Kunci Bahagia: Nikmati Momen Saat Ini

HATIYANGBERTELINGACOM – Psikolog sekaligus dosen di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta, Sri Juwita Kusumawardhani mengatakan bahwa salah satu kunci meraih kebahagiaan adalah dengan menikmati momen saat ini.

Being mindful. Menikmati momen saat ini adalah salah satu kunci bahagia,” kata Wita itu saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Lihat juga: Perlunya Persiapan Pernikahan Agar Bahagia

Menurutnya, jika seseorang terjebak dalam masa lalu, maka dia akan terus merasa tidak puas.

Sementara jika terus dihantui bayangan akan masa depan, maka dia akan terus merasa cemas.

Oleh karena itulah, kata dia, seseorang harus berusaha fokus menikmati momen yang sedang terjadi agar bisa bahagia.

Lihat juga: Penting! Tanamkan Kebahagiaan Anak Sejak Dini

Lebih lanjut, Wita mengatakan bahwa memahami esensi kebahagiaan bukan pada hal-hal yang sifatnya lahiriah atau duniawi semata.

Uang tentu akan memberikan kenyamanan dan pilihan yang beragam, namun menurut dia jangan terlalu fokus pada seberapa banyak uang yang dimiliki karena kebahagiaan tidak diukur hanya dengan kemewahan.

“Contohnya berkumpul dengan keluarga baik di hotel bintang lima maupun di warung kaki lima, yang penting adalah seberapa erat dan hangat keluarga tersebut, bukan lokasinya,” ujar Wita.

Lihat juga: Anak Bahagia karena Orang Tua Mengasuhnya dengan Cinta

Sebelumnyan pada akhir 2021 Badan Pusat Statistik (BPS) telah meluncurkan Indeks Kebahagiaan Indonesia (IKI) yang diukur dari tiga aspek yaitu kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup.

Hasilnya, Banten menjadi provinsi paling tidak bahagia dengan skor 68,08, diikuti Bengkulu dengan skor 69,74. Sementara itu, DKI Jakarta berada di peringkat delapan dengan skor 70,68.

Menurut Wita, jika dilihat dari ketiga aspek tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengukuran bersifat subjektif.

Lihat juga: Dalam Sohib Jesus: Gue Bahagia Difitnahin Segala yang Jahat

Artinya, sangat mungkin jika standar bahagia atau tidak bahagianya dapat diinterpretasikan berbeda oleh orang lain.

Cara manusia menginterpretasikan suatu peristiwa pun, kata dia, sangat mempengaruhi bagaimana perasaan dan emosi di dalam diri.

Misalnya saat menghadapi kemacetan, ada orang yang sudah mengantisipasi dan menerima situasi tersebut, namun ada pula orang yang stres dan marah-marah.

Lihat juga: Rasa Bahagia Itu Pilihan, Ini Tipsnya!

“Perbedaannya adalah dari bagaimana mereka memandang kemacetan tersebut. Jika kita sadar bahwa kita tidak bisa mengontrol kemacetan, yang bisa kita kontrol adalah perilaku diri sendiri seperti berangkat lebih awal. Maka kita tidak akan terlalu terbawa emosi dibanding ketika kita merasa seharusnya jalanan bisa sesuai dengan harapan ideal kita,” ujar Wita.

“Pasti ada waktunya kita mengalami peristiwa menyebalkan atau menyakitkan. Yang perlu kita jadikan mindset adalah seberapa sulit pun kondisi yang dihadapi maka akan selalu ada jalan keluar dan pada akhirnya akan selesai juga. Justru hal-hal pahit dalam hidup yang akan membuat kebahagiaan kita lebih bermakna,” katanya. (ANTARA)

Lihat juga: Cara Mengatasi Overthinking


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading