,” kata Uskup Hans Monteiro.
Kunjungi juga: Gembala dan Domba Hilang
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.









