Lima Tanda Anda Mesti Ganti Masker

JAKARTA, hatiyangbertelinga.com – Walau sudah ada vaksin COVID-19, menerapkan protokol kesehatan termasuk mengenakan masker tetap perlu Anda lakukan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memakai masker menjadi salah satu hal terpenting yang bisa Anda lakukan dalam memerangi COVID-19, bersamaan dengan melakukan jaga jarak sosial dan mencuci tangan.

Sebuah analisis dalam Prosiding National Academy of Sciences pada Desember 2020 menyimpulkan, masker mengurangi tingkat pertumbuhan harian infeksi sekitar 47 persen.

Lalu, agar benda ini bisa maksimal melindungi Anda, sebaiknya kenakanlah dengan benar. Di sisi lain, cari tanda-tanda saat masker perlu diganti.

Apa saja tandanya, berikut seperti dilansir dari laman Livestrong, Kamis (28/1):

  1. Tidak nyaman dipakai

Masker yang Anda punya mungkin tampak sempurna sepanjang tahun 2020, tetapi seiring waktu, kain bisa menyusut atau meregang dan tali pengikat bisa kehilangan elastisitasnya.

Periksa apakah tali masker mulai melukai telinga Anda, masker tidak lagi bisa menutupi mulut dan hidung Anda atau Anda kesulitan berbicara apabila tidak menurunkannnya. Bila jawabannya iya, maka ini tidak aman.

“Saat kita memakai masker untuk waktu yang lama, tali yang ada di dekat di telinga akan mengendur, sehingga letaknya tak lagi pas di dagu dan di atas hidung,” kata administrator proyek dan pendidik kesehatan masyarakat di Bio Containment Unit (BCU), Johns Hopkins Hospital di Baltimore, Chris Sulmonte.

  1. Masker robek

Masker salah satu benda yang bisa rusak seiring waktu. Pencucian dan pengeringan yang berulang dapat menyebabkan kain robek, muncul lubang, dan longgar.

“Cuci secara konsisten dan pastikan tidak ada sobekan atau lubang pada kain. Pegang kain ke arah cahaya dan perhatikan apakah benangnya menipis. Itu mungkin indikasi yang baik sudah waktunya untuk mengganti masker,” tutur Sulmonte.

  1. Anda kena masalah kulit

Masker dapat menyebabkan atau memperburuk sejumlah masalah kulit, termasuk ruam alergi, kulit kering, jerawat, rosacea dan eksim, menurut American Academy of Dermatology.

Masalah-masalah ini disebabkan oleh gesekan yang menyumbat pori-pori, peningkatan kelembapan dan bahan-bahan dalam masker seperti pewarna, karet, dan pengawet, ungkap Mona Gohara, seorang dokter kulit bersertifikat di New Haven, Connecticut sekaligus profesor klinis di Yale Medical School.

Gohara merekomendasikan Anda beralih ke masker kain yang dibuat tanpa bahan-bahan tersebut dan mencuci masker dengan sesuatu yang Anda pakai untuk mencuci wajah.

Dia juga merekomendasikan untuk mengganti rutinitas perawatan kulit sebelum mengenakan masker.

“Rutinitas yang baik, menggunakan pembersih yang lembut, krim pelindung yang baik dan, jika perlu, oleskan asam salisilat untuk pengelupasan kulit namun lewati perawatan yang keras seperti menggunakan retinol,” tutur dia.

  1. Masker belum dicuci beberapa minggu

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan Anda harus mencuci masker kain setiap kali kotor atau setidaknya setiap hari.

“Semakin lama Anda memakai sesuatu, semakin besar kemungkinannya untuk terkontaminasi dengan bakteri, baik dari mulut Anda sendiri atau di luar,” kata dokter spesiais penyakit infeksi di NYU Langone Health, New York City, Scott Weisenberg.

  1. Sudah salah pilih sejak awal

Seiring munculnya varian COVID-19 baru yang menular lebih mudah, sekarang bukan saatnya Anda mengambil risiko dengan mengenakan masker yang salah.

“Masker terbaik untuk Anda yang pas, Anda bisa sering memakai dan memiliki fungsi yang baik,” kata Sulmonte.

CDC merekomendasikan Anda untuk memilih masker yang memiliki setidaknya dua lapisan, menutupi hidung dan mulut Anda sepenuhnya dan pas di wajah Anda tanpa celah.

Apabila Anda masih menggunakan masker gratis yang diberikan orang lain atau perusahaan tertentu tahun lalu, sekaranglah waktunya untuk meningkatkan dan melindungi diri Anda dan orang lain.

Sebaiknya hindari mengenakan masker yang terdiri dari satu lapisan, bandana, kain yang membuat Anda sulit bernapas (seperti vinil atau kulit), dan masker dengan ventilasi.

 


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Related Posts

Cara Atasi Ngorok Supaya Tidur Pulas

HATIYANGBERTELINGA.COM – Mendengkur atau ngorok secara medis dikenal sebagai “snoring”, sering kali hanya dianggap gangguan tidur ringan. Namun, suara napas yang keras saat tidur itu bisa menjadi gejala kondisi yang

Tiga Kiat Jaga Kehangatan Relasi Asmara

HATIYANGBERTELINGA.COM – Dalam menjalani hubungan jangka panjang kerap menghadapi berbagai persoalan seperti mudah merasa bosan, mudah tersinggung atau bahkan masalah kecil mudah membesar. Pelatih hubungan, motivator dan penulis Javal Bhatt

Leave a Reply

Spiritualitas

Persembahan untuk Tuhan

Persembahan untuk Tuhan

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

Pendidikan Bernafas Eros

Pendidikan Bernafas Eros

Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading