Enam Tahap Bermain Anak dapat Mencerminkan Perkembangan Sosialnya

“Play is our brain’s favorite way of learning.” – Diane Ackerman

HATIYANGBERTELINGA.COM – Semua orang percaya, masa kanak-kanak adalah masa bermain. Bahkan hingga dewasa pun, bermain merupakan hal yang wajar.

Octavia Putri, MPsi, Psikolog, dilansir hatiyangbertelinga.com, hari Senin (15/11/2021) mengatakan selain demi hiburan, bermain ternyata juga memiliki banyak manfaat, seperti mengembangkan kemampuan diri, fisik, kognitif, emosi, dan sosialnya.

Tapi tahukah, cara bermain dari anak dapat mencerminkan perkembangan sosial mereka loh.

Perkembangan sosial pada anak perlu distimulasi agar membantu anak menghadapi masa depan khususnya agar ia siap berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan rumah, keluarga besar, sekolah, dan masyarakat.

Baca juga: Kenali Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-24 Bulan

Mildred Parten Newhall menjabarkan tahap bermain anak. Menurutnya ada enam tahap bermain, yakni unoccupied play, solitary play, onlooker play, parallel play, associative play, dan social play.

Pada tahap unoccupied play, umumnya anak terlihat tidak benar-benar terlibat dalam permainan, ia hanya melihat hal yang menarik dan ia akan menyibukan dirinya dengan mainan itu.

Sementara, jika tidak menarik, maka ia akan langsung meninggalkan permainannya. Misalnya, anak mengerakkan tubuhnya dan melakukan sesuatu yang tidak jelas. Biasanya anak baru lahir hingga usia 3 bulan.

Tahap berikutnya adalah solitary play. Ditahap ini, anak cenderung bermain sendiri, dimulai dari usia lahir hingga usia 2 tahun.

Ia akan sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak memperhatikan orang lain atau pun temannya. Anak juga tidak ada usaha untuk berinteraksi dengan orang lain.

Jika mainan anak direbut, ia akan merasa terganggu. Selebihnya, ia akan fokus dengan permainan yang ia mainkan saja.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Toleransi Sejak Usia Dini

Tahapan onlooker play, bermain di tahapan ini dikenal sebagai bentuk mengamati. Biasanya, anak-anak berusia 2 tahun cenderung mengamati anak lain bermain dan sudah muncul minatnya untuk bergabung dengan teman yang belum dikenalnya.

Pada anak yang belum kenal “rasa malu”, mereka akan langsung bergabung.

Sementara, anak yang sudah kenal “rasa malu”, cenderung menjadi pengamat terlebih dahulu dan tampak ragu-ragu untuk bergabung, walau pun nantinya ia akan bermain bersama.

Pengamatan yang dilakukan anak adalah melihat bagaimana perilaku temannya itu, bentuk permainannya, hingga interaksi bermain itu sendiri.

Lanjut, pada tahap parallel play, dimana kegiatan bermain dua atau lebih anak, tetapi permainan yang dilakukan tidak berhubungan. Mereka terlihat melakukan hal bersama, tetapi saling sendiri-sendiri dan tidak bekerja sama.

Umumnya diusia 2 tahun hingga 3 tahun. Misalnya, sekelompok anak bermain mobil-mobilan atau main mandi bola, mereka berada di tempat yang sama dan saling berdekatan tetapi sebenarnya mereka bermain sendiri-sendiri.

Nah, kalau usia anak sudah sekitar 3-4 tahun, maka mereka biasanya berada di tahapan associative play, kegiatan mainnya sudah ada interaksi, tetapi berarti mereka bermain bersama karena masih main sendiri-sendiri. Contohnya, saling tukaran atau pinjam mainan.

Tahap terakhir adalah social play. Umumnya pada anak di atas 4 tahun. Di dalam permainan ini sudah ada pembagian tugas dan pembagian peran antar anak. Maksud permainan ini untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, main keluarga-keluargaan.

Baca juga: Bolehkah Ngeprank Anak-anak? Ini Dampaknya Loh!

Di dalam permainan sudah ada peran ayah dan peran ibu, bahkan peran anak itu sendiri. Atau bermain polisi-polisian, ada yang jadi polisi dan penjahatnya.

Atau contoh lain, main jual-beli seperti di pasar, maka akan ada yang berperan sebagai penjual maupun pembeli. Tahap ini menjadi sarana bagi anak belajar berinteraksi dan sosialiasi.

Yuk, mulai amati permainan anak. Karena dengan bermain anak melakukan pembelajaran.

“When children pretend, they’re using their imaginations to move beyond the bounds of reality. A stick can be a magic wand. A sock can be a puppet. A small child can be a superhero.” – Fred Rogers


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”

    Kostum Terbaik, Ketahanan Pangan, Perlombaan, Kemerdekaan, HUT RI, NKRI, 81 Tahun, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
    Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading