Pillow Talk Ternyata Punya Banyak Manfaat

“Listen with curiosity. Speak with honesty. Act with integrity. The greatest problem with communication is we don’t listen to understand. We listen to reply. When we listen with curiosity, we don’t listen with the intent to reply. We listen for what’s behind the words.” ― Roy T. Bennett

HATIYANGBERTELINGA.COM – Semua orang pasti punya kesibukan sehari-hari, dimulai dari bekerja, melakukan prioritas hidup hingga peran tanggungjawab lainnya, bahkan bukan hanya orang dewasa yang punya kesibukan tersendiri, anak pun juga ikut-ikutan sibuk, seperti sekolah online, belajar tambahan, hingga main.

Nah, salah satu cara membangun quality time dengan pasangan atau pun anak, dapat melalui pillow talk loh.

Pillow talk diartikan sebagai percakapan intim yang terjadi sebelum tidur. Hal ini bukan hanya tentang hal seksual. Jika membahas tentang seksual, maka dapat dikategorikan sebagai “dirty talk” karena berbau seksual dan menggunakan kata-kata sensual.

Fokus dari pillow talk adalah bersifat lebih intim dan umumnya melibatkan hati ke hati atau pun sekedar menceritakan keseharian.

Amanda Denes di tahun 2012 menyatakan bahwa dengan pillow talk, maka akan meningkatkan hormone oksitosin yang lebih dikenal sebagai “hormon ikatan,” sehingga dapat dikaitkan dengan kasih sayang dan keintiman fisik.

Lebih lanjut, oksitosin dapat mengurangi stres, mengurangi persepsi ancaman sosial, meningkatkan ikatan, dan meningkatkan kemampuan membaca isyarat emosional.

Taukah, pillow talk dapat mengurangi konflik loh.

Amanda Denes dkk di tahun 2019 melakukan penelitian kepada 50 pasangan yang melakukan pillow talk selama 3 minggu dan diuji dengan air liur mereka antara sebelum dan sesudah pillow talk. Menggunakan air liur untuk diuji kadar kortisol sebagai tanda fisiologis dari stres. Hasilnya, semakin meningkatnya pillow talk akan semakin menghasilkan kepuasan hubungan khususnya pada pria (tetapi tidak untuk wanita).

Amanda Denes juga menambahkan bahwa pillow talk dapat diartikan sebagai bentuk perilaku kasih sayang yang penting, dan bentuk konteks relasional yang penting, hingga mampu meningkatkan kepuasan hubungan khususnya pria.

Pillow talk bukan hanya untuk pasangan tapi dapat juga dimanfaatkan untuk anak.

Pillow talk sendiri dapat dilakukan dalam posisi tiduran, santai, dan mungkin dapat sambil berpelukan. Nah, paling penting adalah saling tatap-tatapan dan fokus menikmati kebersamaannya.

Selain pasangan, jika sudah punya anak, biasanya sebelum tidur anak-anak akan memberikan pertanyaan yang “BOOM!”, mengejutkan kita, bukan? Misalnya, “Kenapa air laut asin?” atau “Kenapa bayi dapat ada di perut ibu?” atau “Mengapa ada perempuan dan laki-laki?”.

Nah, dari literatur Jeffrey L. Fannin, dengan judul “Understanding Your Brainwaves”, ketika manusia berada kondisi paling aman dan santai, maka gelombang otak beruah antara siklus Alfa dan Teta. Umumnya, aneka memasuki gelombang alfa, ketika santai.

Sementara pada orang dewasa, diciptakan saat meditasi.

Dalam keseharian anak, anak biasanya mengamati lingkungan, belajar, memiliki banyak pertanyaan, punya berbagai macam emosi, sehingga ketika malam, mereka akan mulai mencurahkan pertanyaan atau pun emosi tersebut saat malam hari. Oleh karena itu, malam hari sebelum anak tertidur, disebutkanlah sebagai “The magical time”.

Seperti yang dijabarkan sebelumnya, pillow talk dapat membuat kita dekat secara emosi dengan pasangan atau pun anak kita.

Lalu, dapat meluruskan atau mengurangi konflik karena kita mulai membahas permasalahan yang terjadi atau sekedar ada waktu komunikasi.

Kemudian, dapat menjadi kegiatan yang memberikan enegri positif sebelum mengakhiri hari dan sumber semangat di hari esok.

Selain itu, kita dapat juga mengenang momen special bersama orang yang special seperti pasangan dan anak, sehingga semakin mendekatkan.

Kemudian, dengan pillow talk kita dapat meyakinkan orang yang kita cintai bahwa dia punya support system dan dapat memberikan dia rasa aman, yaitu kita.

Lalu, tercipta pula kebahagiaan dan keharmonisan hubungan kita, mengingat konfliknya sama-sama dibicarakan hingga menemukan jalan keluar.

Oh ya, terakhir, manfaat pillow talk lainnya adalah kita dapat merencanakan hari esok atau pun petualangan bersama.

Yuk, mulai lakukan pillow talk malam ini.

 

Octavia Putri, MPsi, Psikolog

Leave a Reply