Waspada Pengikut Yesus Menjadi Penghuni Neraka

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.” Matius 23:15

Para sahabat terkasih,
Saya diinspirasi ayat 15 itu saat merefleksikan Injil Matius 23:13-22.

Saya teringat para sahabat di Sekolah Menengah Atas di Kota Raha, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2004-2006.

Betapa hancurnya hati saya ketika mengetahui dua sahabat saya telah meninggalkan Yesus beberapa tahun kemudian sesudah kelulusan.

Hingga detik ini saya belum mengetahui pasti alasan sahabat muda mudi gereja saya itu meninggalkan Yesus.

Kadang saya merasa bersalah karena telah memberikan contoh kurang baik dalam berpacaran dengan penganut agama lain kala itu.

Kadang ada rasa menyesal kalau teringat kedua sahabat saya itu menikah dengan orang yang bukan mengimani Yesus Kristus.

Walaupun demikian, sebagai sahabat mereka, saya tetap mau menjalin persahabatan dengannya.

Dalam doa khusus, saya berharap suatu hari kedua sahabat saya itu dapat bertobat dan kembali mengimani Yesus beserta keluarga kecilnya.

Para sahabat terkasih,
Perkataan Yesus dalam Injil Matius kali ini merupakan kecaman yang paling pedas.

Perkataan Yesus ditujukan kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik, yang telah menolak sebagian dari Firman Allah dan menggantikannya dengan gagasan dan penafsirannya sendiri (bdk. YLSA).

Perkataan Yesus sekalipun keras dan menghukum, namun diucapkan dengan hati yang hancur (bdk. Mat 23:37).

Yesus mengatakan “celakalah kamu, … orang-orang munafik, sebab kamu … mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.” (Lihat. Bdk. Matius 23:15)

Para sahabat terkasih,
Saya menjadi pengikut Yesus sudah lebih 30 tahunan.

Saya menyadari sebagai pengikut Yesus tidaklah mudah.

Saya telah mengalami jatuh bangun dalam pertobatan hidup rohani.

Saya akui pernah hidup dalam kemunafikan parah.

Akan tetapi, agama yang saya anut menjadi sarana hidup beriman saya kepada Yesus.

Saya memang tidak memiliki data statistik tentang jumlah orang yang telah mendapatkan pewartaan iman saya.

Saya juga tidak mempunyai jumlah pasti mereka yang telah bertobat dari buah-buah kesaksian iman saya.

Dalam refleksi ini, saya diinspirasi agar tidak membuat orang lain menjadi lebih jahat ketimbang diri saya dan tidak menjadikannya penghuni neraka.

Para sahabat terkasih,
Injil kali ini menginspirasi kita untuk tidak bersikap munafik sebagai pengikut Yesus.

Demikian pula dalam mentobatkan orang lain menjadi pengikut Yesus.

Dengan perhatian khusus, sesudah orang lain itu bertobat, kita diharapkan tidak menjadikannya lebih jahat dari diri kita sendiri apalagi membuatnya menjadi penghuni neraka.

Ya, celakalah kita telah membuat orang lain menjadi penghuni neraka dan menjadikannya dua kali lebih jahat dari pada diri kita sendiri.

Maka marilah kita menjadi saksi Yesus dalam sikap dan teladan hidup beriman kita.

Mempertobatkan orang lain dengan baik dan benar dapat menjadikannya penghuni surga.

Tetap semangat dan semakin beriman menjadi pengikut Yesus.

Patuhi protokol kesehatan dan ingat 5M.

Salam sehat selalu untuk kita semua.

 

+Dimuliakanlah Allah, detik ini dan selama-lamanya. Amin.+

 

Refleksi Awam oleh SY Melki SP
Bekasi Utara, 23 Agustus 2021, Senin Pekan Biasa XXI (H). Sta. Rosa de Lima

Leave a Reply