Malaikat-malaikat Allah Sukacita karena Orang Berdosa yang Bertobat

Seminggu belakangan ini saya terpikirkan mengenai kematian. Saya terbayangkan umur yang tak panjang akibat gangguan kesehatan, pandemi, dan lain sebagainya.

Saya terkejut, Injil hari Kamis 4 November 2021 menyapa saya untuk merefleksikan lebih mendalam mengenai kematian dan pertobatan.

Bacaan pertama dari Roma 14:7-12 menyadarkan saya kembali untuk memperbaiki kesalahan dalam berpikir terkait kematian.

Saya diinspirasi oleh Roh Kudus melalui nasihat Rasul Paulus, bahwa hidup ini untuk Tuhan dan mati kita bagi Tuhan (bdk. Roma 14:8).

Saya mengakui sempat melupakan Tuhan Yesus Kristus yang telah mati dan hidup kembali.

Yesus menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup (bdk. Roma 14:9).

Saya juga diinspirasi melalui perumpamaan dari Yesus dalam Lukas 15:1-10 tentang Domba dan Dirham yang hilang.

Saya menyadari telah menghilang sejenak dari Yesus dalam waktu hampir satu bulan belakang ini. Saya sempat tidak duduk berefleksi mendalam dan kurang intim berdoa kepada Yesus.

Namun demikian, saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali bertobat kepada Yesus dalam doa pribadi kali ini.

Iman saya juga disegarkan kembali bahwa ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan (bdk. Lukas 15:7).

Saya akui dalam refleksi dan aksi selama sebulan sebelumnya kurang dilakukan dengan benar. Saya terlalu sibuk “aksi” beraktivitas dalam kegiatan sehari-sehari dan mengabaikan “refleksi” pribadi, sehingga sirkulasi “praksis” kurang berjalan dengan baik.

Dalam pertobatan saya kali ini, saya dikuatkan lagi oleh Yesus yang mengatakan bahwa akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat (bdk. Lukas 15:10).

Dalam refleksi kali ini saya diinspirasi juga oleh Santo Kardinal Carolus Borromeus yang senantiasa cemas kalau-kalau ia dapat semakin jauh dari Tuhan karena banyaknya godaan di sekelilingnya.

Melalui teladan Santo Carolus, saya diingatkan untuk tetap setia memiliki waktu luang untuk berlatih menyangkal diri terhadap segala kesenangan dan senantiasa berusaha untuk rendah hati serta sabar.

Para sahabat terkasih,
Kita diajak untuk menyadari kembali bahwa hidup kita untuk Tuhan dan mati kita bagi Tuhan.

Kita perlu melakukan pertobatan, menyesali sikap dan tindakan yang keliru dan salah terhadap Tuhan, kepada keluarga dan sesama kita.

Mari kita semakin mengasihi Tuhan, semakin peduli pada sesama dan semakin bersaksi akan cinta kasih Tuhan.

+Terpujilah Engkau Tuhan, sekarang dan selama-lamanya. Amin.+

Bekasi Utara, Refleksi Awam, Kalender Liturgi, 04 November 2021 Kamis Pekan Biasa XXXI PW S. Karolus Borromues, Uskup

One thought on “Malaikat-malaikat Allah Sukacita karena Orang Berdosa yang Bertobat

Leave a Reply