HATIYANGBERTELINGA.COM – Masalah mata kering yang dialami perempuan dapat dipicu oleh fluktuasi hormon selama menopause.
Dilansir dari The Hindustan Times, Kamis (8/5/2025), Dr. Savitha Arun, direktur, pengawas medis, dan konsultan senior, segmen anterior dan elektrofisiologi, Rumah Sakit Mata Super Spesialis Nethradhama, Bangalore mengatakan perubahan hormon selama menopause secara signifikan berdampak pada kesehatan mata, terutama karena berkurangnya kadar estrogen dan androgen.
“Pergeseran hormon ini mengakibatkan penurunan produksi air mata, yang menyebabkan pada gejala mata kering seperti iritasi, kemerahan, sensasi berpasir, dan kelelahan mata,” katanya.
Lihat juga: Daftar Nutrisi Penting Lindungi Mata
Lihat juga: Anak di Bawah 8 Tahun Rentan Mata Juling
Ia menjelaskan kondisi mata yang paling umum terjadi adalah mata kering.
Meskipun glaukoma dan degenerasi makula terkait usia (AMD) dapat terjadi, namun keduanya tidak semata-mata disebabkan oleh menopause.
“Kondisi ini sering kali terkait dengan stres oksidatif dan faktor terkait usia lainnya. Fluktuasi hormon dapat menyebabkan kondisi ini, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Namun, mata kering sangat umum diperburuk oleh perubahan hormon menopause,” jelas Dr. Savitha Arun.
Ia menyampaikan mata kering biasanya merupakan kombinasi berbagai faktor, termasuk perubahan hormon, diabetes, kondisi lingkungan (seperti udara kering atau terlalu lama menonton layar).
Lihat juga: Atasi Mata Minus Anak Tanpa Lasik, Mungkinkah?
Lihat juga: Paus Fransiskus: Menyakiti Perempuan Berarti Menghina Tuhan
Ada sistem penilaian untuk menilai tingkat keparahannya (ringan, sedang, berat), tetapi mengidentifikasi penyebab tunggal, seperti hormon, secara klinis merupakan tantangan, karena banyak faktor termasuk gaya hidup, diabetes, dan paparan lingkungan berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Fluktuasi hormonal selama menopause dapat menyebabkan glaukoma.
Fluktuasi estrogen memengaruhi berbagai jaringan mata. Kadar estrogen yang menurun dapat meningkatkan stres oksidatif pada mata, yang berpotensi mempercepat perkembangan katarak.
“Estrogen juga dapat memengaruhi tekanan intraokular melalui perannya dalam badan siliaris, yang berimplikasi pada risiko glaukoma,” tambah dokter spesialis mata tersebut.
Lihat juga: Lima Strategi Menkeu untuk Kesetaraan Finansial Perempuan
Lihat juga: Perempuan Terkadang Rela Mengalah? Penuhi 4 Hierarki Ini
Adapun sebagai upaya pencegahan hal tersebut, bisa melakukan beberapa kiat seperti pertahankan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang yang kaya antioksidan, dan kelola kondisi yang mendasari seperti diabetes dan obesitas.
Selain itu, pertimbangkan perawatan seperti Intense Pulsed Light (IPL) untuk mata kering kronis dan gunakan suplemen yang diresepkan seperti Vitamin D, asam lemak Omega-3, dan antioksidan.
“Ikuti aturan 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata akibat waktu menonton layar. Gunakan kacamata pelindung saat dibutuhkan,” katanya.
Lihat juga: Untuk Wanita dan Pria Periksalah Kesehatan Sesuai Usia Anda
Lihat juga: 13 Makanan Sehat untuk Wanita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












