Tema Kostum:
“Dari kekayaan ciptaan Tuhan dan keberagaman budaya, tumbuh persaudaraan dan kesatuan, yang dalam semangat syukur atas HUT Kemerdekaan RI diwujudkan para ASN melalui iman yang membumi, pelayanan, dan gotong royong untuk merawat keutuhan ciptaan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bangsa”.
Topi berbentuk tumpeng melambangkan syukur atas anugerah Tuhan dan orientasi kehidupan selalu mengerucut mengarah kepada Sang Pencipta sebagai simbol iman dan harapan. Dasar tumpeng yang kokoh sebagai gambaran kehidupan yang berakar pada keluarga, masyarakat, budaya, dan nilai-nilai Pancasila.
Kunjungi juga: Rayakan Ulang Tahun Gereja Santa Clara dan Kemerdekaan RI 2026
Kunjungi juga: Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek
Beragam pangan lokal yang mengisi tumpeng merepresentasikan kekayaan ciptaan Tuhan yang dipercayakan kepada manusia untuk dikelola, dilestarikan, dan dibagikan secara bertanggung jawab, sekaligus mencerminkan keberagaman budaya dan umat dalam kebinekaan Indonesia yang meskipun memiliki keunikan masing-masing, dipersatukan dalam semangat persaudaraan dan gotong royong.
Sebagai ASN Ditjen Bimas Katolik, panggilan pelayanan senantiasa berakar pada cinta kasih melalui penghargaan terhadap kearifan lokal, penguatan kemandirian dan ketahanan pangan, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta tanggung jawab merawat keutuhan ciptaan sebagaimana semangat Laudato Si’Paus Fransiskus dan Ekoteologi yang digagas Menteri Agama, sehingga terwujud iman yang membumi dalam satu rumah bersama: Indonesia.
Kunjungi juga: Jejak Pengabdian, Bapak Suparman
Kunjungi juga: Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD
Keranjang di pinggang menjadi simbol wadah persaudaraan yang menghimpun keberagaman.
Pangan lokal di dalamnya adalah lambang berkat Tuhan dan kekayaan ciptaan yang diterima dengan syukur, dijaga dengan tanggung jawab, dan dibagikan dalam kasih. Dalam keberagaman budaya dan kekayaan pangan, kami hadir membangun persaudaraan, memperkuat pelayanan, dan mengajak kita semua bersama-sama merawat keutuhan ciptaan.
Kebaya yang indah menegaskan keanggunan budaya, keteguhan nilai, dan penghormatan terhadap warisan leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa.
Kunjungi juga: Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas
Kunjungi juga: Stafsus Menag Farid Belajar Banyak dari Katolik Perkaya Pembelajaran Ekoteologi dan Cinta
Keseluruhan busana mencerminkan pelayanan ASN Ditjen Bimas Katolik yang berakar pada iman dan budaya, menghargai kearifan lokal; memperkuat persaudaraan dan kerukunan, serta mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Busana ini menyampaikan pesan bahwa dari tanah dan hasil karya masyarakat lahir berkat, dari keberagaman tumbuh persaudaraan, dan dari iman yang membumi hadir pelayanan untuk merawat keutuhan ciptaan.
Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”
Kegiatan perlombaan bagi ASN di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026.
Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.
Salam Mecin
“Mendengar dengan Cinta”
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










