Pastor Kopong Sebut Ustadz Adi Hidayat Sesat Menafsirkan Kitab Kejadian 32:28 di tvOne

HATIYANGBERTELINGA.COM – Dari RP Yohanes Kopong Tuan MSF untuk Ustadz Adi Hidayat: Hakmu untuk Membela Palestina, Tapi Jangan Utak Atik Alkitab.

Ustadz…
Cara pandang kita dalam melihat konflik Israel vs Hamas memang berbeda. Ustadz membela Palestina itu hak Anda. Tapi sudah seharusnya menjadikan Al-quran untuk menjadi landasan pilihan dan pembelaanmu bagi Palestina tanpa harus mengutak atik Alkitab agama saya: Katolik.

Ustadz membela Palestina, saya membela kemanusiaan dan perdamaian bagi Palestina dan Israel. Karena bagi saya kemanusiaan lebih mulia daripada hanya membela salah satu pihak. Karena sekali lagi menurut saya, konflik Israel vs Hamas menuai korban masyarakat sipil terutama anak-anak di kedua belah pihak.

Ustadz…
Saya perlu tegaskan bahwa Alkitab adalah Wahyu Allah yang ditulis dengan ilham atau inspirasi Roh Kudus. Apapun yang tertulis dalam Alkitab tidak ada hubungannya sama sekali dengan konflik Israel vs Hamas hari ini. Alkitab adalah Wahyu Allah maka segala yang tertulis itu pertama-tama adalah untuk membangun perjanjian, hubungan dan kesetiaan dengan Allah.

Saya secara pribadi berkali-kali menyerukan untuk stop menjual ayat-ayat suci untuk membenarkan konflik Israel vs Hamas. Karena dengan menjual ayat-ayat suci kita sedang menjual dan menjadikan agama bersama Kitabnya sebagai legitimasi terhadap setiap bentuk kekerasan.

Dan seringkali sikap yang sering menjual ayat-ayat suci pada akhirnya terjebak dan jatuh pada penafsiran atas Kitab Suci agama lain seperti yang dilakukan oleh Ustadz dalam program Fakta tvOne dengan judul (di YouTube): Runutan Sejarah Hubungan Indonesia dan Palestina yang disiarkan pada tanggal 24-Mei 2021, terutama pada menit ke 6:04 sampai menit ke 7:12.

Yang mengherankan bahkan bagi saya memprihatinkan adalah bahwa tema diskusinya adalah soal sejarah hubungan Indonesia dan Palestina tetapi Anda justru secara sadar dan sengaja serta salah besar dan menyesatkan mengutak atik dan menafsirkan ayat Alkitab dari Kitab Suci Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 32:28.

Ustadz…
Masing-masing agama memiliki cara penafsiran yang berbeda-beda atas Kitab Suci agamanya. Maka seorang imam seperti saya tidak bisa menggunakan standar tafsir atas Alkitab untuk menafsir Al-quran. Demikian juga sebaliknya, Ustadz tidak bisa juga menggunakan cara tafsirmu atas Al-quran untuk menafsir ayat-ayat Alkitab agama saya yaitu Katolik. Itu yang Ustadz harus sadari dan paham!

Bahkan dalam setiap agama tidak semua jemaatnya memiliki kemampuan dan kuasa untuk menafsir atau menginterpretasikan ayat-ayat suci dalam Alkitab terutama dalam Katolik kewenangan untuk menafsir dan menginterpretasikan ayat-ayat Alkitab ada pada yang disebut Magisterium (Kuasa Mengajar Ajaran Resmi Gereja) yang dibantu oleh para ahli. Itu yang Ustadz harus sadari dan paham!

Ustadz…
Adalah sebuah fitnah ketika Anda mengatakan bahwa perubahan nama Yakub menjadi Israel diubah oleh orang untuk menunjukan superioritas atau otoritas Israel hari ini. Sebagai Sabda Allah tidak ada yang bisa mengubah isi Alkitab.

