Mengapa “Dan Bersama Rohmu” dan Bukan “Dan Sertamu Juga”?

HATIYANGBERTELINGA.COM – Pada 7 Mei 2021, buku Tata Perayaan Ekaristi (TPE) edisi baru 2020 dilluncurkan dan diperkenalkan bersama Bapa Ignatius Kardinal Suharyo (Ketua KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC (Sekjen KWI/Ketua Perkumpulan Rohani OBOR), dan Mgr. Petrus Boddeng Timang (Ketua Komlit KWI) di Jakarta.

Dengan peluncuran TPE 2020 itu maka seluruh Gereja Katolik Indonesia mulai menyesuaikan dan memberlakukan Tata Perayaan Ekaristi yang baru. Ada sejumlah perubahan dalam TPE 2020 yang menggantikan TPE 2005.

Salah satu pembaruannya adalah Salam Pembuka pada Ritus Pembuka Perayaan Ekaristi. Lalu Mengapa “Dan Bersama Rohmu” dan Bukan “Dan Sertamu Juga”?

Penerjemahan Tata Perayaan Ekaristi tidak sekedar menerjemahkan setiap kata Latin ke dalam bahasa Indonesia atau bukan sekedar soal rasa apakah tepat dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia atau tidak.

Yang paling utama dan penting dalam penerjemahan itu adalah selalu dalam kerangka refleksi Teologis Biblis. Artinya setiap kata ataupun kalimat dalam Tata Perayaan Ekaristi berbahasa Latin ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia selalu dalam terang refleksi Teologis Biblis artinya dalam terang hubungan dengan Tuhan dan Kitab Suci.

Salah satunya adalah salam pembukaan dari imam yang melibatkan tanggapan umat dalam pembukaan Misa, “Tuhan bersamamu” (The Lord be with you). Dan umat menjawab, “Dan bersama rohmu” (and with your spirit).

Jawaban umat, “Dan bersama rohmu lebih mencerminkan refleksi atas teks misa berbahasa Latin (“et cum Spiritu tuo”) dan bahasa Kitab Suci dari Santo Paulus dalam Galatia 6:18: “Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara.” (Lihat juga Filip 4:23 dan 2Timotius 4:22).

Jawaban ini juga lebih sepenuhnya mengungkapkan point teologis yang penting. Ketika kita mengatakan, “Dan sertamu juga” (and also with you), ada kesan bahwa tanggapan kita hanya dimaksudkan untuk mengungkapkan pertukaran salam pribadi atau niat baik secara timbal balik: “Semoga Tuhan menyertai kamu juga, pastor” (May the Lord be with yo, too, Father).

Alasan penting lainnya dengan jawaban umat; “Dan bersama rohmu” itu berkaitan dengan rahmat tahbisan yang diterima oleh seorang imam ketika ditahbiskan dan tindakan iman ketika merayakan Ekaristi. Ketika seorang laki-laki ditahbiskan menjadi seorang imam, Roh Kudus turun ke atasnya dengan cara yang unik, memampukan dia untuk merayakan misa secara sakral dan menguduskan Ekaristi.

Melalui jawaban “Dan bersama rohmu” (And with your spirit) kita mengakui karya Roh Kudus melalui imam selama perayaan Liturgi Suci. Kita mengarah pada “roh” imam, inti dari keberadaanya, dimana ia ditahbiskan untuk mempersembahkan kurban Misa.

Sesungguhnya, kita mengakui Tuhan kita Yesus Kristus yang adalah Kepala dari persekutuan umat beriman yang merayakan Liturgi yang bertindak melalui imam yang mempersembahkan Misa, dan mengakui Roh-Nya yang menjadi aktor utama dalam Liturgi, terlepas siapapun imam yang merayakan Misa.

Inilah salah satu dari banyak permata spiritual yang ditemukan dalam jawaban umat; “Dan Bersama Rohmu.”

Manila: 10-Mei 2021

RP Yohanes Kopong Tuan MSF

Leave a Reply