Cara Cegah Oversharing di Medsos

HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog Ayu S. Sadewo S.Psi, Psikolog mengemukakan bahwa oversharing atau berbagi informasi berlebihan terutama di media sosial (medsos) kerap dilakukan individu tanpa sadar.

Menurut dia, individu yang melakukan oversharing dipicu faktor kondisi emosional yang sedang intens memicu perilaku impulsif terutama saat membuat unggahan di media sosial.

“Saat emosi sedang intens, orang jadi cenderung lebih impulsif hingga kurang memikirkan dampak dari unggahannya bahwa bisa saja hal yang dia unggah sudah berlebihan,” ujar Ayu, ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, dikutip hatiyangbertelinga.com, Jumat (27/2/2026).

Kunjungi juga: Tips Berbisnis Pakai Media Sosial

Kunjungi juga: Segera Amankan Data Sosial Media dengan Autentikasi Dua Langkah

Psikolog lulusan Profesi Psikolog di Universitas Indonesia itu mengatakan ⁠ciri-ciri oversharing sebagai tindakan yang dilakukan seseorang membagikan sesuatu secara berlebihan, seperti di media sosial.

Dalam konteks oversharing di media sosial, perilaku ini dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu konten yang diunggah terlalu bersifat personal atau pribadi dan bukan untuk ranah publik.

Selain itu, membagikan cerita yang melibatkan orang lain tanpa izin juga menjadi salah satu bentuk oversharing yang kerap tidak disadari.

“Konten yang sangat ‘emosional’ atau dilakukan saat intensitas emosi sedang tinggi, terlalu senang, terlalu sedih atau terlalu marah, atau emosi lain yang berlebihan,” imbuh dia.

Kunjungi juga: Tip Cegah Teknologi Batasi Interaksi Sosial Anak

Kunjungi juga: Peran Gereja dalam Perlindungan Sosial

Lebih lanjut, Ayu mengingatkan pentingnya kesadaran diri dalam mencegah oversharing di media sosial.

Menurut dia, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah perilaku impulsif agar tidak oversharing saat bermedia sosial dengan menerapkan teknik “pause” atau mengambil jeda sementara.

Dengan mengambil jeda, otak diberi kesempatan untuk kembali berpikir rasional.

Kondisi tersebut membuat individu bisa lebih dikuasai oleh proses berpikir dibandingkan emosi sesaat.

“Supaya ngga impulsif, take a ‘pause’ dulu. Sebelum unggah, ambil waktu sejenak, bisa sambil tarik nafas buang nafas beberapa kali, supaya proses berpikir kembali on,” tutur dia.

Kunjungi juga: Anda Hiperealitas di Medsos? Ini Solusinya!

Kunjungi juga: Pelayanan Paroki Secepat Chatting Medsos


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Related Posts

Leave a Reply

Spiritualitas

Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

3 Spirit & Mindset Efata Community

3 Spirit & Mindset Efata Community

Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Persembahan untuk Tuhan

Persembahan untuk Tuhan

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

Pendidikan Bernafas Eros

Pendidikan Bernafas Eros

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading