14 June 2024

Ilmuwan Temukan Fakta Baru Relikwi Rasul Filipus dan Yakobus

0

HATIYANGBERTELINGA.COM – Gereja Dua Belas Rasul Kudus, Santi Apostoli merupakan sebuah gereja tituler dengan status paroki yang didirikan abad ke-6 di Roma, Italia.

Basilika minor ini awalnya didedikasikan kepada Rasul Yakobus dan Rasul Filipus yang jasadnya ditempatkan di sana dan seluruh dua belas rasul selama lebih dari 1500 tahun.

Dalam beberapa abad pertama, para pengikut Yesus Kristus hidup sulit sebagai kelompok minoritas, tetapi secara bertahap hingga abad keempat Kekristenan menjadi agama yang dominan setelah Kaisar Theodosius pada tahun 380 menyatakan agama Kristen sebagai agama negara. Gereja-gereja kemudian didirikan di seluruh Kekaisaran Romawi.

Tak lama setelah gereja didirikan, relikwi martir Kristiani dipindahkan dari kuburan mereka ke gereja yang ditunjuk di kota-kota Roma. Demikian pula jenazah kedua rasul, Santo Filipus dan Santo Yakobus yang relikwinya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kaki, Tulang Paha dan Tibia

Tidak diketahui awal mula dan dari mana asal jenazahnya St. Filipus dan St. Yakobus, tetapi faktanya banyak orang yang datang ke gereja Santi Apostoli di Roma untuk menghormati relikwi kedua rasul itu.

Faktanya juga bahwa jenazah tersebut telah disimpan di gereja itu sejak abad keenam. Gereja Santi Apostoli dirawat oleh para bruder Fransiskan selama lebih dari 500 tahun.

Jadi, apakah relikwi itu benar-benar dari jasad St Yakobus dan St Filipus?

Apa yang dapat kita pelajari dari tulang relikwi?

Kerangka relikwi tersebut saat ini masih kurang lengkap. Hanya tersisa fragmen tibia, femur, dan kaki yang diawetkan.

Tibia dan kaki dikaitkan dengan Santo Filipus dan tulang paha dikaitkan dengan Santo Yakobus. Tampaknya hal ini telah ada sejak abad keenam.

Potongan tulang kaki diyakini milik St Filipus. (Foto: Kaare Lund Rasmussen/SDU)

Penanggalan Radiokarbon

Profesor kimia dan arkeometri, Kaare Lund Rasmussen dari University of Southern Denmark telah memimpin penyelidikan ilmiah dari relikwi tersebut.

Profesor Rasmussen didukung oleh tim yang terdiri dari rekan-rekan dari Universitas Groningen di Belanda, Universitas Pisa di Italia, Institut Forensik Cranfield di Inggris, Pontifical Institute of Christian Archaeology di Italia dan Museum Nasional Denmark.

Hasil penyelidikan mereka dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Heritage Science.

Para peneliti menganggap relikwi Santo Filipus terlalu sulit untuk didekontaminasi dengan penanggalan radiokarbon, dan usia mereka sejauh ini masih belum diketahui.

Tetapi tulang paha, yang diyakini milik Santo Yakobus, menjalani beberapa analisis. Yang terpenting, itu adalah radiokarbon bertanggal 214-340 M.

“Relikwi yang diawetkan, tulang paha, bukanlah milik St. Yakobus. Itu berasal dari seseorang yang sekitar 160-240 tahun lebih muda dari St Yakobus,” kata Profesor Kaare Lund Rasmussen seperti dikutip Hati Yang Bertelinga dari scitechdaily.com, hari Selasa (23/2/2021)

Profesor Kaare Lund Rasmussen, University of Southern Denmark menambahkan,“meskipun peninggalan tersebut bukan milik St Yakobus, namun peninggalan tersebut memberikan kilatan cahaya yang langka pada masa yang sangat awal dan sebagian besar tidak terhitung waktu dalam sejarah Kekristenan awal.”

“Siapa orang itu, tentu saja tidak mungkin untuk dikatakan,” katanya.

