13 June 2024

Tangkapan layar Kombas PD Clara.

Saya bersyukur mengikuti komunitas basis (Kombas) secara virtual, Rabu, 3 Februari 2021, yang mendalami injil Markus 1:29-39.

Saya diinspirasi dari kesaksian para ibu dan bapak yang menceritakasn kesaksian imannya dan keluarganya.

Beberapa di antara peserta Kombas diinspirasi kisah Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang lain, khusunya ayat 30-31.

“Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.”

Para ibu dan bapak yang hadir dalam Kombas Persekutuan Doa Santa Clara itu sangat luar biasa dalam sharing iman yang diinspirasi injil Markus bertepatan dengan kalender Liturgi, Minggu (7/2/2021).

Saya mengikuti sharing refleksi mereka itu dari kantor di Tebet seraya menuju ke rumah di Harapan Jaya.

Pertama, ada seorang ibu yang punya pengalaman terhadap anaknya yang sejak kecil sakit-sakitan hingga mau menemui “orang pintar”. Ibu itu bersama suaminya menemui “orang pintar” agar mendapatkan bantuan dalam mengubah nama anaknya.

Akan tetapi “orang pintar” yang dimaksud malah menolak ibu itu dengan bilang, ”pergi sana ke Maria. (Bunda) Maria lebih hebat dari pada oe.”

Akhirnya ibu itu pun pulang ke rumahnya dengan heran sekaligus merenungkan perkataan “orang pintar itu. Apa maksudnya “Maria lebih hebat dari oe?”

Akhirnya ibu itu bersama suaminya kemudian memutuskan untuk mengadakan doa syukuran. Mereka berdoa bersama keluarga intinya untuk mengganti sebutan nama panggilan anaknya dengan harapan anak itu “tidak keberatan nama”.

Sejak mengubah nama panggilan untuk anak ibu itu, kemudian beberapa waktu kemudian anaknya itu pun menjadi lebih sehat dan jarang sakit lagi.

Kedua, ada seorang ibu yang mengalami kesembuhan saat Adorasi di Kapel Asri. Dia dijamah Tuhan yang menyembuhkan sakit datang bulannya yang diderita sejak remaja.

Ibu itu awalnya menyangka dirinya “halusinasi” didatangi Tuhan saat berdoa di kapel Asri. Namun pada saat mensturasi pada bulan berikutnya hingga bulan ketiga sejak kejadian tersebut, ibu itu tidak lagi mengalami kesaktian saat datang bulan.

Pada bulan ketiga, ibu tersebut barulah menyadari kuasa Tuhan yang telah menjamah dirinya dalam adorasi waktu itu. Dan dia tidak lagi mengalami kesaktian parah saat datang bulan hingga sekarang.

Ketiga, seorang ibu lainya mengakui kakinya dijamah Tuhan melalui doa orang lain. Sebelumnya ibu ini pernah terjatuh hingga kakinya bengkak dan kesakitan saat melangkah.

Suatu hari dalam sebuah pertemuan, ibu itu percaya untuk didoakan oleh seorang pewarta iman. Saat dijamah dalam doa, Tuhan berkuasa memulihkan kakinya hingga lebih baik daripada sebelumnya.

Ibu itu meyakini dengan didoakan orang lain dia mengalami seperti ibu mertua Petrus yang dijamah Tuhan.

Keempat, dalam pertemuan Kombas malam itu ada seorang bapak meneguhkan bacaan injil Markus yang direnungkan bersama. Menurutnya berkunjung kepada orang sakit menjadi cara untuk menyembuhkan si sakit, mendoakan, menghibur, dan memberikannya semangat untuk sembuh.

Bapak ini juga memberikan kesaksian ketika mendoakan adik iparnya melalui jaringan telepon karena adik iparnya itu sedang berada di daerah. Dengan kondisi yang sudah parah kankernya, bapak ini mendoakan adik iparnya dengan penuh iman.

Adik iparnya itu mengalami pertobatan batin ketika ditelepon bapak ini. Menurut istri yang sakit itu, dia baru pertama kali melihat suaminya menangis karena selama ini suaminya tidak pernah ke gereja dan jauh dari Tuhan.

Meskipun adik iparnya dipanggil Tuhan karena sudah stadium berat kanker otaknya, namun adik iparnya ini sempat merasakan jamahan pertobatan batin dari Tuhan.

Kelima, ada pula kesakisan iman dari seorang ibu yang anaknya sakit exim pada jari kakinya. Ibu itu kemudian mengajak anaknya berdoa adorasi.

Kaki anaknya yang tadinya sering gatal, memerah parah, dan menghitam kemudian dipulihkan Tuhan melalui adorasi penyembuhan. Ibu itu yakin Tuhan menyembuhkan segala penyakit ketika ditumpangkan tangan atau didoakan. Tuhan turut berkarya dalam iman seseorang.

Keenam, ada pula seorang ibu yang suaminya mengalami jamahaan Tuhan ketika didoakan Pastor Paroki Clara. Ibu itu bersyukur karena suaminya dan rumah tangganya dipulihkan Tuhan.

Ibu itu mengatakan, suaminya tadinya diliputi kuasa gelap karena ada orang lain yang tidak menyukai suaminya. Romo itu pun mendoakan bapak itu dan mengalami pemulihan diri dan rumah tangganya.

Cerita di atas mungkin kurang lengkap dan tidak begitu rinci karena malam itu saya mendengarkan cerita mereka seraya bawa motor dari kantor menuju pulang ke rumah. Mohon maaf kalau saya tidak menyebutkan nama dari bapak ibu yang memberikan kesaksian di atas.

Pertemuan Kombas malam itu selain mendapatkan inspirasi dari Injil yang direnungkan bersama, para peserta kombas juga dapat membagikan sharing refleksi pribadi kepada peserta lainnya.

Salam

Melki Pangaribuan

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading