Kenali Perkembangan Seni Gambar Anak

HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog klinis, Reti Oktania M.Psi mengungkapkan dalam bidang seni terutama menggambar, setiap anak memiliki tahapan perkembangan sesuai dengan usianya.

Tahapan itu dimulai dari fase scribbling atau coretan, dimana anak usia dua sampai empat tahun akan melakukan goresan secara berulang namun belum memiliki bentuk yang bermakna.

Lihat juga: Orang Tua Ajaklah Anak Aktif Bergerak

Dari tahap ini orang tua bisa tetap mengapresiasi dari hasil coretan tersebut dengan kalimat yang memotivasi, sehingga anak merasa bisa melakukan yang lebih baik.

“Ajak anak menamai dan memaknai gambarnya dengan bertanya, tidak perlu mengkritik dan mengoreksi anak di tahap ini. Motivasi anak untuk terus berkarya dan perluas wawasannya dengan melihat banyak jenis gambar,” ucap Reti pada acara HiLo School Drawing Poster Competition yang diikuti secara daring di Jakarta, dilansir Jumat (10/3/2023).

Lihat juga: Cara Mengatasi Overthinking

Tahap selanjutnya adalah Pre-Schematic yang biasanya ada pada anak yang sudah memasuki jenjang sekolah dasar yaitu usia 4-7 tahun.

Pada tahap ini, gambar anak sudah mulai konsisten dan mulai terlihat pola yang sesuai dengan yang pernah ia lihat.

Di tahap ini juga orang tua diminta untuk tidak buru-buru mengoreksi gambar anak dan beri apresiasi dengan memperhatikan apa yang anak gambar.

Lihat juga: Liburan Anak Bermain Seraya Belajar

“Tugas orang tua mulai dari bertanya apa yang anak kerjakan, tanya bagaimana perasaannya setelah menghasilkan gambar, dari mana dapat idenya, jadi orang tua harus curious atau penasaran,” saran psikolog parenting dan perkembangan anak ini.

Memasuki usia 7-9 tahun anak mulai menggambar dengan konsisten dan ada detail unik.

Tahap itu dinamakan Schematic stage. Ini juga merepresentasikan pengalaman mereka terhadap apa yang sering ia lihat di sekitar.

Lihat juga: Orang Tua Tidak dapat Paksa Keinginannya Mengubah Karakter Anaknya

Maka itu, penting memaparkan anak terhadap pengalaman karena itu menjadi sarana untuknya terus berkarya.

Orang tua bisa menambah wawasannya dengan memperlihatkan detail dan observasi terhadap barang atau lingkungan yang dijumpai sehari-hari.

“Anak usia 7 tahun fokusnya sudah 21-35 menit dia bisa mengamati sesuatu, kita manfaatkan waktunya kita ajak anak mengamati dipegang, dilihat, didengar agar bisa jadi bahan bakar kreativitasnya. Diskusi kalau dia sudah menghasilkan sesuatu, temanya apa, maksudnya apa karena dia sudah banyak detail di gambarnya,” tutur Reti.

Lihat juga: Gadget Tumbuhkan Kreativitas Anak dalam Bimbingan Orang Tua

Tahap terakhir yaitu anak sudah bisa menggambar secara lebih realistik di usia 9-12 tahun.

Dari tahap ini, anak sudah bisa menghasilkan apa yang ia temui sehari-hari menjadi karya.

Di usia ini pula anak sudah mulai bisa frustasi jika gambarnya tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Orang tua bisa memberikan kalimat yang bisa memvalidasi perasaan anak dengan memperhatikan emosi anak, berempati, dan support dengan bantuan agar anak lebih tenang.

Lihat juga: Kenali Minat Bakat Anak Dari Caranya Bermain

Psikolog lulusan Fakultas Psikilogi Universitas Indonesia ini mengatakan dengan menggambar dapat memberikan manfaat karena anak bisa menuangkan ide dengan berbagai cara.

Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan kognitif dan belajar sebab akibat seperti mencampur warna dan menambah goresan di gambar sehingga mencapai hasil gambar yang harmonis.

Lihat juga: Kiat Pahami Kembang Sosial Emosional Anak

Selain itu kemampuan motorik halusnya juga dapat berkembang karena terstimulasi oleh koordinasi mata dan tangan.

“Menggambar itu free drawing, jadi alat sehat untuk anak menuangkan ide pikiran dan emosinya. Kemampuan motorik halusnya bisa menghasilkan koordinasi mata dan tangan,” Reti.

Lihat juga: Cara Mengatasi Overthinking


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”

    Kostum Terbaik, Ketahanan Pangan, Perlombaan, Kemerdekaan, HUT RI, NKRI, 81 Tahun, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
    Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading