Anda Hiperealitas di Medsos? Ini Solusinya!

HATIYANGBERTELINGA.COM – Sekelompok orang yang mengalami hiperealitas atau yang bisa disebut dengan istilah “generasi halu” banyak ditemui di media sosial (medsos) dan dialami oleh digital migrant, yakni mereka yang tidak tumbuh di era budaya digital, kata Komisioner Komisi Informasi Pusat, Arif Adi Kuswardono.

Hiperealitas merupakan ketidakmampuan kesadaran untuk membedakan realitas dengan citra (image) atau simulasi realitas, yang sering terjadi pada masyarakat postmodern berteknologi maju.

Dalam webinar “Keterbukaan Informasi Publik: Jurus Anti Halu, Generasi Digital,” Jumat lalu (19/2/2021), Arif mengatakan dari kajian psikologis, memang generasi halu ini, terutama sekali menghinggapi atau dialami yang digital migrant, ketimbang yang digital native.

“Jadi mungkin seperti Gen X, sementara Gen Z, generasi Alfa sudah murni digital, mereka memang lebih terampil untuk berinteraksi di media sosial,” ujar Arif.

Lebih detil, Arif menjelaskan bahwa hiperealitas terjadi saat tatanan normal antara image dan reality tidak terhubung.

Dalam perkembangannya, image menjadi kabur, realitas disembunyikan, yang kemudian berakhir pada image dan realitas yang sama sekali berbeda.

Salah satunya, banyak terjadi di dalam dunia maya di mana seseorang menjadi orang lain atau “roleplay” seorang tokoh atau selebritas. Tindakan ini masuk dalam tujuh jenis kabar bohong.

Untuk itu, Arif mengatakan beragam konten di media sosial harus dicermati dan direspons secara kritis sebelum masuk ke dunia digital.

“Teknologi komunikasi terus berkembang, masa-masa yang akan kita alami itu memang masa-masa yang sangat intens dengan teknologi dan informasi. Jangan sampai nanti kita memasuki masa atau periode itu dengan pemikiran yang salah atau dengan sikap yang salah, sehingga kemudian justru tidak bermanfaat atau tidak produktif di periode atau di masa itu,” kata Arif.

Praktisi media sosial, Wicaksono, atau lebih dikenal dengan Ndoro Kakung, melihat bahwa masyarakat harus membekali diri dengan literasi digital, yakni ketangkasan dan keterampilan dalam berinternet.

Dengan pengetahuan dasar dalam tangkas berinternet, yakni memahami bahwa berita baik dan buruk bisa menyebar di internet, diharapkan pengguna internet dapat terhindar dari hal-hal yang tidak benar, termasuk penipuan.

“Ini pentingnya untuk mengingatkan pengguna internet, bahwa situasi di dunia online tidak selalu seperti yang mereka lihat, para pengguna perlu mengetahui mana yang asli dan yang palsu, termasuk ketika menerima informasi,” ujar Wicaksono.

“Informasi yang bombastis, tidak masuk akal, menjadi ciri atau potensi penipuan,” dia melanjutkan.

Wicaksono juga mengingatkan agar pengguna internet selalu menjaga informasi pribadi.

“Misalnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor rekening, PIN ATM atau password akun medsos, karena privasi dan keamanan pribadi sangat penting,” dia menambahkan. (Antara)

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Pelayanan, Komunitas Efata, ibadah, Persekutuan Doa, Gereja Bethesda, Jakarta, Mengucapkan Hal yang Tersembunyi, Matius 13:35, Kiranya pelayanan komunitas Efata menjadi saluran kasih dan berkat Tuhan untuk semua umat beriman yang hadir, Amin, AMDG, Salve, Salam Mecin, Mendengar dengan Cinta

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading