19 July 2024

RIP Ompung Pastor Anselmus, Sahabat Anak Bina Iman Santa Clara

0

HATIYANGBERTELINGA.COM – Minggu malam, 16 Juni 2024, istri saya mengirim pesan gambar bahwa Romo Ansel OFMCap sedang dirawat di kasur sebuah rumah sakit. Saya sedih melihat romo ompung berbaring lemas di kasurnya itu.

Lalu pada Senin dini hari, jam 2 pagi saya WhatsApp romo ompung Ansel, dan pesan saya baru tercentang biru pada pukul 04.43 dini hari.

Walaupun tidak ada respons, saya mendoakan beliau pagi itu dengan mengirimkan video Nuela dan Cesco pada hari Minggu sebelumnya karena biasanya romo Anselmus suka melihat status WA saya pada setiap hari Minggu.

Namun sudah beberapa hari Minggu belakang Romo Anselmus absen, tidak melihat status saya yang biasa menyapa kolega dan sahabat melalui video Nuela dan Cesco dengan sapaan Happy Sunday.

Pada hari Senin (17/6/2024) sekitar pukul 12 siang saya merekam Nuela, Calista dan Cesco untuk memberikan semangat dan doa kepada Romo Anselmus. Pesan saya terbaca dengan 2 centang biru sekitar pukul 14.15, namun tidak ada balasan.

Beberapa hari berlalu, dalam hati mendoakan romo ompung dan berharap ada kabar kesembuhannya.

Namun saya terkejut pada Kamis pagi (20/6/2024) sekitar pukul 10 pagi, saya diberitahukan istri bahwa Romo Anselmus telah berpulang kehadiran Bapa di surga. Saya pun mencari informasi di grup lingkungan paroki.

Ternyata benar, berita duka telah menyebar di antara umat Santa Clara, tempat pelayanan romo Anselmus sebelum pindah ke Sumatera Utara.

Sebelumnya, Romo Anselmus pernah bertugas di paroki Bekasi Utara Gereja Katolik Santa Clara. Pada bulan Oktober 2021, kami pernah satu pelayanan pada pertemuan Zoom sekolah minggu Bina Iman Anak Santa Clara.

Sejak mengenalnya saya selalu ingat dari sosoknya. Beliau itu ramah, pendiam, bicara seperlunya. Suatu kali beliau baru sadar, bahwa saya anggota Fransiskan sekular. Saya pun dianggap saudara, dan lebih terbuka dalam relasi persaudaraan dengan beliau.

“Nama kamu siapa?”

“Melki, pater” jawab saya waktu itu saat ada pertemuan bersama OFS di depan pastoran Santa Clara.

Suatu pengalaman yang tidak saya lupakan pada hari Minggu saat pertemuan online Zoom, Sekolah Minggu Ceria BIA pada Oktober 2021. Saat itu saya yang memberikan pendampingan dan pengajaran kepada anak-anak Bina Iman.

Dan Romo Anselmus telah hadir dari awal hingga memberikan berkat penutup secara online. Romo Ansel, sapaan akrabnya, adalah sahabat anak-anak Bina Iman.

Satu hal yang berkesan dari Romo Ansel kala itu, beliau memperjelas dan mempertegas, bahkan meneguhkan pengajaran BIA saya saat itu.

Beliau memperkuat renungan BIA saya, bahwa Yesus tetap menyayangi kita sebagai anak-anak Tuhan.

Jadi, kekurangan pengajaran saya saat zoom kala itu diperlengkapi dengan peneguhan Pastor Anselmus. Hal itu memberikan saya pencerahan, “insight” untuk mengingat bagian penting yaitu Yesus saat pengajaran.

Selain mendampingi BIA, saya sedikit mengetahui dari beberapa informasi paroki bahwa Romo Ansel pernah mengurus keuangan sebagai rekan pastor di Gereja Katolik Santa Clara. Saya juga tahu, Romo Ansel juga pernah menjadi pendamping kelompok kategorial Lansia.

Suatu saat ketika saya datang ke pastoran, ternyata Romo Ansel sedang jalan santai, olahraga, berkeliling area Gereja Santa Clara dengan setelan sepatu dan celana pendeknya.

Sejak perpindahannya dari paroki Bekasi Utara, saya hanya mendengar bahwa Romo Ansel pernah dirawat beberapa kali di Rumah Sakit akibat prostat (penyakit tersebut belum terkonfirmasi), tapi yang saya tahu pengumuman umat di grup meminta mendoakan Romo Ansel.

Hingga Minggu kemarinlah, saya baru melihat sendiri foto romo Anselmus terbaring di rumah sakit. Upaya doa dan salam dari kami ternyata tidak membuahkan hasil kesembuhan romo Anselmus.

Ternyata, Tuhan lebih memilih mengakhiri penderitaan penyakit Romo Anselmus di dunia dengan memanggilnya kembali pulang ke surga pada usia 69 tahun.

Terima kasih Romo Anselmus, teladan dan kesederhanaanmu menjadi inspirasi bagi kami yang masih berziarah di bumi ini.

Semoga Romo Anselmus berkenan menjadi pendoa kami, anak-anak Tuhan yang masih hidup di dunia ini.

Requiem aeternam dona eis (RP Anselmus Halolo OFMCap), Domine, dan lux perpetua luceat eis. Requiescant in pace. Amen.


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading