Teman Baru Nuela dan Cesco di Kafe Terpingkal

Setelah makan malam seperti biasa, Mamanya ngajakin ke kafe malam mingguan, Sabtu, 11 Juli 2026.

Tapi tiba-tiba papanya sempat ngantuk berat, terus mereka gangguin dan menagih terus.
“Ayo pah.. kita ke kafe,” keduanya berusaha bangunin papanya di kamar jam delapan lewat.

Awalnya dibilangin uda tutup kafenya saat di jalan Rawa Lumbu, tapi mereka tetap minta dicek semua kafenya di wilayah perumahan opa oma Flores. Bahkan kakak Nuela bilang begini:

“Pa, kita lihat dulu satu kafenya, kalau nggak ada kafe ke-2, dan ke-3 kita cek semua ya pah,” rujukan Nuela ke beberapa kafe di rawa lumbu yang pernah kami datangi sebelumnya.

Saat mendekat kafe Terpingkal, mereka bilang,”Itu kan pa buka. Kita ke situ aja pah.”
Tapi mamanya bilang itu kafenya ramai.
“Itu kafenya buat kakak-kakak, kak,” kata papanya menegaskan.

Tapi mereka tetap kekeh dengan janji mama dan papanya.

Sesampai di kafe, Cesco tanya: “Pah.. anak kecil yang itu (penyanyi kafe) mana?” ingatnya sebelumnya kami pernah datang lihat penyanyi pria di kafe sambil gendong anaknya.

“Itu dia adenya,” kata papanya tunjuk bocil yang dimaksud pas datang.
“Oh iya,” kata Cesco senyum² malu.

Mulailah mereka dekat-dekatan, terus main bareng. Si bocil sampai keluarkan bolanya, sepedanya dan mobilannya. Mereka pun main bersama.

“Sama sepedanya kayak kita ya pa,” kata Cesco dan Nuela beberapa kali (Sempat divideoin).

Pas pulang Cesco bilang, “Pa.. kapan-kapan kita ke sini lagi ya.

“Kenapa emang de..?” tanya papanya.

“Ada teman baru soalnya, ade kecil itu,” kata Cesco.

“Iya.. kapan-kapan ya de,” kata papanya sambil bawa motor menuju pulang.

Kami sempat beli buah dan mencari buah keinginan kakak Nuela yang pengen sekali buah duku tapi salah mengira buah sawo mentah yang mirip duku warna kulitnya saat di tukang buah.

“Padahal aku suka banget loh pah buahnya (duku, red),” celoteh Nuela di tengah perjalanan pulang.
“Iya belum musimnya Nuela,” kata mamanya menegaskan.

Sekian. The end.

Salam Mecin
“Mendengar dengan Cinta”

Selengkapnya video shortnya di bawah ini:


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Lima Cara Sederhana Melakukan Self Care

    pekerjaan, diri sendiri, tubuh, pikiran, self care, kebiasaan, sederhana, tidur cukup, mengonsumsi makanan sehat, aktif bergerak, tetap terhubung dengan orang lain, organisasi Kesehatan Dunia, WHO, kesehatan, kesejahteraan, beristirahat, Berhenti sejenak, waktu makan dengan tenang, tidur lebih teratur

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Bulan Kitab Suci Bukan Sekadar Baca Buku Saja

    Bulan Kitab Suci Bukan Sekadar Baca Buku Saja

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading