Percaya Pada Kehidupan Setelah Kematian

“Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu?” (Markus 12:23)

Beberapa orang Saduki datang kepada Yesus di Yerusalem.

Mereka dilukiskan sebagai orang-orang yang tidak percaya akan kebangkitan.

Orang-orang itu menyapa Yesus sebagai “guru” bukan karena mereka murid-murid-Nya, melainkan karena reputasi Yesus yang sangat terkenal.

Mereka mengajukan pertanyaan dengan tujuan mendiskreditkan kepercayaan Yesus akan kebangkitan, juga otoritas-Nya sebagai seorang guru di antara orang banyak.

Orang-orang itu hendak menunjukkan bahwa kepercayaan pada kebangkitan tidak logis dan tidak masuk akal.

Untuk itu, mereka mengajukan sebuah kasus menyangkut perkawinan levirat.

Menurut Ul. 25:5-6, saudara laki-laki dari orang yang meninggal tanpa keturunan memiliki hak dan kewajiban untuk menikahi janda saudaranya supaya melahirkan ahli waris baginya.

Tujuan lain dari perkawinan levirat adalah untuk menjaga dan melestarikan harta kekayaan dalam lingkaran keluarga sang suami.

Dalam konteks perkawinan levirat, orang-orang Saduki itu menampilkan kasus tentang seorang perempuan yang menikah satu demi satu dengan tujuh orang bersaudara, di mana semua suaminya itu meninggal tanpa keturunan.

Perempuan itu akhirnya juga meninggal.

Mereka lalu bertanya, “Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu?”

Pertanyaan ini tampaknya didasarkan pada anggapan bahwa hubungan manusia sebelum kematian akan berlanjut dalam kehidupan setelah kematian.

Pertanyaan itu ditanggapi Yesus dengan menuduh orang Saduki sesat karena dua alasan.

Pertama, mereka tidak mengerti kuasa Allah yang mampu menghidupkan kembali orang mati.

Hidup setelah kematian lebih dari sekadar kelanjutan dari hidup yang fana.

Hidup setelah kematian bersifat mulia dan abadi seperti para malaikat di surga.

Allah memiliki kuasa untuk menghidupkan kembali orang mati dan untuk mewujudkan cara hidup yang baru dalam persekutuan abadi bersama-Nya.

Kedua, mereka tidak mengerti Kitab Suci.

Karena orang Saduki hanya menerima kitab Taurat Musa sebagai tulisan yang berwibawa, Yesus menunjukkan sebuah teks dari situ yang mengisyaratkan adanya kebangkitan, yakni tentang Allah yang mengidentifikasi diri-Nya sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub ketika menampakkan diri kepada Musa (Kel. 3:6, 15, 16; 4:5).

Jika Allah mengidentifikasi diri-Nya sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub yang telah lama meninggal, itu berarti para leluhur mereka tersebut entah bagaimana sebenarnya tetap hidup dan menikmati hidup seperti malaikat bersama Allah di surga.

Di sini persekutuan dengan Allah dijadikan dasar bagi iman akan kehidupan kekal.

Makna penting teologis dari bacaan Injil yang kita renungan hari ini terletak pada penekanannya pada kuasa dan persekutuan dengan Allah sebagai dasar untuk percaya pada kebangkitan atau kehidupan setelah kematian.

Ditekankan bahwa kebangkitan adalah anugerah Allah yang diberikan kepada orang-orang yang tetap setia dan taat kepada-Nya dalam segala situasi, terutama pada saat ujian dan penderitaan.

Kebangkitan adalah pintu masuk ke dalam kehidupan yang baru dan mulia, yang jauh melampaui apa pun yang dapat kita bayangkan.

Bagi umat-Nya yang setia, Allah semesta alam dengan daya kreatif-Nya yang tak terhingga menganugerahkan kehidupan kekal yang tidak dapat dijangkaui oleh akal budi manusia.

 

Alfons Jehadut (Unit Naskah & Penerbitan Lembaga Biblika Indonesia)

Judul asliKuasa dan Persekutuan dengan Allah” (lbi.or.id)


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading