KAJ Bantah Kardinal Suharyo Bahas Politik dengan Anies Baswaden

HATIYANGBERTELINGA.COM – Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) memberikan klarifikasi perihal pertemuan Kardinal Ignatius Suharyo dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gereja Katedral pada akhir September 2022.

Klarifikasi itu disampaikan Pastor RD V. Adi Prasojo sebagai Sekjen Keuskupan Agung Jakarta dalam PRESS RELEASE Nomor Humas KAJ/013/2110/2022 yang dikutip hatiyangbertelinga.com, hari Jumat (21/10/2022).

Lihat juga: Boleh Pakai KTP ke Gereja, Keuskupan Agung Jakarta Izinkan Semua Orang Ikut Misa Offline

Romo Adi mengatakan Gereja Katolik KAJ berkomitmen untuk menjaga komunikasi dan membangun kebersamaan dalam membangun bangsa dengan seluruh komponen dari berbagai latar belakang.

“Katolik tidak berpolitik praktis, maka dalam pertemuan dan kegiatan tersebut tidak pernah membahas persoalan politik praktis, termasuk dalam pertemuan dengan Bapak Anies Baswedan,” kata Romo Adi.

KAJ membenarkan pada tanggal 28 September 2022, Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup KAJ) menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan di Gereja Katedral.

Lihat juga: Kardinal Suharyo Berkati Menag Yaqut dan Jajarannya

Namun Romo Adi menyampaikan bahwa dalam kunjungan ini Gubernur Anies Baswedan menyampaikan pamitan bahwa masa tugasnya akan berakhir sebagai Gubernur DKI dan ucapan terima kasih atas kontribusi umat katolik dalam kerjasama banyak pihak bagi kebaikan bersama.

Sebagai pemimpin umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo sering menerima tamu dan beraudiensi dengan banyak tokoh dari berbagai latar belakang.

“Dan selaras dengan prinsip bahwa Gereja Katolik tidak berpolitik praktis, maka dalam pertemuan dan kegiatan tersebut tidak pernah membahas persoalan politik praktis, termasuk dalam pertemuan dengan Bapak Anies Baswedan,” tegasnya.

Lihat juga: Menag Yaqut Resmi Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

Sebelumnya beredar potongan Video yang berjudul: “Uskup Katolik Se Jabodetabek Deklarasi Dukung Anies Presiden”.

“Kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” kata rilis itu.

Gereja Katolik Indonesia tetap menjaga netralitas dan mendorong proses politik dapat dijalankan dengan menjunjung prinsip dan etika yang diabdikan bagi bonum commune (kebaikan bersama).

“Demikian disampaikan sebagai klarifikasi untuk menghindari kesimpangsiuran informasi akibat beredarnya video tersebut. Semoga dapat dimaklumi dan kami mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kondusivitas kehidupan publik,” katanya.

Lihat juga: Kacamata Paus Fransiskus Soroti Hati yang Bertelinga di Harkomsos 2022

Leave a Reply