Sepotong tulang paha, diyakini berasal dari St Yakobus, dipasang pada pasak kayu dan dengan cincin berlapis emas. (Foto: Kaare Lund Rasmussen/SDU)

Para peniliti menganggap sangat mungkin, bahwa siapa pun yang memindahkan tulang paha ini ke gereja Santi Apostoli, itu dipercaya milik St. Yakobus.

“Mereka pasti telah mengambilnya dari kuburan Kristen, jadi itu milik salah satu umat Kristen awal, rasul atau bukan,” kata Profesor Kaare Lund Rasmussen.

Hal yang sama, kata Profesor Kaare Lund Rasmussen, berlaku untuk jenazah St. Filipus yang diyakini.

Para peneliti di Heritage Science mengatakan dapat dibayangkan bahwa ketika otoritas gereja mula-mula sedang mencari jenazah rasul, yang telah hidup ratusan tahun sebelumnya, mereka akan mencari di pekuburan Kristen kuno di mana mayat orang-orang suci mungkin telah dimakamkan pada beberapa waktu sebelumnya, tulis.

Pemindahan jenazah martir ke gereja pertama kali adalah St Babylas pada tahun 354 M. Jenazahnya dipindahkan dari pemakaman di Antiokhia ke Daphne dan ditempatkan di sebuah gereja yang khusus dibangun untuk tujuan tersebut oleh Gubernur Caesar Gallus.

Setelah itu, jenazah St Timotius, St Andreas, dan St Lukas ke Konstantinopel menyusul dalam waktu satu tahun. Pada saat yang sama terjadi peningkatan popularitas dan sirkulasi pemindahan relikwi dari paruh kedua abad ke-4 dan seterusnya.

Meskipun ada kritik dari uskup Athanasius dari Alexandria (†373) dan Shenoute (†465) pada akhir abad yang sama dan setelahnya relikwi para martir dan santo mulai dipindahkan ke dalam gereja.

Di seluruh kekaisaran Romawi, tubuh atau bagian tubuh digali, dipindahkan, dan dikuburkan kembali di apse di dekat altar pada banyak gereja penting.

Catatan Tambahan

Sumber referensi utama: “Investigations of the relics and altar materials relating to the apostles St James and St Philip at the Basilica dei Santi XII Apostoli in Rome” by Kaare Lund Rasmussen, Johannes van der Plicht, Jacopo La Nasa, Erika Ribechini, Maria Perla Colombini, Thomas Delbey, Lilian Skytte, Simone Schiavone, Ulla Kjær, Poul Grinder-Hansen and Lautaro Roig Lanzillotta, 29 January 2021, Heritage Science.

Apse, kadang-kadang juga ditulis apsis (Yunani: αψις apsis, Latin: absis “lengkungan/kubah”, Inggris: apse/apsis, jamak apses), adalah istilah dalam arsitektur untuk bagian bangunan yang melengkung ke dalam dan berbentuk setengah bundar yang tertutup oleh semi-kubah atau kubah setengah bulat. Pada arsitektur biara, katedral, dan gereja Kristen bergaya Romantik, Bizantium, dan Gothik, istilah ini digunakan untuk bagian berbentuk setengah lingkaran atau poligonal, yang terletak di ujung timur liturgi (yaitu tempat altar berada) pada bangunan utama. Penyebutan istilah apse ini terlepas dari bentuk atap bagian bangunan tersebut, yang mungkin saja berbentuk datar, miring, kubah, atau setengah bulat.

Dilansir dari katolisitas.org, relikwi dapat didefinisikan sebagai suatu material, baik berupa bagian tubuh dari para santa-santo atau para kudus yang telah meninggal, dan juga benda-benda yang bersentuhan dengan mereka. Relikwi dibagi menjadi tigakelas.

Relikwi kelas pertama adalah semua bagian tubuh dari orang kudus tersebut; kelas kedua adalah pakaian dan segala sesuatu yang penting yang dipunyai oleh santa-santo, serta alat-alat penyiksaan yang membunuh santa-santo; kelas ketiga adalah benda-benda yang disentuhkan kepada orang kudus atau ke makam orang kudus.

Relikwi-relikwi itu disimpan di bawah altar di Gereja Santi Apostoli di Roma. (Foto: Kaare Lund Rasmussen/SDU)

 

 

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading