Bersyukur dengan Berbelas Kasih

Roma 11:29-36
Lukas 14:12-14

Shalom,

Ketika Kristus setelah mengikuti peribadatan hari Sabat diundang makan oleh salah seorang pemimpin orang Farisi, Dia memberi nasehat kepada orang-orang yang hadir di situ tentang bagaimana harus bersikap, baik saat kita diundang sebagai tamu (Lukas 14:7-11) maupun saat kita yang mengadakan perjamuan makan.

Kristus mengatakan: ‘Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu, atau saudara-saudaramu, atau kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya’.

Kata-kata Kristus dalam hal ini bukanlah suatu larangan yang harus diartikan secara harafiah.

Pesan ini justru harus dicermati lebih dalam agar dapat menangkap makna yang sebenarnya.

Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya

Banyak orang yang saat ingin mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hal-hal khusus yang terjadi dalam hidupnya seperti suatu keberhasilan, kesembuhan, ulang tahun dan lainnya, mewujudkannya dengan mengundang makan saudara-saudara dan sahabat-sahabatnya khususnya yang kaya dan terhormat.

Bergembira bersama saudara-saudara dan sahabat-sahabat dengan melakukan hal-hal yang sehat pada peristiwa-peristiwa tertentu, bukan sesuatu yang buruk.

Akan tetapi Kristus mengingatkan perjamuan seperti ini bukan merupakan persembahan syukur kepada Tuhan.

Dalam kegembiraan, kita mengundang para saudara dan sahabat.

Imbalannya, ketika mereka mengalami kegembiraan, mereka juga akan mengundang kita.

Kristus mengatakan, kalau memang mau mengungkapkan terima kasih kepada Tuhan sebagai Pemberi dan Sumber dari kegembiraan kita, lakukanlah dengan berbuat kasih kepada sesama, kepada orang-orang yang miskin dan cacat:

‘Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasannya pada hari kebangkitan orang-orang benar’.

Lihat juga: Menjadi Wajah Belas Kasih Allah

Saat berkumpul bersama keluarga dan para sahabat ada suatu kegembiraan, tetapi Kristus mengatakan bahwa saat berbuat kasih, ada suatu kebahagiaan.

Sering kali kita bersikap munafik di hadapan Tuhan.

Ingin bergembira dengan teman-teman dan sanak keluarga tetapi berkedok bersyukur kepada Tuhan.

Ada lagi bentuk lain kemunafikan yaitu dengan berbuat kasih kepada sesama tetapi dengan harapan agar Allah membalas ‘kebaikan’ kita dengan berlipat kali ganda atau dengan mengabulkan keinginan kita seperti yang kita kehendaki.

Dalam hal ini Santo Paulus dengan tegas mengatakan: ‘Siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada Tuhan sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan (harus ditujukan) kepada Dia’ (Roma 11:35-36).

Lihat juga: Menanggapi Undangan Allah

Di dalam pengajaran ini, Kristus bukan mau mengajarkan bagaimana kita mengadakan suatu perjamuan.

Apa yang mau Dia sampaikan adalah, hendaklah kita bersikap jujur di hadapan Tuhan dan mau berbelas kasih kepada mereka yang masih berkekurangan sebagai wujud syukur atas segala anugerahNya.

Allah bukan hanya melihat apa yang kita perbuat, tetapi Dia juga mengetahui ke dalaman hati dan pikiran kita.

Dengan berbelas kasih kepada sesama, khususnya bagi yang berkekurangan atau yang sedang membutuhkan peneguhan, kita telah menyediakan diri untuk menjadi alat Kristus dalam menyatakan kasihNya kepada semua orang.

Untuk itu, di saat kita mampu memberi, ingatlah bahwa kemampuan itu juga berasal dari Tuhan yang harus disalurkan kepada sesama:

‘Supaya oleh kemurahan yang telah kamu terima (dari Tuhan) mereka (orang-orang yang memerlukan pertolongan) juga beroleh kemurahan’ (Roma 11:30).

Marilah kita terus bersyukur atas kebaikan dan anugerah Tuhan.

Mari nyatakan syukur itu dengan semakin banyak berbuat kasih dan melayani sesama.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Tanda Kasih dan Kuasa Allah

Lihat juga: Kerendahan Hati dan Tahu Bersyukur


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading