Pater Kopong MSF: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Pentekosta

HATIYANGBERTELINGA.COM – Salah satu Hari Raya penting dalam Gereja Katolik dalam setahun yang mengakhiri masa Paskah dan perayaan permulaan Gereja adalah Hari Raya Pentekosta.

Dan biasanya dalam Hari Raya ini ucapan selamat bertebaran di dinding-dinding facebook maupun WhatsApp baik melalui japri maupun group. Namun pertanyaannya: “Tahukah kita tentang Hari Raya Pentekosta”?

#1 Waktu dan Asal Usul Pentekosta

Pentekosta selalu dirayakan 50 hari setelah wafat dan kebangkitan Yesus dan 10 hari setelah kenaikan-Nya ke Surga. Perayaan Pentekosta bergantung pada waktu atau tanggal perayaan Paskah, biasanya jatuh di antara tanggal 10 Mei dan 13 Juni.

Waktu perayaan ini juga di mana umat Katolik mendapatkan konsep Novena – doa sembilan hari – karena dalam Kisah Para Rasul 1, Maria dan para Rasul berdoa bersama “terus menerus” selama sembilan hari setelah Kenaikan menjelang Pentakosta. Secara tradisional, Gereja berdoa Novena kepada Roh Kudus pada hari-hari sebelum Pentekosta.

Nama hari itu sendiri berasal dari kata bahasa Yunani “Pentekosta” yang berarti ke-50. Hal ini sepadan dengan hari libur Yahudi “Shavuot” yang jatuh pada 50 hari setelah Paskah. Shavu’ot seringkali juga dikenal sebagai pertunjukan mingguan, mengacu pada tujuh Minggu setelah Paskah.

Awalnya, Shavu’ot adalah Pesta Panen namun sekarang menjadi peringatan pemberian Taurat kepada Musa di gunung Sinai. Setiap tahun, orang-orang Yahudi memperbarui penerimaan mereka akan pemberian Taurat pada hari raya ini.

#2 Apa Yang Terjadi Pada Pentekosta?

Di dalam tradisi Kristiani, Pentekosta ada Perayaan salah satu Pribadi dari Tritunggal Maha Kudus yaitu Roh Kudus yang turun atas para Rasul, Maria dan para pengikut pertama Yesus yang berkumpul dan berdoa bersama di dalam salah satu ruangan yang tertutup rapat.

Tiba-tiba angin “dahsyat” memenuhi ruangan tempat mereka berkumpul, dan lidah-lidah api berhenti di atas kepala mereka dan seketika mereka mampu berbicara dalam bahasa yang berbeda namun mereka dapat saling memahami. Itu adalah fenomena yang aneh sehingga beberapa orang mengira orang-orang Kristen hanya mabuk – tetapi Petrus menunjukkan bahwa peristiwa itu adalah karya Roh Kudus.

Roh Kudus juga memberikan kepada para Rasul karunia-karunia lainnya dan buah-buah yang diperlukan untuk memenuhi dan melaksanakan amanat agung yaitu untuk pergi keluar dan mewartakan Injil ke segala bangsa. Ini adalah pemenuhan janji Kristus dalam Perjanjian Baru (Lukas 24: 46-49) bahwa para Rasul akan diperlengkapi dengan kuasa sebelum mereka akan diutus untuk menyebarkan dan mewartakan Injil.

#3 Dasar Kitab Suci

Peristiwa utama Pentakosta (angin kencang dan lidah api) ada dalam Kisah Para Rasul 2:13, meskipun demikian peristiwa-peristiwa lain ikut menyertai setelah kejadian itu (homili Petrus, pembaptisan ribuan orang) berlanjut sampai ayat 41.

#4 Selamat Ulang Tahun Gereja

Tepat setelah Pentakosta, Petrus, yang diilhami oleh Roh Kudus untuk pertama kalinya berkotbah kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang yang tidak percaya, di mana ia membuka tulisan suci Perjanjian Lama, yang menunjukkan bagaimana nabi Yoel menubuatkan peristiwa-peristiwa dan kedatangan Roh Kudus pada hari Pentakosta.

Dia juga memberi tahu orang-orang bahwa Yesus yang mereka salibkan adalah Tuhan dan dibangkitkan dari antara orang mati, yang “menyayat hati mereka.” Ketika mereka bertanya apa yang harus mereka lakukan, Petrus mendesak mereka untuk segera bertobat dari dosa-dosa mereka dan memberikan diri untuk dibaptis. Menurut kisah dalam Kisah Para Rasul, sekitar 3.000 orang dibaptis setelah mendengarkan khotbah Petrus.

Karena alasan ini, Pentakosta dianggap sebagai hari lahir Gereja – Petrus, sebagai Paus pertama, berkhotbah untuk pertama kalinya dan mempertobatkan ribuan orang yang kemudian menjadi anggota berimannbaru dalam kelompok mereka. Para rasul dan orang beriman, untuk pertama kalinya, dipersatukan oleh bahasa yang sama, dan semangat yang sama serta tujuan yang sama yaitu pergi dan mewartakan Injil.

#5 Pakaian Liturgi dan Kebiasaan Pentekosta di Seluruh Dunia

Pada hari raya Pentekosta biasanya para imam akan mengenakan kasula dan stola berwarna merah, simbol api yang membakar cinta Tuhan dan lidah api yang turun pada para Rasul.

Namun, di beberapa bagian dunia, Pentakosta juga disebut sebagai “White Sunday”, atau White Sunday (Minggu putih) merujuk pada kasula dan stolah warna putih yang biasanya dipakai di Inggris dan Irlandia. Putih adalah simbol merpati yang adalah lambang Roh Kudus, dan khas pakaian putih yang dikenakan katekumen yang ingin dibaptis pada hari itu.

Tradisi Pentakosta di Italia adalah menebarkan daun mawar dari langit-langit gereja untuk mengingat mukjizat dari lidah api yang menyala-nyala dan di beberapa tempat di Italia, Pentakosta kadang-kadang disebut Pascha Rosatum (mawar Paskah).

Di Prancis, dilaksanakan tradisi meniup sangkakala selama Misa untuk mengingat suara angin yang menggerakkan Roh Kudus.

Di Asia (seperti di Pilipina), biasanya memiliki perayaan tambahan, yang disebut genuflexion, di mana umat berlutut selama puisi dan doa panjang dibacakan.

Di Rusia, para pengunjung misa sering membawa bunga atau cabang hijau selama kebaktian Pentakosta.

Manila: 22-Mei-2021

Pater Tuan Kopong MSF

Leave a Reply