Raja Larantuka: Semana Santa itu Tradisi Doa 13 Suku, Baik Jadi Ikon Katolik Nasional

HATIYANGBERTELINGA.COM – Raja Larantuka, Don Martinus, DVG mendukung rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) untuk menjadikan Tradisi Perayaan Semana Santa sebagai ikon Katolik di tingkat Nasional.

“Sebagai Raja, saya menyambut baik rencana Kementerian Agama untuk menjadikan Semana Santa sebagai ikon Katolik di level nasional, karena hal ini baik dalam merawat tradisi semana santa yang sudah berjalan saat ini,” kata Don Martinus saat menerima kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama RI di kediamannya, Senin (22/2/2021).

Don Martinus menjelaskan tradisi perayaan Semana Santa di Flotim yang merupakan rangkaian doa dan devosi yang dilakukan oleh 13 suku Semana di Larantuka.

Rangkaian acara ini, kata Don Martinus, dimulai pada hari Rabu Abu yang menjadi permulaan ibadah puasa oleh umat Katolik hingga pada hari Rabu Terewa (perayaan lamentasi kisah sengsara Tuhan Yesus pada Pekan Suci).

“Jadi perlu diketahui semua orang, bahwa Semana Santa itu adalah tradisi doa oleh 13 suku Semana yang dimulai pada hari Rabu Abu sampai hari Rabu Terewa. Setelah rengkaian doa tersebut selesai, maka dilaporkan kepada Raja Larantuka sebagai presidentia bahwa rangkaian doa telah selesai. Sehingga, Raja dapat membuka pintu Kapela untuk Pentaktahan Patung Bunda Maria Tuan Ma,” kata Don Martinus.

Don Martinus juga menceritakan bahwa tradisi Semana Santa yang sudah mengakar ini melibatkan umat beragama lain. Ada partisipasi umat beragama lain dalam mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan Semana Santa setiap tahunnya.

Mendengar cerita Raja Larantuka tersebut dan dukungan yang diberikan oleh orang nomor satu dalam tradisi tersebut, Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kankemenag Flotim, Martinus Tupen Payon mengucapkan terima kasihnya seraya berjanji segera menyampaikan hal ini secara berjenjang sampai Menteri Agama.

“Semua titik temu dan niat baik bersama dari seluruh pemangku kepentingan di Larantuka Flores Timur dalam mendukung rencana pemerintah ini akan kami sampaikan dan pada waktunya tim dari pusat akan hadir di Lewotana ini untuk melakukan studi atau visitasi,” kata Martinus Tupen Payon.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjelaskan secara baik karena pada saatnya nanti tim dari pusat akan membangun komunikasi dan koordinasi selanjutnya,” lanjutnya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kakankemenag Flotim, Martinus Tupen Payon dan Kasubag Tata Usaha Yosef Aloysius Babaputra menemui Ketua Konfreria Reinha Larantuka. Organisasi Gerejani yang mengambil bagian dalam tradisi Semana Santa tersebut juga menyambut baik rencana pemerintah.

Dukungan juga datang dari Ketua Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Larantuka, Pdt Melkianus Balla, STh. Dia menegaskan bahwa pihaknya mendukungan rencana menjadikan Semana Santa sebagai ikon Katolik di level nasional.

Melkianus berharap hal itu dapat memberi nilai positif terhadap peningkatan dan penghayatan iman umat di daerah ini dalam bingkai toleransi antar umat beragama.

Selain bertemu dengan Ketua Majelis GMIT Ebenhaezar, Kakankemenag Flotim juga bersilahtirahmi dengan Ketua MUI Flores Timur, Ahmad Bethan.

Kementerian Agama akan menjadikan Tradisi Perayaan Semana Santa menjadi icon Katolik di tingkat Nasional. Rencana ini kali pertama disampaikan Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro kepada Yang Mulia Bapak Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr dan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hajon saat berkunjung ke Flotim beberapa waktu lalu. (Kemenag)

Baca juga: Menag Mau Jadikan Semana Santa Larantuka sebagai Ikon Katolik Dunia


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik, 1 Timotius 2:1-4, Doa Pembawa Damai, Santo Fransiskus Asisi, Doa Kebangsaan, Monas, Jakarta, NKRI, HUT RI, HUT ke-81 RI, hatiyangbertelinga.com, Romo Fransiskus Yance Sengga S.Fil., Lic.Th., Agama Katolik, memimpin doa, Monumen Nasional (Monas), Kementerian Agama, KWI

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Pelayanan, Komunitas Efata, ibadah, Persekutuan Doa, Gereja Bethesda, Jakarta, Mengucapkan Hal yang Tersembunyi, Matius 13:35, Kiranya pelayanan komunitas Efata menjadi saluran kasih dan berkat Tuhan untuk semua umat beriman yang hadir, Amin, AMDG, Salve, Salam Mecin, Mendengar dengan Cinta

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading