Melihat dan Mendengar Yesus

Matius 13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Para Sahabat terkasih,
Saat merefleksikan Matius 13:16-17, saya diinspirasi dari ayat 16 itu.

Ada dua kata yang menarik perhatian saya, yaitu melihat dan mendengar.

Beberapa minggu belakangan ini, penglihatan mata saya memang agak berkurang baik, seperti ada bayangan saat melihat pada malam hari atau buram saat melihat teks layar elektronik.

Mungkin karena mata saya terlalu sering terkena radiasi layar biru dari gawai smartphone dan laptop.

Maklum saja, selain karena kerja saya di media online, saya suka lama menatap layar gawai dalam seharian.

Saya memang belum memeriksa kedua bola mata saya dengan alat kesehatan.

Saya juga belum tahu apakah mata saya minus, plus, atau silinder.

Pikir saya kedua mata saya akan juga membaik dengan cukup istirahat melihat gawai saja.

Jadi hingga detik ini saya merasa belum perlu memakai bantuan lensa kacamata.

Demikian pula pendengaran saya, kadang istri atau orang lain yang berbicara dengan saya akan terdengar pelan atau kurang jelas terdengarnya.

Kadang saya meminta istri mengulang lagi perkataannya bila dia bicara agak pelan volume suaranya.

Dugaan saya mungkin dikarenakan selama ini telinga saya terlalu keras mendengarkan audio rekaman saat mentranskrip hasil wawancara kerjaan saya.

Maklum saja, sebagai jurnalis saya suka menuliskan ulang dari percakapan wawancara dengan orang lain.

Biasanya saat menggunakan headset/earphone dengan volume cukup keras agar suara rekaman wawancara dapat dituliskan dengan benar.

Saya merasa belum perlu memakai alat bantu dengar.

Jadi bagi saya cukup konsentrasi saja mendengar volume suara orang lain yang kadang terdengar pelan.

Para sahabat terkasih,
Bacaan injil kali ini cukup singkat yaitu dua ayat saja yang menjadi bagian perikop “Perumpamaan tentang seorang penabur”.

Yesus menyebut murid-murid-Nya berbahagia karena mata mereka melihat dan telinganya mendengar untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga (Lihat, bdk. Matius 13:11).

Kata Yesus, “sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Para sahabat terkasih,
Kita sering kali melihat dan mendengar banyak hal yang baik dan juga yang buruk.

Saya mengakui masih suka melihat dan mendengar yang buruk.

Mata dan telinga saya kurang dipergunakan dengan baik dan benar.

Saya sendiri menyadari pentingnya untuk melihat dan mendengar yang baik dan benar.

Bacaan injil kali ini menginspirasi saya untuk lebih mempergunakan mata saya untuk melihat kehendak Tuhan Yesus dalam hidup saya, ketimbang melihat kemauan selera saya saja.

Saya juga diinspirasi untuk kembali mendengarkan suara hati Tuhan Yesus ketimbang mendengarkan suara ego pribadi.

Saya disadarkan kembali untuk melihat Tuhan saat menjumpai sesama yang tersisih dan terpinggirkan.

Saat berbagi kepada sesama tersebut, saya melihat Tuhan dalam diri orang yang saya bantu itu.

Saya juga didorong untuk mendengarkan dengan baik dan penuh empati saat orang lain berkeluh kesah, seperti Tuhan yang penuh empati mendengarkan doa-doa saya.

Para sahabat terkasih,
Kita bersyukur dan berbahagia karena mengetahui rahasia Kerajaan Allah.

Kita bersyukur karena masih dapat melihat dan mendengar dengan baik.

Marilah kita lebih banyak melihat dan mendengarkan Tuhan Yesus dalam hidup kita dan dalam diri sesama.

Terlebih lagi ketika melihat orang lain yang membutuhkan perhatian dan bantuan, maka kita pun berkenan menolongnya.

 

Maukah saya selalu melihat dan mendengarkan Yesus?

+Dimuliakanlah Tuhan, detik ini dan selama-lamanya. Amin.+

Refleksi Awam oleh SY Melki SP di Bekasi Utara, Senin, 26 Juli 2021, Peringatan Wajib St. Yoakim dan St. Anna, Orangtua St. Perawan Maria.

Leave a Reply