Lima Kiat Kurangi Kecemasan dari Berita Buruk

HATIYANGBERTELINGA.COM – Perasaan cemas yang muncul saat menerima berita buruk terkait COVID-19 merupakan respon yang wajar dialami oleh siapa saja.

Namun perlu diwaspadai jika kecemasan sudah berubah menjadi berlebihan hingga menghambat aktivitas sehari-hari, kata dokter spesialis kejiwaan Klinik Angsamerah I Gusti Ngurah Agastya.

“Pandemi merupakan kondisi yang tidak terhindarkan. Kini yang paling penting adalah bagaimana cara kita merespon kondisi pandemi,” ujar Agastya dikutip hatiyangbertelinga.com, hari Sabtu (10/7/2021).

Berikut ini adalah sejumlah kiat yang berguna untuk mengurangi kecemasan saat menerima berita buruk tentang pandemi, seperti dipaparkan oleh Agastya dan psikolog klinis dan forensik Kasandra Putranto.

1. Memastikan informasi COVID-19 dari sumber yang valid

Menurut Agastya, memastikan informasi dari sumber yang terpercaya merupakan langkah yang sangat penting.

“Jika kita mendengar informasi COVID-19 dari mulut ke mulut atau hanya dari media sosial, justru akan membuat kita jadi lebih cemas, takut, dan sedih,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kasandra bahwa dalam situasi pandemi, salah satu langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga diri dan keluarga dari hoax atau berita bohong.

“Bayangkan sekarang dengan teknologi informasi di masa kini, potensi ledakan informasi hoax dan berita bohong potensinya sangat tinggi,” lanjut Kasandra.

2. Membatasi informasi dan interaksi dengan menghindari sumber-sumber emosi

Berita buruk terkait COVID-19 yang beredar di masyarakat merupakan salah satu sumber penyebab kecemasan.

Menurut Kasandra puasa menggunakan media sosial bisa menjadi solusi.

Selaras dengan Kasandra, Agastya mengatakan kesadaran untuk memberi batasan kepada diri sendiri saat menggali informasi terkait COVID-19 harus diutamakan.

“Jika berita tersebut sudah mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari hingga tidak bisa berfungsi secara normal, ini merupakan warning dan harus stop dulu,” kata dokter Agastya.

3. Menjaga pikiran dan suasana hati tetap positif

“Kita harus berusaha serta menjaga pola pikir dan energi kita menjadi sesuatu yang positif,” ujar Agastya.

Sesuatu yang positif itu salah satunya dapat didapatkan dari informasi terpercaya.

Menurut Agastya informasi yang jelas akan membuat pikiran merespon dengan lebih positif.

Selain itu, kita perlu meyakinkan kepada diri sendiri bahwa pandemi ini akan berlalu dan akan melalui masa sulit ini secara bersama-sama, jelas Agastya.

4. Membangun dan mencari dukungan sosial terdekat

Tak bisa dipungkiri bahwa saat menghadapi masa krisis seperti ini, dukungan sosial sangat diperlukan.

Dukungan sosial bisa bersumber dari keluarga, teman, lingkungan pekerjaan, bahkan komunitas.

Meski selama pandemi di rumah saja, kita tetap bisa menelpon atau melakukan panggilan video agar tetap terhubung dengan orang lain.

“Saat ini kita berada di masa kritis, apapun yang kita pilih untuk lakukan akan berbalik kepada diri kita. Saat ini yang paling tepat adalah berbuat baik kepada sesama untuk saling membantu,” kata Kasandra.

5. Kendalikan perasaan dengan aktivitas positif dengan relaksasi, meditasi, dan olahraga

Salah satu cara untuk mengendalikan perasaan cemas adalah dengan teknik relaksasi.

“Teknik relaksasi merupakan teknik pernapasan secara lambat dan perlahan agar menenangkan perasaan kita. Itu bisa untuk menenangkan perasaan-perasaan yang kurang nyaman,” kata Agastya.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah meditasi di rumah dan berolahraga dengan menyesuaikan kondisi. (Antara)

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Nomor 6 Juara Pertama, ini Video Lengkap Lomba Kostum Kemerdekaaan RI 2026 Bimas Katolik

    Nomor 6 Juara Pertama, Video Lengkap, Lomba Kostum, Kemerdekaaan RI 2026, Bimas Katolik, Kegiatan perlombaan, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan, HUT Kemerdekaan RI ke-81, Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”

    Kostum Terbaik, Ketahanan Pangan, Perlombaan, Kemerdekaan, HUT RI, NKRI, 81 Tahun, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
    Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Bulan Kitab Suci Bukan Sekadar Baca Buku Saja

    Bulan Kitab Suci Bukan Sekadar Baca Buku Saja

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading