Memilih Berbuat Baik dan Benar karena Yesus

#Refleksi Awam, 20 Januari 2021

_Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja._ (Markus 3:4)

Saya kalau ditanya mana yang diperbolehkan pada hari Sabat, milih berbuat baik atau jahat?

Saya akan milih yang baik. Tapi jujur saya pernah juga waktu mudika *”nyuri“* (ngambil) hosti (belum dikonsekrasi) di ruang sakristi pada waktu hari Sabat (selesai misa dan tinggal misdinar doang di situ).

*#Bukan untuk ditiru. Ini sikap saya yang salah dan berdosa karena saya  bandel waktu itu.*

Pikiran saya spontan, ingin mencicipi hosti. Saya merasa kurang kalau cuma satu. Apalagi ada wine juga jadi malah sekalian dinikmati.

*#Ini perbuatan dosa besar saya karena saya ikut-ikutan dengan mudika lainnya yang melakukan hal serupa lebih dulu.*

Jadi saya di hari sabat waktu itu berbuat baik dan berbuat jahat sekaligus. Terus jadi bagaimana dong?

Kalau direfleksikan kembali saat ini, mungkin saya sangat bandel saat remaja dulu. Saya sesekali melebarkan mulut dan pipi saat mengingat kembali masa lalu. Saya akui terasa senyum-senyum sendiri merefleksikan bacaan injil hari ini.

Detik ini, saya sungguh akui rasa sesal dan tobat. Jujur saya takut mengaku dosa kepada imam di ruangan pengakuan dosa untuk dosa saya masa remaja itu.

Dipikiran saya hingga sekarang, kalau saya akui di depan imam nanti malah dapat “penitensi” berat. Jujur itu pikiran masa lalu yang terbawa sampai hari ini.

Namun demikian, setelah membaca dan merefleksikan kutipan injil hari ini telah membangun niatan baru bagi saya untuk mengakui perbuatan dosa tersebut kepada imam sesegera mungkin *bila waktunya tepat secara offline.*

Nah.. berkaitan dengan injil hari ini, saya senang sekali Yesus memberikan pilihan yang cukup tajam untuk saya memilih: berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?

Tentu saja sekali lagi, saya akan memilih untuk berbuat baik dan benar pada hari Sabat dan setiap waktu hari-hari saya. Dan saya tidak memilih untuk *diam saja* atau bungkam dalam menyimpan dosa-dosa saya yang lama.

Maukah kita memilih berbuat baik selamanya?

#jadi ngaku dosa nih
#curcol publik

@Tebet Timur, Jakarta

*Melki Pangaribuan*


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spiritualitas

Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

3 Spirit & Mindset Efata Community

3 Spirit & Mindset Efata Community

Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Persembahan untuk Tuhan

Persembahan untuk Tuhan

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading