Kiat Hindarkan Anak dari Bahaya Medsos

hatiyangbertelinga.com – Penggunaan media sosial (medsos) secara berlebihan telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi pada anak maupun remaja.

Penulis buku dan pelatih psikologi positif, Diane Dreher, Ph.D menyampaikan bahwa perkembangan emosional dan intelektual anak bisa terganggu kalau mereka lebih banyak menggunakan media sosial alih-alih melakukan interaksi tatap muka, bermain, dan bercakap dengan teman.

Dikutip dari ANTARA, Selasa (15/9/2026), Dreher merekomendasikan beberapa upaya untuk menghindarkan anak dan remaja dari dampak buruk penggunaan platform media sosial secara berlebihan.

Kunjungi juga: Cara Cegah Oversharing di Medsos

Kunjungi juga: Anda Hiperealitas di Medsos? Ini Solusinya!

Menurut dia, meluangkan waktu untuk saling mendengarkan, makan malam tanpa perangkat elektronik, dan berbagi cerita tentang aktivitas sehari-hari bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak.

Hasil survei tentang penggunaan media sosial dan gawai pada remaja menunjukkan bahwa remaja akan merasa dipahami kalau orang tua berinteraksi dan berfokus pada koneksi yang autentik.

Kondisi yang demikian meningkatkan kemungkinan remaja untuk mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh orang tua berkenaan dengan penggunaan gawai dan media sosial.

Kunjungi juga: Pelayanan Paroki Secepat Chatting Medsos

Kunjungi juga: Tip Cegah Teknologi Batasi Interaksi Sosial Anak

Dreher juga menyarankan orang tua untuk membacakan buku kepada anak atau memberi mereka alternatif seperti buku audio untuk meningkatkan kemampuan imajinatif dan memperluas perspektif mereka.

Orang tua juga disarankan mendorong anak-anak untuk bermain dan terlibat dalam kegiatan kreatif seperti menggambar, melukis, atau memainkan alat musik.

Penelitian baru menunjukkan bahwa permainan aktif bukan hanya aktivitas rekreasi, tetapi pilar fundamental bagi perkembangan anak usia dini.

Bermain membantu anak-anak mengembangkan kemampuan kognitif, kekuatan sosial, ketahanan emosional, dan kesejahteraan fisik mereka.

Kunjungi juga: Liburan dan Urgensi Hari Libur Bebas Gawai

Kunjungi juga: Tips Berbisnis Pakai Media Sosial

Psikolog Jonathan Haidt menyarankan peningkatan batas usia minimum penggunaan internet menjadi 16 tahun guna melindungi otak anak dari paparan stimulus digital yang adiktif.

Di samping itu, pelarangan penggunaan ponsel dalam kegiatan di sekolah dinilai dapat membantu meningkatkan kesehatan mental siswa serta capaian akademik mereka.

Satu sekolah di Colorado, Amerika Serikat, mencatat penurunan kasus perundungan siber dan peningkatan performa akademik setelah melarang penggunaan ponsel di lingkungan sekolah.

Kunjungi juga: Segera Amankan Data Sosial Media dengan Autentikasi Dua Langkah

Kunjungi juga: Tujuh Cara Terapkan JOMO Sehari-hari

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Kiat Agar Anak Berani Laporkan Kekerasan dan Pelecehan Seksual

    Anak, orang tua, melaporkan tindak kekerasan, pelecehan, seksual, Psikolog klinis, Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog, Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia dalam Himpunan Psikologi Indonesia, Kiat Agar Anak Berani Laporkan Tindak Kekerasan dan Pelecehan

    Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”

    Kostum Terbaik, Ketahanan Pangan, Perlombaan, Kemerdekaan, HUT RI, NKRI, 81 Tahun, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
    Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading