05 March 2024

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 16:17)

Kalau Yesus bertanya kepada saya detik ini: “Tetapi apa kata Melki, siapakah Aku ini?”

Saya menjawab, “Yesus, Engkau sahabatku. Engkau penolongku. Engkau semangatku. Engkau sumber keselamatan hidupku.”

Engkau Yesus, Allah yang hidup dalam suka dukaku. Saat dalam keterpurukanku Engkau menemaniku.

Engkau penyemangatku dalam mewartakan kasih-Mu. Tanpa Engkau batinku kosong. Hidupku menjadi hampa tanpa kehadiran Roh-Mu, Yesus.

Beberapa hari terakhir, saya beberapa kali mengeluh dalam hati yang lunak ini. Berbicara dalam batin untuk Tuhan memperlihatkan maksud baik-Nya dalam kesusahan rohani yang melanda saya akhir-akhir ini.

Saya meminta Tuhan agar perasaan yang mengganggu saya sementara ini segera berlalu, tapi bukan karena kehendak saya melainkan kehendak Bapa di surga.

Hari ini saya diinpirasi oleh kisah Simon Petrus yang mengakui Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.

Atas jawaban Petrus itu, Yesus mengatakan, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Dari kisah Petrus itu saya diinspirasi untuk mengungkapkan tentang siapa Yesus versi empiris rohani saya di atas.

Ungkapan saya itu bukan hanya karena sisi pengalaman kemanusiaan saya saja, melainkan kehendak Bapa yang di sorga yang mendorong saya untuk mengungkapkan tentang siapa Yesus versi saya itu.

Apakah Yesus versi empiris saya sesuai kehendak Allah Bapa?

 

+Dimuliakanlah Tuhan detik ini, sekarang dan selama-lamanya. Amin.+

 

@Tebet Timur, SY Melki SP

Refleksi Awam, Senin, 22 Februari 202, Pesta Takhta St. Petrus