Kiat Agar Anak Berani Laporkan Kekerasan dan Pelecehan Seksual

hatiyangbertelinga.com – Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog menyampaikan pentingnya orang tua membangun kedekatan dengan anak dalam upaya menumbuhkan keberanian anak untuk melaporkan tindak kekerasan.

Dilansir ANTARA, Meiri mengatakan bahwa orang tua sebaiknya setiap hari meluangkan waktu untuk mengobrol dengan anak serta memberitahukan hal-hal boleh dan tidak boleh dilakukan pada anak.

Selama mengobrol dan meluangkan waktu bersama anak, orang tua juga bisa mengamati perilaku anak agar bisa segera mendeteksi kalau anak menunjukkan perubahan perilaku serta melakukan tindak lanjut jika dirasa perlu.

Kunjungi juga: Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

Kunjungi juga: Cegah Pelecehan Anak dari Pelaku Child Grooming

“Apakah ada hal yang mencurigakan, itu pasti kelihatan kalau orang tuanya tuh setiap hari mengobservasi, setiap hari ngobrol apa yang terjadi,” kata Meiri, yang tergabung dalam Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia dalam Himpunan Psikologi Indonesia, dikutip Senin (14/9/2026).

Dia juga menyarankan para orang tua untuk menyampaikan informasi mengenai kesehatan reproduksi kepada anak serta memberitahukan bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Orang tua perlu pula memberitahukan tindakan-tindakan yang tergolong pelecehan dan kekerasan serta perlu dilaporkan.

Kunjungi juga: Tips Cegah Pelecehan Seksual Pada Anak

Kunjungi juga: Fenomena Kidulting Pada Gen Z dan Milenial

“Sehingga jadi tahu dan melapor bahwa ‘oh ada perilaku seperti ini’ yang menimpa mereka,” kata Meiri.

Anak-anak perlu diberi tahu mengenai tindakan-tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kekerasan dan pelecehan seksual agar mereka bisa lebih waspada, berusaha menghindari risiko, dan berani melapor jika mendapati kejadian yang demikian.

Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) selama tahun 2025 mencatat 35.131 kasus kekerasan dan 23.043 kasus atau 65,59 persen di antaranya dialami oleh anak.

Kunjungi juga: Awan Putih Filter HP, Momen Pas Hari Anak Nasional 2026

Kunjungi juga: Kecemasan Orang Tua Memperparah Alergi Anak

Di samping itu, Survei Pengalaman Hidup Anak Daerah (SPHAD) Tahun 2025 menunjukkan bahwa 13,30 persen anak dan remaja berusia 13–24 tahun pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan dalam waktu 12 bulan terakhir.​​​​​​​

Meiri mengatakan bahwa selama ini anak dan remaja yang menjadi korban kekerasan sering kali tidak menyadari bahwa tindakan yang dilakukan terhadap mereka tergolong pelecehan atau kekerasan seksual.

​​​​​​​”Namanya masih anak dan remaja, mungkin masih terbatas pemahamannya, mereka enggak tahu kalau itu adalah kekerasan yang menimpanya,” katanya.

Oleh karena itu, upaya edukasi mengenai pencegahan pelecehan dan kekerasan terhadap anak perlu ditingkatkan.

Kunjungi juga: Tujuh Manfaat Tidur Siang untuk Tumbuh Kembang Anak

Kunjungi juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”

    Kostum Terbaik, Ketahanan Pangan, Perlombaan, Kemerdekaan, HUT RI, NKRI, 81 Tahun, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
    Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading