hatiyangbertelinga.com – Memasuki akhir bulan sering menjadi momen yang cukup menantang bagi kondisi keuangan.
Setelah berbagai kebutuhan dibayar dan aktivitas selama sebulan berjalan, saldo rekening biasanya mulai menipis.
Di sisi lain, masih ada kebutuhan harian yang harus dipenuhi sebelum menerima pemasukan berikutnya.
Situasi tersebut sebenarnya bisa diantisipasi dengan pengelolaan keuangan yang lebih teratur.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya perencanaan keuangan, menyusun prioritas, serta menyiapkan dana darurat agar kondisi keuangan lebih siap menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan agar tetap aman sampai akhir bulan?
Kunjungi juga: Tips Kelola Keuangan Keluarga dari Selebritas
Kunjungi juga: Tips Kelola Keuangan Agar Ramadan Berjalan Aman dan Nyaman
- Cek kembali sisa uang
Langkah pertama adalah mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya.
Periksa saldo rekening, uang tunai, dan pengeluaran yang masih harus dibayarkan.
Jangan hanya mengandalkan perkiraan.
Catat angka yang tersedia agar bisa menentukan berapa banyak uang yang benar-benar dapat digunakan sampai pemasukan berikutnya.
Dari sini, Anda juga bisa mengetahui apakah ada tagihan yang belum dibayar dan perlu segera disisihkan.
Kunjungi juga: Tips Agar Ibu Tangguh Fisik dan Keuangan di Masa Pandemi
Kunjungi juga: Tips Keuangan untuk Milenial dan Gen Z
- Bedakan kebutuhan dan keinginan
Ketika uang mulai terbatas, kebutuhan harus menjadi prioritas.
Pengeluaran seperti makanan, transportasi, pulsa atau internet, serta tagihan rutin perlu didahulukan dibandingkan belanja yang sifatnya hanya keinginan.
Cara sederhananya adalah bertanya kepada diri sendiri sebelum membeli sesuatu: apakah barang atau layanan tersebut memang dibutuhkan sekarang?
Jika jawabannya tidak, pengeluaran tersebut bisa ditunda sampai kondisi keuangan kembali lebih longgar.
Kunjungi juga: 10 Kiat Bangun Harmonis Rumah Tangga
Kunjungi juga: Kristus Menjagaku Saat 2 Kali Meletus Ban Motorku, Mazmur 121:7
- Buat batas pengeluaran harian
Setelah mengetahui jumlah uang yang tersisa, bagi berdasarkan jumlah hari menuju tanggal pemasukan berikutnya.
Misalnya, jika masih memiliki Rp1 juta dan harus bertahan selama 10 hari, secara sederhana tersedia sekitar Rp100 ribu per hari.
Namun, jangan langsung menghabiskan batas tersebut setiap hari.
Sisihkan terlebih dahulu uang untuk kebutuhan yang sudah pasti muncul, seperti transportasi, tagihan, atau kebutuhan rumah tangga.
Dengan begitu, Anda memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai batas pengeluaran harian.
Kunjungi juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak
Kunjungi juga: Lima Kiat Bijak Atur Pengeluaran Uang
- Kurangi pengeluaran yang mudah bocor
Pengeluaran kecil sering kali terasa tidak berarti.
Namun, jika dilakukan berulang kali, jumlahnya dapat cukup besar.
Pesan makanan, membeli minuman, berbelanja karena promo, atau berlangganan layanan yang jarang digunakan merupakan beberapa contoh pengeluaran yang bisa dievaluasi.
Bukan berarti semua kesenangan harus dihentikan. Namun, ketika kondisi keuangan sedang ketat, pengeluaran yang tidak mendesak dapat dikurangi terlebih dahulu.
Kunjungi juga: Tujuh Tips Efisiensi Uang untuk Bahan Makanan di Rumah
Kunjungi juga: Tips Berbisnis Pakai Media Sosial
- Manfaatkan stok yang sudah tersedia
Salah satu cara paling sederhana untuk menghemat uang menjelang akhir bulan adalah menggunakan barang yang sudah dimiliki.
