Bangga Salib Yesus

Pesta Salib Suci, 14 September

Pada hari ini gereja seluruh dunia merayakan pesta Salib Suci. Pesta ini ungkapan iman Gereja terhadap Salib Yesus sebagai jalan keselamatan.

Saya merefleksikan Yohanes 3:17, “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Allah menyelamatkan manusia melalui Yesus yang disalib. Kematian Yesus disalib menjadi bukti cinta kasih Allah mengasihi manusia berdosa.

Saya bersyukur Tuhan menyelamatkan saya melalui Salib Suci-Nya. Saya membawa salib Yesus dalam hidup saya dengan segala suka dan dukanya.

Meskipun sering jatuh bangun memikul salib, namun saya tetap beriman kepada Tuhan. Kelemahan dan kekuatan saya ada pada Yesus.

Hingga detik ini saya terus memikul salib dengan bangga karena Yesus tetap menyertai perjalanan hidup saya. Seperti petuah Santo Fransiskus Asisi yang mengatakan, jangan seorang pun menyombongkan diri, tetapi sebaliknya, berbangga dalam Salib Tuhan.

“Juga seandainya engkau lebih bagus dan lebih kaya daripada semua orang dan bahkan seandainya engkau membuat keajaiban sehingga mampu mengusir setan-setan, semuanya itu tidak termasuk dirimu dan sama sekali bukan milikmu; maka atas semuanya itu engkau tidak dapat berbangga sedikit pun. Atas hal ini kita dapat berbangga: atas kelemahan-kelemahan kita dan setiap hari memikul salib suci Tuhan kita Yesus Kristus,” demikian bunyi ayat 7-8, dalam karya-karya Fransiskus dari Asisi, halaman 207-208, SEKAFI, 2008.

Para sahabat terkasih,

Mari kita bangga memikul salib kita masing-masing oleh karena Yesus Kristus. Yesus, Sahabat seperjalanan kita dalam memikul salib.

 

Setiakah saya memikul salib pribadi?

 

+
Terpujilah Engkau Allah, sumber keselamatan hidup kami. Kami bersyukur untuk cinta kasih-Mu melalui Yesus, Putra-Mu. Tuhan Yesus, mampukan kami senantiasa memikul salib bersama-Mu. Dalam kasih-Mu, Yesus kami memuji dan memuliakan Allah selama-lamanya. Amin.
+

Refleksi Awam yang disarikan kembali dari sharing pribadi “Berbangga dalam Salib Tuhan” pada 14 September 2020.

SY. Melki S. Pangaribuan
Hati Yang Bertelinga “Mendengar dengan Cinta”

Leave a Reply