Pater Tuan Kopong MSF: Katolik Adalah Anugerah untuk Negeri Ini

HATIYANGBERTELINGA.COM – Siapapun dan apapun agamanya tentu tidak salah kalau bangga dengan agamanya. Dan saya bangga dengan agama saya yang adalah Katolik. Bangga karena dibalik “derita” yang dialami ada kekuatan untuk menjadi teladan dalam beragama dan selalu ada daya untuk terus menebarkan perdamaian.

Di manapun Katolik menjadi mayoritas tidak pernah menghalangi kebebasan beragama orang lain. Tidak pernah menjadikan kekuatan dalam hal jumlah untuk “menindas” penganut lainnya. Justru menjadi jalan untuk merangkul dan melindungi yang lain. Meskipun menjadi mayoritas, tetap saja menjadi “korban” dari kekerasan yang dilakukan oleh pihak lain.

Di negeri ini, sudah berapa kali simbol-simbol agama Katolik dihina, bahkan Yesus yang diimani juga dihina. Tapi apakah menjadi sesuatu yang heboh? Tidak. Biasa saja. Walaupun ada laporan ya hasil akhirnya juga biasa saja. Lalu apakah kami harus demo berjilid-jilid? Tidak perlu karena Yesus yang kami imani sudah mengajarkan kami untuk memikul salib ini, salib yang membawa kemenangan dan perdamaian (bdk. Luk 9:23).

Di negeri ini berapa banyak gambar wajah Yesus yang kami imani diubah dan menjadi bahan tertawaan? Berapa banyak gereja kami yang dibakar? Berapa banyak umat kami yang sedang berdoa di rumah lantaran kesulitan mendapatkan IMB dipersekusi? Sedikitpun kami tak merasa terganggu, kami tak terprovokasi karena dengan semua yang kami hadapi, kami justru bersyukur jalan dibukakan bagi kami untuk melaksanakan ajaran kasih dan pengampunan Kristus kepada mereka.

Ketika jenasah yang umat kami ditolak di pemakaman umum atau saat umat kami kesulitan mendapatkan kos atau kontrakan, apakah kami lalu melakukan protes besar-besaran? Tidak. Bukan karena kami takut tapi karena iman kami kepada Kristus yang mengajarkan kepada kami bahwa jalan salib yang dijalani pada akhirnya melahirkan sukacita dan perdamaian.

Suara kami hanya sampai pada surat terbuka. Suara kami hanya sampai pada doa dan pengampuan ketika agama kami bersama simbol-simbolnya dihina, dinista dengan sesuka hati. Karena bagi kami perdamaian dan persatuan negeri di atas segalanya.

Negri ini hanya bisa damai tanpa ada kebencian, fitnah dan penistaan ketika kebenaran tidak ditentukan oleh tekanan kekuatan mayoritas tetapi oleh kualitas iman dalam menghayati dan menghidupi ajaran agama kita sendiri.

Dan kualitas iman seperti ini yang walau tidak diperhatikan oleh negeri ini namun sedang ditunjukan oleh umat Katolik di negeri ini yang meskipun ditindas, difitnah dan dinistakan simbol-simbolnya masih tetap mengedepankan nilai-nilai iman: cinta kasih, doa dan pengampunan.

Dari sini, saya secara pribadi, tidak mewakili siapapun harus mengatakan bahwa; “Katolik adalah anugerah terindah untuk negeri ini” dengan tetap mengapresiasi peran baik agama-agama lain.

 

Manila: 19-April 2021

Pater Tuan Kopong MSF


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik, 1 Timotius 2:1-4, Doa Pembawa Damai, Santo Fransiskus Asisi, Doa Kebangsaan, Monas, Jakarta, NKRI, HUT RI, HUT ke-81 RI, hatiyangbertelinga.com, Romo Fransiskus Yance Sengga S.Fil., Lic.Th., Agama Katolik, memimpin doa, Monumen Nasional (Monas), Kementerian Agama, KWI

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Pelayanan, Komunitas Efata, ibadah, Persekutuan Doa, Gereja Bethesda, Jakarta, Mengucapkan Hal yang Tersembunyi, Matius 13:35, Kiranya pelayanan komunitas Efata menjadi saluran kasih dan berkat Tuhan untuk semua umat beriman yang hadir, Amin, AMDG, Salve, Salam Mecin, Mendengar dengan Cinta

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading