Fenomena Kidulting Pada Gen Z dan Milenial

HATIYANGBERTELINGA.COM – Saat ini tren membeli mainan seperti boneka labubu atau boneka edisi terbatas sering kali ditemui khususnya pada generasi Z dan milenial yang kini rata-rata sudah berusia di atas 20 tahun.

Fenomena ini ternyata dikenal dengan nama “kidulting” sebuah paduan dari kata kid dan adulting, merujuk pada orang-orang dewasa yang masih memanjakan diri dengan hal-hal yang biasanya membahagiakan anak-anak.

Menurut laporan dari India Today, dilansir Selasa (10/6/2025), meski ini terlihat seperti tren viral baru, namun kidulting ternyata istilah kidult ini sudah ada sejak 1980 dan pertama kali muncul di majalah Times pada 11 Agustus 1985 dalam artikel “Coming Soon: TV’s New Boy Network.”

Saat itu, istilah ini dimaksudkan dengan makna ganda – pertama seorang anak yang berpura-pura dewasa, dan kedua, orang dewasa yang kekanak-kanakan.

Lihat juga: Empat Tips Finansial Sehat untuk Milenial

Lihat juga: Sharing Hobi Milenial: Bukan Sekadar Hobbies

Namun makna lainnya seperti yang dipahami saat ini, merujuk pada fenomena sosial orang dewasa yang tumbuh bersenang-senang dengan kenangan dan hal-hal yang menyenangkan dari masa anak-anak.

Perusahaan riset pasar dan teknologi asal AS, Circana, dalam laporannya menunjukkan bahwa demografi kidult merupakan pendorong utama dalam industri mainan.

Orang dewasa yang dimulai dari usia 18 tahun ke atas, merupakan kelompok usia yang paling cepat berkembang di pasar mainan selama dua tahun terakhir dengan peningkatan penjualan sebesar 5,5 persen, sementara remaja (12–17 tahun) tumbuh sebesar 3,3 persen.

Sebaliknya, penjualan mainan yang memang menyasar anak-anak justru sebenarnya turun secara signifikan sejak 2021, dengan pengeluaran per anak juga menurun.

Lihat juga: Pastor Raymundus OFMCap Ajak OMK-Milenial Miliki Spiritualitas Self Control, Reflektif, dan Meditatif

Lihat juga: Milenial Banyak Alami Hipertensi, The Silent Killer Usia 22-40 Tahun

Dari data tersebut, Circana menyebutkan hal ini terjadi karena beberapa hal di antaranya perasaan nostalgia, daya koleksi, fandom (kepenggemaran), serta kolaborasi.

Beberapa jenama yang terbukti mampu memanfaatkan fenomena ini di antaranya seperti LEGO, Mattel, Pokemon, Marvel, DC, dan beberapa perusahaan anime.

Direktur Eksekutif Circana Melissa Symonds menjelaskan bahwa pembatasan sosial ekstrem saat pandemi COVID-19 juga ternyata ikut memainkan peran penting dalam meningkatkan budaya kidult.

Menurutnya, di saat pembatasan sosial COVID-19, menjadi lebih banyak orang-orang dewasa yang kembali menemukan kegembiraan kecil dalam hidup melakukan hal yang di masa kecilnya mereka gemari.

Lihat juga: Lima Tips Hadapi Bullying Game Online

Lihat juga: Cegah Pelecehan Anak dari Pelaku Child Grooming

“Setiap orang menemukan kembali kegembiraan mengerjakan teka-teki, atau bermain game di rumah mereka, atau mengumpulkan produk yang sangat mereka sukai. Itu sebenarnya terus berlanjut sejak saat itu,” katanya.

Kidult juga semakin meningkat karena kondisi orang dewasa khususnya dari kalangan Gen Z dan milenial telah memiliki pemasukkan yang mendanai hal-hal yang mungkin tak bisa mereka dapatkan saat masih anak-anak sehingga hal ini kini tak bisa lagi dihindarkan.

Mungkin memang sempat ada masa di mana orang-orang dewasa yang membeli mainan kartu Pokemon maupun baju bertemakan Hello Kitty dianggap kekanak-kanakan.

Namun saat ini hal tersebut tidak lagi relevan, dengan perubahan situasi sosial justru sekarang kidult sudah menjadi gaya hidup dari orang-orang berusia lebih dari 20 tahun itu dan menyelami hal-hal yang tak bisa didapatkannya ketika masih kecil.

Lihat juga: Tips Keuangan untuk Milenial dan Gen Z

Lihat juga: Delapan Tips Orangtua Milenial Mengasuh Anak Generasi Alfa


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Juara 1 Fesyen Kemerdekaan RI 2026 Kostum Terbaik “Ketahanan Pangan”

    Kostum Terbaik, Ketahanan Pangan, Perlombaan, Kemerdekaan, HUT RI, NKRI, 81 Tahun, ASN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kamis, 13 Agustus 2026, Perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
    Tim TU Direkorat Pendidikan Katolik dan Subdit Pendidikan Menengah.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading