Delapan Tips Orangtua Milenial Mengasuh Anak Generasi Alfa

HATIYANGBERTELINGA.COM – Apakah Anda lahir di tahun 1981 hingga 1996? Individu yang lahir di tahun tersebut merupakan generasi milenial.

Per tahun 2021, mereka sudah memasuki usia yang matang untuk menikah atau bahkan sudah ada yang menikah karena rentang usianya 25 hingga 40 tahun.

Menurut Strauss dan Howe (McCrindle, 2016), generasi Alfa (Alpha) yang lahir dari tahun 2010-2024 hidup di era krisis terorisme, resesi global, hingga perubahan iklim. Diklaim bahwa generasi alpha, generasi yang paling akrab dengan teknologi digital dan generasi yang diklaim paling cerdas dibandingkan generasi generasi sebelumnya (Ishak Fadlurrohim, 2019; Memahami Perkembangan Anak Generasi Alfa di Era Industri 4.0”. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Vol. 2 (2), 178 – 186).

Karakteristik generasi alfa yaitu cenderung paling terdidik karena teknologi, kecerdasan lebih tinggi, cara belajar individual dan personal, media digital menjadi alat komunikasi interaksi sosial, cenderung tidak dapat diatur, cara komunikasi lebih terbuka, kurang mampu bersosialisasi mengingat sudah terbiasa dengan gadget sehingga perlu bantuan orangtua untuk melatih kemampuan tersebut, perilaku main yang “mudah” berubah, lebih memilih ebook dibandingkan buku fisik, lebih memilih yang baru daripada menyelesaikan sesuatu khususnya mainan.

Psikolog, Octavia Putri MPsi, dalam tulisannya berjudul “Cara Milenial Mengasuh Anak Si Generasi Alfa”, membagikan delapan tips untuk orangtua milenial dalam mengasuh generasi Alfa.

[the_ad id=”1141″]

Pertama, menghabiskan waktu bersama untuk mengajarkan kemampuan sosial bersama orang tua atau bisa dengan melakukan play date dengan anak yang seumuran agar terlatih kemampuan sosial mereka.

Kedua, mengajarkan sejak dini untuk bijak mengunakan teknologi dan diharapkan orang tua ikut mengawasi penggunaan gadget anak. Usahakan seimbangkan waktu main gadget dan waktu berkualitas.

Ketiga, memperhatikan tumbuh kembang anak karena setiap anak punya kemampuan yang berbeda dan fokus pada kelebihan anak.

Keempat, mengajak anak untuk mengasa kemampuan critical thinking and problem solving, communication and collaboration.

[the_ad id=”1142″]

Kelima, mengurangi paparan gadget. Contoh membacakan dongeng dengan buku fisik bukan ebook, melakukan aktivitas fisik (berlari, berenang, melompat)

Keenam, penanaman nilai karakter sejak sini. Seperti agama, moral, budaya dan kepribadian (kepemimpinan, kejujuran, rendah hati).

Ketujuh, komunikasikan pembagian co-parenting bersama pasangan agar pengasuhan sama dan seimbang. Khususnya aturan bagi anak.

Kedelapan, menerapkan aturan “menyelesaikan apa yang sudah dimulai”. Jika anak mau ganti mainan, minta mereka rapikan terlebih dahulu.

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”

    Kostum Terbaik, Ketahanan Pangan, Perlombaan, Kemerdekaan, HUT RI, NKRI, 81 Tahun, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
    Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading