Walau tak juara lomba, tapi mereka tetap juara bagi kami karena mau terlibat dalam kegiatan Gereja Santa Clara dalam rangkaian pra HUT ke-28 Paroki Bekasi Utara.
Dimulai dari bangun pagi di rumah opa Flores di Bekasi Timur hingga menuju ke domisili papanya di Bekasi Utara.
Last minutes pagi²nya, papanya baru daftar ke panitia. Terus beli meja lipat dulu untuk lomba, dan menunggu mobil ojol yang kelamaan, hingga tiba di aula satu menit sebelum dimulai.
Kunjungi juga: Teman Baru Nuela dan Cesco di Kafe Terpingkal
Si kakak dan adik sempat tidak mau ditinggalin di aula tapi bisa dibujuk kakak pendampingnya. Sedangkan sepupunya terpisah di kelompok lain.
Sang adik banyak tingkahnya, mulai dari minta susu, masuk tiarap di bawah meja lipat, sampai lari-larian saat berkumpul dalam lingkaran teman-temannya.
“Pa, hampir aja Cesco disentil telinganya sama kakak-kakaknya (panitia pendamping),” kata adik Cesco laporan ke papanya.
Sedangkan kakak, selalu cari papanya di pintu aula, sampai akhirnya kakak mau jagain adiknya yang terus lari-larian.
Kunjungi juga: Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro
Dalam kesempatan itu, Romo tamu yang hadir, RP Rudi Simanullang, OFMCap memberikan Rosario untuk Nuela & Cesco di aula GKP, 2 Agustus 2026.
“Kamu mana Rosarionya?” tanya romonya ke Cesco.
“Nggak ada,” jawab Cesco.
Lalu romonya mengorek kantong jubahnya, lalu mengalungkan Rosario ke Cesco. Terus romonya lihat Nuela juga.
“Kamu mana [rosarionya], belum?” tanya romonya seraya mengambil Rosario dari kantong jubahnya.
“Terima kasih pastor,” kata papanya.
Video shortnya bisa dilihat di
Hadiah bagi kami dari Tuhan bukan hanya rosarionya, tetapi juga semangat mereka, keceriaan, dan keterlibatan mereka kali ini.
Mereka pun foto bersama dengan hasil mewarnai gambarnya. Kami akui peserta lain memang lebih bagus. Maklum saja, Nuela dan Cesco belum terbiasa pakai Crayon, mereka biasanya menggunakan pensil warna.
Namun demikian, keterlibatan mereka sangat luar biasa, upaya mereka untuk mewarnai dengan crayon, bertahan dengan lamanya waktu acara hingga akhirnya pulang ke rumah.
Terima kasih untuk ketua lingkungan YP3, panitia, teman-teman yang bertemu di paroki, dan petugas sekretariat paroki yang sempat melayani kami untuk mengambil surat baptis Nuela dan Cesco.
Sekian, the end.
Salam Mecin
“Mendengar dengan Cinta”
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










