14 June 2024

“Sembunyiin” Kalo Lagi Puasa dan Ngepantang!

*Disclaimer!!! #Refleksi Awam edisi Gen Y (81-94) & Z (95-Now) spesial Rabu Abu*

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:17-18)

Hallo gaess jumpa lagi dengan gue. Kali ini gue sharing refleksi Injil Mat.6:1-6.16-18, bacaan Liturgi, 17 Februari 2021.

Saat gue ngebaca injil yang bertepatan dengan Hari Rabu Abu, gue nemuin tiga hal pokok soal sedekah, berdoa, dan berpuasa. Kali ini refleksi gue fokus sama tentang puasa, tapi enggak nutup diri juga untuk sharing tentang sedekah dan berdoa.

Bro n Sis Sohib Jesus, berpuasa yang dikaitkan sama doa punya banyak tujuan seperti yang gue kutip dari YLSA. Tujuan puasa yaitu untuk nghormati Allah; ngerendahin diri di hadapan Allah agar lebih banyak ngalamin kasih karunia dan kehadiran Allah yang khusus; ngeratapi dosa dan kegagalan pribadi; serta ngeratapi dosa-dosa gereja, bangsa, dan dunia.

Kemudian puasa itu nyari kasih karunia untuk tugas yang baru dan netapin lagi penyerahan kita kepada Allah; nyari Allah dengan dekatin Dia dan bertekun di dalam doa melawan kuasa-kuasa rohani yang menentang; serta nunjukin pertobatan diri dan berikan kesempatan kepada Allah untuk ngubah hukuman kita.

Selain itu puasa dapat nyelamatin orang dari kuk kejahatan; dapatin petunjuk dan hikmat kehendak Allah; ngedisiplinin tubuh kita agar dapat nguasain diri; dan ngebuka jalan bagi pencurahan Roh Kudus dan nantikan datangnya Kristus kembali untuk umat-Nya.

Bro n Sis sohib Jesus dan sohib Hati Yang Bertelinga, gue sendiri tuh pernah ngelakuin puasa selama 40 harian. Puasa dan pantang gue bukan yang enggak makan sama sekali, karena gue bukan manusia setengah dewa.

Puasa dan pantang yang biasa gue lakuin sama seperti anjuran puasa dari Gereja Katolik. Hanya saja gue agak kombinasiin dikit dengan puasa pada umumnya.

Baca juga: Peraturan Pantang dan Puasa 2021 KAJ

Jadi waktu gue lulus SMA gue nyoba puasa pada masa prapaskah. Dari hari pertama Rabu Abu gue bangun sekitar pukul 5 atau jam 6 pagi untuk makan nasi putih dengan lauk yang rasanya tawar gitu. Terus dari pagi itu sampe jam 6 sorean gue baru buka puasa.

Dulu itu gue ngerasa masih dalam tanda kutip “kuat” untuk berpuasa. Enggak ada tuh yang namanya jadi beban dengan berat badan, dehidrasi cairan, maupun bermasalah sama lambung. Memang sih jadinya gue agak “langsing” gitu dengan berat badan sekitar 60 kilograman, padahal tinggi gue cuma sekotar 170-an centimeter.

Apa sih yang gue dapat selama jalani puasa dan pantang selama 40 hari? Sumpah banyak banget deh yang gue dapatin. Selain kekayaan rohani tentu juga buat jasmani.

Saat jalani puasa dan ngepantang yang juga disertai dengan doa akan lebih terasa banget bedanya sama hari-hari di luar masa prapaskah, apalagi seraya ngelakuin sedekah. Gue rindu banget bisa ngelakuin serentak kaya gitu selama di masa prapaskah.

Gue sendiri tuh ngarepin bisa ngelakuin puasa dan pantang semaksimal mungkin pada tahun ini. Soalnya gue nyadar diri kalo beberapa tahun terakhir ini gue enggak bisa “full” puasa dengan benar.

Bro n Sis sohib Hati Yang Bertelinga dan juga Sohib Jesus, kita diminta saat berpuasa untuk minyakin kepala kita agar keliatan segar seperti layaknya baru mandi gitu. Kita juga diminta nyuci muka kita agar enggak kelihatan seperti orang kehausan ato tampak lemas gitu.

Intinya, kata Sohib Jesus supaya kita jangan dilihat oleh orang lain bahwa kita lagi berpuasa. Jadi mari kita “sembunyiin” tuh kalo kita lagi puasa dan ngepantang di hadapan orang lain, tapi hanya diketahui oleh Allah Bapa saja yang ada di tempat tersembunyi. Maka Allah Bapa yang melihat puasa dan pantang kita yang tersembunyi itu akan membalasnya kepada kita berkat dan rahmat kasih-Nya.

Bro n sis, mari kita berpuasa berdoa, dan bersedekah pada masa prapaskah tahun ini. Enggak ada salahnya kan gaes kita laksanain ketiga hal itu?

Oke gaes, sekian dulu sharing dan refleksi gue. Sampai jumpa lain waktu ya gaes.

Salam satu iman dalam Sohib Jesus.

by Hati Yang Bertelinga

@Harapan Jaya

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading