Pastor Kopong MSF: Larangan Ucapan Natal Semakin Bermakna di Betlehem Indonesia

HATIYANGBERTELINGA.COM – Pater Yohanes Kopong Tuan MSF mengatakan bahwa larangan ucapan natal dan atribut natal membuat umat Kristen Katolik semakin bermakna, lantaran Natal kita tidak butuh ucapan maupun atribut natal.

Namun sebaliknya, kata Pastor Kopong, bahwa diri dan hidup kita yang penuh cinta, kedamaian, persatuan dan sukacita adalah Natal yang sesungguhnya untuk meneguhkan yang lain dan untuk ikut melihat dan menikmati sukacita cinta, kedamaian dan persatuan di Betlehem Indonesia.

Hal itu disampaikan Pastor Kopong MSF dalam tulisan berjudul “Natal Kami Semakin Bermakna Dengan Laranganmu” seperti dikutip hatiyangbertelinga.com, hari Rabu (15/12/2021) dari akun facebooknya. Di bawah ini tulisan lengkap Pastor Kopong MSF.

Yesus saja tidak mendapatkan tempat dihati oleh orang-orang “sekampung-Nya” sekalipun tempat penginapan, maka Ia harus lahir di kandang Betlehem (bdk. 2:7). Kandang yang oleh mata manusia adalah kehinaan justru menjadi kemuliaan dan sukacita bagi jagad semesta. Maka larangan apapun pada ucapan selamat dan penggunaan atribut Natal pantas kita haturkan terimakasih karena larangan itu adalah sebuah jalan sempit bagi kita menuju Betlehem.

Baca juga: Kemenag RI Larang Pawai Hingga Mudik Natal, Nomor 5 Wajib Bagi Umat Kristiani

Setiap tahun Natal kita selalu berhadapan dengan larangan. Walau sejatinya Natal kita tidak berhubungan dengan ucapan selamat maupun atribut natal. Ucapan selamat dan atribut natal hanyalah ungkapan syukur dan sukacita bersama bahkan menegaskan kemanusiaan dan ke-Indonesiaan kita sebagai jelmaan tertinggi dari kehidupan beragama dan beriman. Ucapan selamat hanyalah manifestasi iman dari ke-Nusantaraan kita yang selalu kita gaungkan yaitu “gotong royong” dan “Bhineka Tunggal Ika” dan tidak ada hubungan dengan perayaan Natal.

Oleh karena itu, menurut hemat saya larangan yang kita hadapi setiap kali merayakan Hari Raya Natal setiap tahun harus kita apresiasi dengan ucapan terimakasih karena membuat kita umat Kristen Katolik semakin memaknai perayaan Natal dengan menghidupi peristiwa kelahiran Yesus di kandang “hina” di Betlehem sebagai jalan untuk membawa damai dan sukacita bagi bangsa Indonesia. Inilah sejatinya Natal.

Baca juga: Keuskupan Agung Semarang Minta Umat Hindari Natalan Jorjoran

Natal adalah berjalan bersama Yesus, Maria dan Yosep dalam “penolakan” menuju Betlehem dan mengubah penolakan menjadi cinta, sukacita dan damai bagi semua. Natal adalah awal perjalanan salib yang menguatkan kita untuk menyuarakan kekuatan; “Jangan takut” (Luk 2:10) dan bukan ketakutan. Natal adalah berjalan bersama Yesus, Maria dan Yosep untuk hidup dan tinggal di tenga-tengah perbedaan dan bukan mendirikan tembok pemisah kemanusiaan dengan agama. Natal hanya sebuah nama, karena Natal sejatinya adalah Cinta, Damai, Kesatuan dan Keselamatan yang membebaskan.

Larangan yang selalu kita dengar setiap tahun menjelang perayaan Hari Raya Natal dan yang beberapa hari ini kembali diberitakan adalah jalan bagi kita yang merayakannya untuk memperlihatkan Natal yang sesungguhnya bahwa Natal adalah Solidaritas Allah yang menjadi sungguh-sungguh Manusia untuk tinggal dan berada bersama kita. Natal adalah Allah Yang menjadi Manusia memanusiakan manusia dan bukan membatasi ruang gerak manusia (bdk. Yoh 1).

Baca juga: Pastor Kopong MSF Tetap Menjadi Seorang Kristen Katolik Terlepas dari Luka-luka Gereja

Natal kita bukan soal salaman, pun pula bukan sekedar atribut. Tapi Natal kita adalah Cinta Allah yang menjadikan Betlehem rumah kita bersama. Larangan itu hanyalah sebuah ketakutan pada agama dan bukan kemerdekaan iman sebagai orang beragama. Di Betlehem itu, kita meyakinkan kepada mereka para perumus larangan bahwa iman para gembala justru melebih iman orang-orang pintar, dimana kita yang adalah para gembala sederhana menjadikan Indonesia sebagai Betlehem Cinta, Kedamaian dan Persatuan dalam keberagaman (bdk. Luk 2:15).

Larangan mereka membuat Natal kita semakin bermakna, lantaran Natal kita tak butuh ucapan maupun atribut namun sebaliknya diri dan hidup kita yang penuh Cinta, Kedamaian, Persatuan dan Sukacita adalah Natal yang sesungguhnya dimana meneguhkan yang lain untuk ikut melihat dan menikmati Sukacita Cinta, Kedamaian dan Persatuan di Betlehem Indonesia.

Manila: 15-Desember 2021
Pater Tuan Kopong MSF

Baca juga: Pater Kopong MSF: Katolik Tidak Menyembah Berhala


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik, 1 Timotius 2:1-4, Doa Pembawa Damai, Santo Fransiskus Asisi, Doa Kebangsaan, Monas, Jakarta, NKRI, HUT RI, HUT ke-81 RI, hatiyangbertelinga.com, Romo Fransiskus Yance Sengga S.Fil., Lic.Th., Agama Katolik, memimpin doa, Monumen Nasional (Monas), Kementerian Agama, KWI

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Pelayanan, Komunitas Efata, ibadah, Persekutuan Doa, Gereja Bethesda, Jakarta, Mengucapkan Hal yang Tersembunyi, Matius 13:35, Kiranya pelayanan komunitas Efata menjadi saluran kasih dan berkat Tuhan untuk semua umat beriman yang hadir, Amin, AMDG, Salve, Salam Mecin, Mendengar dengan Cinta

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading