Prapaskah Bersama St. Fransiskus Assisi: Mengampuni. Kemudian, Mengampuni Lagi

Selasa Prapaskah III oleh Sdr Franski OFM

“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?” (Mat 18:21)

Pengampunan sangat mungkin merupakan hal yang paling sulit walaupun merupakan hal dasar yang diperlukan bagi orang-orang yang tinggal di komunitas. Kiranya kita semua termasuk di dalamnya.

Suatu hari dua dari antara mereka berjalan bersama dan berpapasan dengan seorang sinting. Orang itu mulai melempari mereka dengan batu. Ketika yang satu melihat bahwa batu dilemparkan kepada yang lain, ia segera menempatkan dirinya tepat di tempat batu itu berjatuhan. Ia lebih ingin sendiri terkena batu daripada saudaranya karena kasih timbal balik yang berkobar-kobar.

Begitu mereka siap sedia mengurbankan hidupnya seorang bagi yang lain. Memanglah mereka berlandaskan kerendahan hati dan kasih dan berurat-berakar di dalamnya, sehingga yang seorang menghormati yang lain sebagai bapa dan tuannya. Mereka yang memangku tugas kepemimpinan atau menonjol karena salah satu karunia khas nampak lebih rendah dan hina daripada yang lain…

Sekuat tenaga mereka berdaya-upaya menentang setiap cacat-cela melalui keutamaan yang berlawanan tertolong oleh kasih karunia Kristus yang mendahului dan terus membantu. Kecuali itu mereka tidak menghaki apa saja sebagai milik mereka. Buku-buku dan lain-lain barang yang dihadiahkan kepada mereka, dipergunakan dalam kebersamaan, sesuai dengan pola hidup yang diwariskan dan ditepati para rasul.

Meskipun pada mereka dan di antara mereka ditemukan kemiskinan sejati namun mereka murah hati dan ikhlas sehubungan dengan segala apa yang demi Allah diberikan kepada mereka. Karena kasih kepada Dia dengan senang hati mereka memberikan sedekah yang dikasihi kepada mereka, kepada semua orang yang meminta, khususnya orang miskin. (K3S 42-43)

Hidup dalam komunitas selalu mempunyai saat-saat yang berat. Tetapi sebagaimana ada dalam Injil, yang ideal selalu ada di sana, kesulitan juga ada atasnya. Hidup tidak ada yang sempurna, tidak semua sama. Kita perlu mendengar Sabda Tuhan tentang pengampunan sampai kita berhenti bertanya, “berapa kali kita harus mengampuni”.

Doa St. Fransiskus

Kesederhanaan yang suci murni mengacaubalaukan segala kebijaksanaan di dunia ini serta kebijaksanaan badan. Kemiskinan yang suci mengacaubalaukan keserakahan dan kekikiran serta urusan-urusan dunia ini. Amin.

 

*K3S = Kisah 3 Sahabat