02 March 2024

Paus Fransiskus Minta Negara Siprus Menerima Imigran

0

Paus Fransiskus berjalan melewati tentara yang memegang bendera Vatikan dan Siprus di Bandara Internasional Larnaca saat tiba untuk kunjungannya ke Siprus dan Yunani, di Larnaca, Siprus, 2 Desember 2021. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Keterangan Foto: Paus Fransiskus berjalan melewati tentara yang memegang bendera Vatikan dan Siprus di Bandara Internasional Larnaca saat tiba untuk kunjungannya ke Siprus dan Yunani, di Larnaca, Siprus, 2 Desember 2021. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

HATIYANGBERTELINGA.COM – Paus Fransiskus tiba di Siprus pada hari Kamis (2/12/2021), menyerukan kepada negara itu untuk bersedia menerima para imigran.

Dilansir dari VOA, hari Jumat (3/12/2021), Paus juga meminta agar negara itu memulihkan perpecahan yang telah mengoyak negara itu selama hampir setengah abad.

Mayoritas penduduk Siprus 78 persen menganut Kristen, yang merupakan anggota Gereja Ortodoks Yunani otosefalus Siprus (Gereja Siprus). Ada juga kelompok kecil masyarakat Protestan (termasuk Anglikan), Katolik Roma, Maronit (Timur Ritus Katolik) dan Apostolik Armenia di Siprus.

Setelah bertemu para jemaat di Katedral Maronit Nicosia, Paus disambut Presiden Siprus Nicos Anastasiades di Istana Kepresidenan.

Baca juga: Romo Mardi SJ Soal Sri Paus ke Irak: Perjelas Alkitab Ketimbang Politis untuk Indonesia

Paus memulai perjalanan lima hari ke Siprus dan Yunani untuk menarik perhatian pada seruannya agar Eropa bersedia menerima para migran. Ini merupakan permohonan yang kerap diabaikan ketika negara-negara di pinggiran Eropa semakin menutup pintu bagi mereka yang mengaku melarikan diri dari perang, penindasan dan kemiskinan.

Paus diperkirakan akan membahas masalah ini ketika ia terbang ke Pulau Lesbos di Yunani pada Minggu (5/12/2021).

Pada 2016 Paus menjadi berita utama ketika ia membawa puluhan pengungsi Suriah pulang bersamanya dengan pesawat kepausan.

Baca juga: Paus Fransiskus Ajak Semua Orang Vaksinasi COVID untuk Kebaikan Bersama

Kali ini Paus direncanakan mengatur pemindahan serupa. Ada sekitar 50 migram di Siprus yang telah diidentifikasi untuk dipindahkan ke Italia.

Seorang pejabat Siprus mengatakan para migran ini tidak akan terbang bersama Paus, tetapi akan dimukimkan kembali dalam beberapa minggu mendatang.

Setibanya di Nikosia, Paus mengingatkan bahwa para migran telah ikut memperkaya komunitas di pulau itu, yang didominasi umat Kristen Ortodoks, juga Katholik Maronit dan Katholik ritus Latin.

Baca juga: Pastor Kopong Sebut Gelar Kehormatan (HC) kepada Paus Fransiskus dari UIN Sunan Kalijaga sebagai Berkah Toleransi RI

Dilansir dari Wikipedia, hari Jumat (3/12/2021), Sengketa Siprus atau Isu Siprus adalah isu yang masih berlangsung dikarenakan invasi militer dan pendudukan Turki sejak 1974 terhadap sepertiga bagian utara pulau tersebut, suatu situasi yang digambarkan dan disesalkan dalam beberapa laporan dan resolusi PBB.

Meskipun Republik Siprus diakui sebagai satu-satunya negara yang sah dan berdaulat atas keseluruhan pulau, bagian utara secara de facto berada di bawah pemerintahan Republik Turki Siprus Utara yang dideklarasikan sendiri; dan dilindungi oleh Angkatan Bersenjata Turki.

Saat ini hanya Turki yang mengakui Republik Turki Siprus Utara, sementara terdapat pengakuan luas bahwa kehadiran militer yang sedang berlangsung merupakan pendudukan wilayah-wilayah yang menjadi milik Republik Siprus.

Menurut Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa, Republik Turki Siprus Utara harus dianggap sebagai sebuah negara boneka di bawah penguasaan efektif Turki.

Baca juga: Wejangan dan Doa Paus Fransiskus dalam Pertemuan Lintas Agama di Daratan Ur – Irak

Leave a Reply