Pastor Raymundus OFMCap Ajak OMK-Milenial Miliki Spiritualitas Self Control, Reflektif, dan Meditatif

HATIYANGBERTELINGA.COM – Pastor Paroki Bekasi Utara, RP Raymundus Sianipar, OFMCap mengajak orang muda katolik (OMK) dan milenial katolik untuk memiliki spiritualitas self control (mengontrol diri), reflektif dan meditatif.

Ajakan Romo Ray, sapaan akrab Pastor Gereja Katolik Santa Clara itu, disampaikan dalam program Vitamin (VirTuAl Menyapa ImaN), pada Rabu malam, 16 Juni 2021, melalui pertemuan Zoom umat lingkungan Santo Yohanes Pemandi III (YP3).

Dalam pertemuan Vitamin itu, Romo Ray dan peserta yang hadir sebelumnya bersama-sama merefleksikan Matius 6:1-6; 16-18.

Romo Ray dalam refleksinya meminta kita sebagai umat Katolik agar mengingat pesan Tuhan Yesus akan tiga hal utama berikut ini.

Pertama, kita jangan melakukan kewajiban agama di hadapan orang lain seperti bersedekah supaya dilihat mereka.

Dalam berdoa pun juga jangan untuk dilihat orang lain. Demikian juga dalam berpuasa agar jangan dilihat bahwa kita sedang berpuasa menjalankan agama.

Kedua, memurnikan motivasi kita dengan benar dalam menjalankan tiga rukun agama, yaitu bersedekah dan berdoa dengan tulus, serta berpuasa dengan benar.

“Kembalilah ke motivasi yang sebenarnya. Jangan sampai kita menjadi sultan sultan baru, misalnya sultan di YP3,” kata Romo Ray yang disambut dengan senyam-senyum tawa sebagian umat yang hadir dalam tampilan wajah layar Zoom.

Imam Kapusin asal Sumatera Utara itu mengatakan, bahwa Tuhan Yesus menyebut “kamu sudah mendapat upahnya”, dan Romo Ray menambahkan, bahwa upahnya itu dengan mendapat pujian duniawi yang sifatnya sementara.

“Tujuannya jadi untuk diri sendiri. Bukan itu tujuan yang penting,” katanya.

Ketiga, tujuan utamanya ialah kemuliaan Tuhan.

Romo Ray mengatakan, Allah menjadi tujuan dan sumber utamanya dari segala amal kita, doa-doa kita, dan puasa kita.

“Tujuan kita memuliakan Tuhan. Jadi berbagi (sedekah) dan berdoa tanpa menerima pujian, serta berpuasa untuk melatih diri untuk mendapat belas kasih Tuhan,” kata Romo Ray lebih lanjut.

Sementara itu, Melki Pangaribuan dari hatiyangbertelinga.com dan juga sebagai umat YP3 bertanya kepada Romo Ray, tentang bagaimana sebaiknya OMK atau sebagai milenial menahan diri dalam share (berbagi) sesuatu di zaman media sosial ini?

Romo Raymundus OFMCap pun menjawab sekaligus berharap kepada anak muda katolik dan juga milenial katolik untuk mempunyai spiritualitas self control (kemampuan menahan diri), mempunyai karakter reflektif dan meditatif sebagai kaum muda.

“Jadi yang harus diperhatikan adalah tujuan utamanya dalam share (berbagi) sesuatu di media sosial, jangan hilang tujuan utamanya, karena bukan kepada diri sendiri, melainkan yang utama tujuannya adalah kepada kemuliaan Tuhan,” kata Romo Ray.

“Apalagi jangan hanya menginginkan mendapatkan “like” disukai orang lain, atau pujian dari orang lain untuk diri sendiri. Akan tetapi, tujuan utamanya adalah untuk kemuliaan Tuhan,” kata Romo Raya mengingatkan lagi.

Romo Ray mengakui bahwa anak muda atau milenial menghadapi hidup dalam sistem robotik, sistem komputer.

Menurutnya, kaum muda ingin tampil cepat dan tepat, tapi dasarnya (pondasinya) kurang kuat meskipun sudah sekolah minggu, ikut komuni pertama, dan lain-lain.

“Yang penting itu orang muda di-“touch”, menyentuh kaum muda, mereka banyak yang tidak disentuh hatinya, diajak untuk dapat merefleksikan dirinya, mengontrol diri, meditatif, jangan cuma mau gampang-gampangnya saja,” kata Romo Ray.

Romo Ray pun berpesan kepada orang tua atau setiap keluarga untuk membuat sentuhan hati, iman, dan mau mendengarkan orang muda katolik.

Sekilas tentang Program Vitamin (VirTuAl Menyapa ImaN)

Vitamin merupakan program virtual, menyapa iman umat di lingkungan-lingkungan Paroki Bekasi Utara untuk bersama-sama berefleksi sebagai umat Allah yang berziarah.

Program Vitamin ini dilaksanakan dalam rangka Tahun Refleksi 2021 Umat Keuskupan Agung Jakarta.

Program Vitamin dapat disebut juga sebagai kunjungan pastoral dalam ruang digital.

 

Leave a Reply