Dalam konteks Kitab Kejadian orang yang bergulat dan menanyakan nama Yakub adalah Malaikat Tuhan (bdk. Kej 16:7-11). Dan dalam beberapa perikop Allah ketika menyampaikan Sabda-Nya juga melalui pengantaraan Malaikat Tuhan. Maka bagaimana mungkin Malaikat Tuhan melawan kehendak Allah dengan mengubah nama Israel?

Dan perubahan nama Yakub menjadi Israel sama sekali tidak ada hubungannya dengan bangsa Israel yang hari ini berperang melawan Hamas. Israel yang dimaksud dalam konteks Kejadian 32:28 pertama-tama adalah gambaran Gereja, sehingga Gereja disebut sebagai Israel yang baru (Lumen Gentium. 9). Israel pertama-tama juga adalah pengikut Kristus sebagai milik Allah (Gal 6:16).

Ustadz…
Gereja Katolik didalam menafsirkan ayat-ayat suci didalam Alkitab tidak sekedar comot atau mencocokan. Tetapi selalu ada pedoman yang dijadikan landasan, seperti berikut ini:

1. Memperhatikan isi dan kesatuan seluruh Kitab Suci.
Kita harus mengartikan ayat tertentu dalam Kitab Suci dalam kaitannya dengan pesan Kitab Suci secara keseluruhan. Mengartikan satu ayat atau bahkan satu kalimat saja namun tidak memperhatikan kaitannya dengan ayat yang lain, dapat menyesatkan diri sendiri dan siapapun yang mendengar dan membacanya.

Maka Ustadz, jika membaca Kitab Kejadian 32:28, lihat juga hubungan dengan ayat sebelumnya. Ketika Ustadz mempertanyakan soal Yakub yang menang melawan Tuhan, lihat juga konteksnya pada ayat ke 25 dimana Tuhan memukul sendi pangkal paha Yakub. Artinya kemenangan Tuhan juga menjadi kemenangan Yakub yang terus berjuang dalam doa penuh iman kepada Tuhan.

2. Membaca Kitab Suci dalam terang tradisi hidup seluruh Gereja.
Gereja mengajarkan bahwa kita harus menginterpretasikan Kitab Suci sesuai dengan Tradisi hidup seluruh Gereja, sebab “Kitab suci lebih dulu ditulis di dalam hati Gereja daripada di atas pergamen (kertas dari kulit)”. (KGK 113, Dei Verbum 16). Di dalam Tradisi Suci inilah Roh Kudus menyatakan kenangan yang hidup tentang Sabda Allah dan interpretasi spiritual dari Kitab Suci. Tradisi Suci tercermin dari tulisan Para Bapa Gereja, dan ajaran- ajaran definitif yang ditetapkan oleh Magisterium, seperti yang dihasilkan dalam Konsili-konsili, Bapa Paus maupun yang dijabarkan dalam doktrin Gereja.

Oleh karena itu saya menganjurkan kepada Ustadz agar ketika Anda menyampaikan pendapat Anda termasuk untuk membela Palestina silahkan Anda dengan bebas menggunakan dan menafsirkan ayat-ayat Al-quran dan STOP mengutak-atik secara sesat dan sembarangan ayat-ayat suci di dalam Alkitab agama saya: Katolik.

Ingat Ustadz; ukuran yang Anda gunakan untuk menafsir ayat-ayat Al-quran TIDAK BISA DIJADIKAN UKURAN untuk menafsirkan Alkitab. Semoga sampai disini Anda paham!

Salam damai selalu. Tidak ada bela Palestina, Tidak ada bela Israel. Yang ada adalah: Bela Kemanusiaan dan Perdamaian.

Manila: 25-Mei 2021
Pater Tuan Kopong MSF

Baca juga:

Pastor Kopong Sebut Ustadz Adi Hidayat Pakai Ilmu Cocoklogi Jelaskan Jamaahnya Kata Gereja dan Hari Minggu

Leave a Reply