Jika masih ada bahan makanan di rumah, misalnya, manfaatkan persediaan tersebut sebelum kembali berbelanja.
Begitu pula dengan kebutuhan lain yang sebenarnya masih tersedia.
Kebiasaan ini tidak hanya membantu menghemat uang, tetapi juga mencegah pembelian barang secara berlebihan.
Kunjungi juga: Kiat-kiat Bisnis Food & Beverage Bagi Pemula
Kunjungi juga: Konsumsi Sayur-Buah Pengaruhi Kesehatan Mental Anak
- Hindari menutup kekurangan dengan utang konsumtif
Ketika uang menipis, menggunakan fasilitas kredit atau meminjam uang mungkin terlihat sebagai solusi cepat.
Namun, langkah tersebut dapat menjadi masalah jika dilakukan berulang kali.
OJK dalam edukasi pengelolaan keuangan juga mengingatkan pentingnya mengendalikan utang dan menyusun prioritas keuangan.
Salah satu panduan OJK mencantumkan batas cicilan utang maksimal 30 persen dari penghasilan sebagai salah satu indikator yang perlu diperhatikan.
Karena itu, sebelum mengambil utang baru, pertimbangkan terlebih dahulu kemampuan membayarnya pada bulan berikutnya.
Kunjungi juga: Tips Menyisihkan Dana Darurat
Kunjungi juga: Empat Strategi Jitu Bangun Bisnis dari Hobi
- Jangan menghabiskan seluruh sisa uang
Jika masih memiliki uang ketika mendekati akhir bulan, bukan berarti seluruhnya harus dihabiskan.
Sebagian bisa dipertahankan sebagai cadangan untuk menghadapi kebutuhan mendadak.
Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin juga dapat membantu membangun dana darurat dalam jangka panjang.
Dana darurat berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi pengeluaran yang tidak direncanakan, sehingga seseorang tidak langsung bergantung pada utang atau mengganggu kebutuhan lainnya.
Kunjungi juga: Tips Modal Rp1 Jutaan Jadi Bisnis Cuan
Kunjungi juga: Empat Aspek Bisnis Rumahan Agar Makin Cuan
- Evaluasi pengeluaran selama satu bulan
Akhir bulan juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi.
Coba lihat kembali transaksi selama sebulan.
Pengeluaran apa yang paling besar? Mana yang memang diperlukan dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi?
Dari evaluasi tersebut, Anda dapat membuat anggaran yang lebih realistis untuk bulan berikutnya.
OJK juga menyebut kemampuan melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik sebagai salah satu manfaat literasi keuangan.
Kunjungi juga: Kiat Startup Kuliner Agar Bisnisnya Bertumbuh di Masa Pandemi
Kunjungi juga: Hindari Lima Kesalahan Saat Bisnis E-Commerce
- Siapkan anggaran sebelum menerima pemasukan berikutnya
Jangan menunggu uang masuk baru memikirkan penggunaannya.
Sebelum memasuki bulan baru, buat pembagian sederhana untuk kebutuhan utama, tabungan atau dana darurat, pembayaran kewajiban, dan kebutuhan pribadi.
Nominalnya tidak harus sama bagi setiap orang karena kondisi pemasukan dan kebutuhan masing-masing berbeda.
Yang paling penting adalah memiliki rencana dan menjalankannya secara konsisten.
Mengatur keuangan di akhir bulan bukan berarti harus hidup serba terbatas.
Justru, kebiasaan tersebut dapat membantu mengetahui ke mana uang pergi dan membuat keputusan keuangan menjadi lebih terarah.
Kunjungi juga: Tips Ajarkan Anak Menabung
Kunjungi juga: Tips Finansial Sehat untuk Kaum Muda
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.











