21 April 2024

Belajar Matematika Latih Soft Skills Anak

4

HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, belajar matematika tidak hanya akan berkaitan dengan akademis, tapi juga dapat berhubungan dengan pengembangan soft skills atau keterampilan nonteknis anak.

“Belajar matematika itu tentu tidak hanya berkaitan dengan akademis, tapi juga dengan pengembangan soft skills,” kata Vera saat melalui pesan elektronik, dikutip hari Rabu (15/3/2023).

Lihat juga: Lima Aspek Penting Memilih Permainan Anak

Hal tersebut disampaikan Vera bertepatan dengan Hari Matematika Internasional atau Pi Day yang diperingati setiap 14 Maret.

Adapun pengembangan keterampilan nonteknis yang dimaksud Vera antara lain belajar sistematisasi, belajar urutan atau sequencing, serta mengembangkan rasa ingin tahu.

Menurut Vera, semua hal itu tentu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, cukup banyak orang baik anak-anak maupun orang dewasa yang tidak suka matematika.

Lihat juga: Liburan Anak Bermain Seraya Belajar

Secara psikologis, Vera mengatakan hal tersebut dapat dipicu oleh pengalaman yang tidak menyenangkan saat belajar matematika.

“Misalnya, saat belajar matematika di rumah selalu diwarnai dengan bentakan atau ketidaksabaran orang tua dalam mengajari anaknya,” ujar Vera.

Untuk itu, Vera pun mengingatkan bahwa saat menemani anak belajar matematika, orang tua harus memastikan bahwa kegiatan tersebut akan menyenangkan bagi anak.

Lihat juga: Empat Kiat Cerdas Tingkatkan Semangat Belajar Anak

“Lebih kaitkan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan tentu sampaikan dengan cara yang menyenangkan,” imbuh Vera.

Ia melanjutkan, orang tua juga harus memahami bahwa kemampuan anak dalam memahami matematika bisa berbeda-beda sehingga dibutuhkan kesabaran.

“Jadi siapkan diri dulu sebelum mendampingi anak, siapkan emosi yang tenang dan sudah sempat istirahat sejenak jika habis pulang kantor. Pahami kalau anak butuh bimbingan kita, bukan tekanan,” kata Vera.

Lihat juga: Olahraga Bentuk Karakter Anak dan Betah Belajar

“Sadari jika memang sudah mencapai batas kesabaran, tidak ada salahnya untuk ambil jeda,” lanjut dia.

Vera pun menambahkan bahwa orang tua juga perlu menjalin komunikasi yang baik dengan guru di sekolah sehingga mendapatkan masukan tentang bagaimana mengajarkan penyelesaian suatu soal matematika. ANTARA

Lihat juga: Kenali Minat Bakat Anak Dari Caranya Bermain


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

4 thoughts on “Belajar Matematika Latih Soft Skills Anak

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading