21 June 2024

Ngormatin Sohib Jesus Sama Seperti Ngormatin Allah

0

*Disclaimer!!! #Refleksi Awam edisi Generasi Milenial*

_Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia._ (Yohanes 5:22-23)

Hallo guys, jumpa lagi dengan gue setelah sekian hari berlalu.

Kali ini, gue refleksiin Yohanes 5:17-30, khususnya ayat 22-23 untuk bacaan Liturgi 17 Maret 2021.

Saat gue refleksiin ayat ini, sekilas gue keinget sama orang-orang yang masih enggak ngormatin Sohib Jesus.

Jangankan ngormatin Sohib Jesus, Allah Bapa saja belum tentu mereka ngormatin.

Kalo bro n sis join grup medsos tertentu, bakal nemuin orang yang masih suka ngina, sampe caki maki Sohib Jesus.

Bagi secuil orang-orang itu, Sohib Jesus hanyalah manusia biasa. Kadang mereka sebut hanya Nabi Isa.

Tapi kebanyakannya, mereka anggap Sohib Jesus bukan Tuhan. Karena mati disalib.

Saat tahu koment mereka yang macam-macam itu, gue memang agak sedih.

Sedihnya gue bukan karena Sohib Jesus yang dihina dina gitu. Tapi karena mereka enggak kenal “intim” dengan Sohib Jesus.

Memang sih, mereka yang enggak ngormatin Sohib Jesus sama aja enggak ngormatin Allah, Bapa kita.

Meski pun gue uda nginjili mereka, namun mereka masih juga ngeyel.

Gue enggak berhenti sampe di situ. Gue masih tetap semangat mewartakan Sohib Jesus dengan cinta kasih Kristus.

Bro n Sis Sohib Hati Yang Bertelinga, gue enggak mau bahas panjang lebar soal temuan komenan mereka di medsos itu.

Gue enggak membenci mereka. Tapi intinya, yang gue yakini sampe detik ini, gue ngormatin Sohib Jesus sama juga seperti ngormatin Allah Bapa.

Sohib Jesus bilang, “Semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.”

Kalo sama gue belum berhasil dalam penginjilan, namun gue yakin mereka akan nemuin penginjil lainnya.

Kalo pun sama penginjil lainnya juga enggak berhasil, gue yakin sama Sohib Jesus yang akan turun tangan untuk ngakimin mereka sendiri.

“… dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.” (Yohanes 5:29-30)

Ohia sohib Hati Yang Bertelinga dan sohib Jesus.

Kalo bro n sis masih nemuin orang yang belum ngormatin Sohib Jesus atau malah dia kagak sama sekali ngormatin Allah Bapa, maka kita teladani nih Santo Patrisius, seorang Uskup dan Pengaku Iman.

Santo Patrisius. (Google Photo)

Saint Patrisius yang lahir di Inggris tahun 389 itu dulunya seorang budak di negara Irlandia.

Patrisius dari umur 16 tahun diperlakuan tidak manusiawi dan itu membuatnya benci sama bangsa Irlandia.

Tapi dalam perjalanan hidupnya, Patrisius akhirnya maknai perbudakannya itu sebagai jalan Tuhan untuknya lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

Kesadarannya akan cinta kasih Kristus yang besar pada manusia, membuat Patrisius menghilangkan kebenciannya kepada bangsa Irlandia.

Patrisius kemudian mulai lebih mencintai bangsa Irlandia yang belum mengenal Kristus karena merasa prihatin sama cara hidup orang Irlandia yang kafir itu.

Kemudian Patrisius bertekad untuk membawa orang-orang Irlandia kepada Allah dengan berusaha mempertobatkan mereka.

Untuk melaksanakan tekadnya itu, ia berjuang meloloskan diri dari cengkraman perbudakan dengan pergi ke Gallia (sekarang: Prancis).

Kemudian Patrisius studi di Gallia hingga selesai. Lalu dia ditabhiskan menjadi imam.

Tekadnya untuk mempertobatkan bangsa Irlandia menjadi nyata saat dia kembali ke sana sebagai seorang misionaris Kristus.

Saat menjadi Uskup Irlandia, Patrisius berjuang keras membawa bangsa kafir itu kepada pengenalan akan Kristus dan Injil.

Keberhasilannya itu membuahkan hasil hingga pemimpin-pemimpin Irlandia yang masih kafir diyakinkannya dengan berbagai tanda ajaib. Panglima besar bersama seluruh anak buahnya ditobatkan dan dipermandikan.

Pemuda- pemudi Irlandia menyerahkan diri kepada Sohib Jesus dengan mengikuti teladan Patrisius.

Keberhasilan Uskup Patrisius ditunjang dengan pembangunan sekolah-sekolah dan gereja-gereja di seluruh Irlandia.

Santo Patrisius meninggal dunia pada tahun 461 dan oleh Gereja tiap tahun diperingati pada 17 Maret.

Bro n Sis sohib Hati Yang Bertelinga dan juga Sohib Jesus, mari kita ngormatin Sohib Jesus seperti ngormatin Allah.

Kita dapat jadi sarana Tuhan untuk mewartakan cinta kasih-Nya ke banyak orang.

Teladan hidup Santo Patrisius dapat dijadikan contoh untuk  mengenalkan Kristus kepada orang-orang yang tidak ngormatin Sohib Jesus dan Allah di zaman sekarang.

Mau kan gaes?

Sekian dulu sharing dan refleksi gue. Sampai jumpa lain waktu ya.

Salam satu iman dalam Sohib Jesus.

by Hati Yang Bertelinga

@Harapan Jaya


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading