Pastor Kopong MSF Usulkan Anggota Tunggal Hati Seminari (THS/THM) Dibekali Ilmu Intelijen Hadapi Teroris di Indonesia

HATIYANĢBERTELINGA.COM – Pastor Kopong MSF mengusulkan anggota Tunggal Hati Seminari (THS)/Tunggal Hati Maria (THM) dibekali ilmu intelijen untuk menghadapi teroris di Indonesia.

Kepada Melki Pangaribuan dari Hati Yang Bertelinga, hari Kamis (3/6/2021), Pastor Kopong menjelaskan ilmu Intelijen yang dimaksud tidak harus seperti militer.

“Tapi kepekaan untuk membaca situasi,” kata Pastor Kopong melalui pesan singkat.

Dalam tulisan berjudul: “Jangan Anggap Remeh Dengan Teroris: Dari Gereja Untuk NKRI Dan Pancasila
(Belajar Pada Pengalaman Mgr. Mandagi)” Pastor Kopong menjelaskan lebih rinci usulannya tersebut sebagai berikut.

Doa dan iman memang menjadi kekuatan kita. Namun tidak hanya itu. Kita perlu membangun sebuah sistem keamanan untuk keselamatan umat dan para gembala kita serta Indonesia.

Teroris yang kerap menyasar Gereja bukan tanpa alasan. Hanya satu alasan dan tujuan mereka yaitu mendirikan negara yang sesuai dengan ideologi mereka. Mengapa Gereja termasuk para uskup dan imam yang ikut menjadi target. Karena untuk bisa memecah belah umat dan bisa menguasai umat ketika pucuk pimpinan sudah bisa dikuasai bahkan dihabisi.

Gereja Katolik dikenal kuat akan persatuannya. Satu komando yang menjadi gerak komando bagi seluruh Gereja di dunia. Bahwa hingga hari ini tujuan para teroris untuk mendirikan negara sesuai ideologi mereka tidak akan pernah berhasil bukan semata karena kekuatan aparat TNI-Polri dan NU serta Muhammadiyah, tetapi juga kekuatan persatuan Gereja Katolik yang ikut menjaga NKRI dan Pancasila serta perdamaian seluruh dunia.

Bahkan harus diakui bahwa Gereja Katolik juga memiliki pengaruh yang kuat bagi negara-negara lain termasuk negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam dalam memerangi terorisme. Kita bisa melihat kiprah Santo Yohanes Paulus II dan sekarang Paus Fransiskus yang terus melakukan gerakan dialog dan kampanye perdamaian dengan negara-negara mayoritas Islam.

Demikian juga di Indonesia. Gerakan-gerakan dialog lintas agama yang terus digaungkan oleh Gereja Katolik melalui umat, para uskup, para imam, biarawan dan biarawati dilihat oleh para teroris sebagai penghalang untuk mencapai tujuan mereka. Maka mereka terus dan akan selalu menyasar gereja termasuk para uskup dan imam untuk membungkam suara perdamaian dari Gereja demi NKRI dan Pancasila.

Berkaca pada bom bunuh diri yang kerap dilakukan di gereja dan juga usaha pembunuhan terhadap Mgr. Mandagi, Gereja Katolik Indonesia sudah saatnya mulai berpikir serius untuk membangun kantong-kantong gerakan penyelamatan bagi umat, para uskup dan para imam dalam kerangka mempertahankan NKRI dan Pancasila.

Harus diakui bahwa kita seringkali terlambat di dalam mengantisipasi situasi teror dan kerap hanya mengandalkan kekuatan TNI-Polri serta sahabat-sahabat Ansor-Banser NU. Ketika kejadian sudah terjadi, kita baru sadar dan menyesal.

Di Indonesia, hampir seluruh keuskupan memiliki kelompok Tunggal Hati Seminari (THS) Tunggal Hati Maria (THM). Saya kira kelompok THS dan THM bisa dihidupkan kembali dan diorganisir kembali secara lebih efektif seraya juga memberikan bekal yang cukup tentang usaha penyelamatan ketika ada usaha pembunuhan ataupun bom bunuh diri di lingkungan gereja.

Ketika ada kunjungan para uskup, pertemuan para uskup ataupun ketika para pastor hendak bepergian atau merayakan misa, serta perayaan misa harian, mingguan dan hari raya serta kegiatan di sekitar paroki atau keuskupan para anggota THS dan THM bisa diminta untuk mendampingi dan ikut menjaga keamanan dan keselamatan para uskup, imam dan umat sebagaimana yang selalu dilakukan oleh THS dan THM di wilayah NTT.

Saya percaya bahwa jika THS dan THM dibekali ilmu termasuk ilmu intelijen yang cukup memadai mereka bisa memainkan peran secara aktif, baik dan benar untuk keutuhan NKRI dan Pancasila melalui penyelamatan terhadap umat, para uskup, imam serta biarawan dan biarawati.

Pengalaman Yang Mulia Bapak Uskup Mandagi sejatinya menggerakan kita semua untuk mulai berpikir secara serius tentang usaha mempertahankan NKRI dan Pancasila dari Gereja melalui usaha menjaga keamanan dan keselamatan Gereja untuk Indonesia. Teroris itu ada di sekitar kita, namun kadang kita terlalu polos dan lugu!

Manila: 03-Juni 2021
Pater Tuan Kopong MSF

 

Leave a Reply