05 March 2024

Saat Ada Ganjalan Sama Orang Lain Sewaktu Berdoa, Ampuni Segera!

3

Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.

Saat membaca Injil Markus 11:11-26, pada 28 Mei 2021, perhatian saya ditarik pada ayat 25 dan langsung teringat sewaktu berdoa dalam perayaan Ekaristi beberapa waktu silam.

Beberapa kali saya agak risih ketika mau berdoa karena ada suatu “ganjalan” sama orang lain. Kadang perasaan kesal, marah, ngambek, masih muncul saat mau misa di gereja.

Saya memakai kata “ganjal” (mengganjal) dalam KBBI yang artinya (ki) “terasa tidak menenangkan hati; terasa mengganggu pikiran”.

Namun demikian, saya bersyukur kepada Tuhan diingatkan-Nya untuk mengampuni orang lain. Perkataan Yesus pada ayat 25 ini sering kali muncul mengingatkan saya ketika mau berdoa pribadi maupun saat berdoa bersama umat beriman lainnya.

Di hati kecil saya bilang, “Mel, ampuni dulu dia yang buatmu kesal tadi.”

Pernah juga, Tuhan tiba-tiba mengingatkan saya pada sosok orang yang sudah lama saya lupakan karena telah bikin sakit hati. Namun orang tersebut muncul pada saat saya doa dalam misa.

Saat itu saya pun mencoba berdoa dengan tenang, membayangkan orang tersebut. Meski pun perasaan tidak menyenangkan mengingat kembali kesalahan orang lain itu, tapi Tuhan mendorong saya untuk mengampuni orang tersebut lebih mendalam.

Tidak gampang, kadang sulit, namun Tuhan memampukan saya mengampuni kesalahan orang lain itu.

Beberapa kali, saya dilatih Tuhan untuk terus mendoakan pengampunan terhadap kesalahan orang lain. Saya diajak Tuhan untuk membayangkan wajah orang tersebut dan melihat sisi baiknya dari orang itu.

Kadang godaan untuk kesal dan marah sakit hati itu ada muncul bersamaan sewaktu berdoa. Namun Tuhan membantu saya untuk fokus memikirkan kebaikan-kebaikan pada orang tersebut.

Suatu ketika saya menghadap Tuhan melalui Sakramen Ekaristi Maha Kudus. Dalam Adorasi itu saya tiba-tiba terbayangkan orang yang bersalah pada saya. Tidak mudah saat berdoa dalam adorasi.

Namun saya bersyukur kepada Tuhan yang lagi-lagi memampukan saya mendoakan dan mengampuni orang lain yang bersalah. Saya pertama-tama diminta untuk meminta maaf lebih dulu pada orang lain tersebut meskipun saya merasa tidak bersalah.

Kemudian Tuhan meminta saya untuk mengampuni orang tersebut. Saya dan orang lain itu saling memaafkan dalam bayangan dalam doa. Saling meminta maaf itu terjadi saat saya menatap Sakramen Ekaristi. Seolah-olah Tuhan itu sebagai mediator atau saksi kami saling maaf-memaafkan.

Sesudah berdoa demikian, saya didorong untuk mendoakan orang lain itu lebih banyak. Mendoakan kesehatannya, mendoakan pekerjaannya, mendoakan usaha dan karyanya, mendoakan cita-citanya, mendoakan segala hal yang baik untuk dirinya.

Para sahabat terkasih, dalam doa pribadi, kadang orang-orang yang tidak menyenangkan itu muncul dengan sendirinya. Tapi kadang hilang sendiri dalam pikiran. Namun demikian Tuhan meminta untuk mendoakan pengampunan, bahkan sampai melewati batas 70x7x (bdk. Matius 18:21-22)

Saya pribadi, ketika munculnya ganjalan orang yang bersalah kepada saya di luar waktu doa pribadi, saya tetap mendoakannya dalam keadaan dan kondisi apa pun saat munculnya orang tersebut dalam pikiran dan hati saya.

Biasanya, saya meluangkan waktu 5-10 menit mendoakan pengampunan dengan membayangkan sosok orang tersebut. Menariknya, Tuhan selalu muncul dengan perkataan, “Kalau kamu berdiri (duduk) untuk berdoa (kepada-Ku), ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang.”

Lagi-lagi, saya bersyukur kepada Tuhan bahwa bacaan injil hari ini mengingatkan saya untuk selalu mengampuni orang yang bersalah pada saya.

Mengampuni kesalahan orang yang mengganjal sewaktu berdoa itu ternyata begitu indah dengan segala macam prosesnya, sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar (bdk. 1 Petrus 3:12).

+Dimuliakanlah Tuhan, detik ini dan selama-lamanya. Amin.+

Refleksi Awam, SY Melki SP di Bekasi Utara, Jumat, Pekan Biasa VIII (H). Sta. Margaretha Pole; St. Wilhelmus.

3 thoughts on “Saat Ada Ganjalan Sama Orang Lain Sewaktu Berdoa, Ampuni Segera!

Leave a Reply