21 April 2024

*Disclaimer!!! #Refleksi Awam edisi Gen Y (81-94) & Z (95-Now)*

Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Markus 6:4)

Hallo gaess jumpa lagi dengan gue. Kali ini gue sharing refleksi Injil Markus 6:4, bacaan Liturgi, 3 Februari 2021.

Saat baca ayat ini gue keingat saat masa muda-mudi gereja. Gue ngerasa lebih rohani ketimbang yang lain. Gue itu aktif dalam pelayanan rohani.

Tapi dulu itu ada gak enaknya gaes, karena gue malah dianggap sok suci, sok alim, dan disegani oleh orang-orang terdekat gue. Ada juga yang nolak gue, nyinyir dan ngebully karena gue dari keluarga yang biasa-biasa aja.

Gue bersyukur ternyata gue enggak sendirian. Dikisahkan oleh Markus (6:1-6) kalo Sohib Jesus sendiri tuh ternyata ditolak di kampung halamannya di Nazaret. Kerabat sekampung Sohib Jesus itu pada kecewa tuh karena tahu latar belakang keluarga-Nya.

Warga kampung Nazaret awalnya takjub sama mukjizat Sohib Jesus. Tapi sayangnya mereka nggak percaya dan nolak Jesus karena tahu kalo dia itu tukang kayu.

Emangnya ada yang salah dengan Sohib Sejati kita itu gaess? Gak ada! Mereka yang nggak percaya dan nolak Sohib Jesus karena mereka itu nolak Kebenaran Allah sendiri.

St. Blasius. (Foto: Google)

Ohia gaess, pada kenal Blasius? Dia itu Uskup di Armenia (Turki) yang hidup pada abad IV.

Waktu Gubernur Licinius gencar nganiaya umat Kristiani, Blasius dipenggal kepalanya pada taun 316. Uskup suci itu pertobatkan banyak orang kafir bahkan saat di dalam penjara.

Menariknya, Saint Blasius dipercaya doanya untuk ngelindungi segala macam penyakit tenggorokan. Saint Blasius dirayakan pestanya bersamaan St. Ansgarius setiap tanggal 3 Februari.

Kuy gaes, sudah waktunya kita jadi berkat untuk sesama. Sebagai pengikut Sohib Jesus, kita nggak perlu takut ditolak, dibully dan dikucilkan.

Gaes, kita bisa jadi berkat bagi siapa saja, bahkan bisa buat orang lain insaf kayak yang dibuat oleh Saint Blasius.

Kuy gaes, cara paling sederhana dan paling mudah kita lakukan yaitu dengan mulai berdoa. Doanya gaes minta hikmat ke Tuhan agar dikasih satu tindakan sederhana tapi nyata untuk dilakukan ke sesama.

Oke gaes, sekian dulu sharing refleksi gue. Sampai jumpa lain waktu.

Salam satu iman dalam Sohib Jesus.

By Melki @Harapan Jaya

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading