Tanggapi Greysia-Aprilia akan Masuk Neraka, Pastor Kopong: Surga Tak Semurah Simbol

HATIYANGBERTELINGA.COM – Pater Tuan Kopong MSF, hari Sabtu (7/8/2021), mengatakan yang empunya surga adalah Tuhan bukan manusia. Itu sudah jelas dalam ajaran agama apapun.

“Manusia tidak memiliki kewenangan apapun untuk memastikan bahwa orang ini masuk surga atau neraka hanya dengan menilai penampilan seseorang atau dari simbol-simbol agama,” kata Pastor Kopong seperti dikutip hatiyangbertelinga.com dari akun facebooknya.

Hal itu disampaikan Pastor Kopong menanggapi viralnya seorang netizen melontarkan hujatan pada kemenangan Greysia dan Aprilia dalam sebuah unggahan di Facebook EJM, hari Selasa (3/8/2021) yang menyebut Greysia dan Aprilia akan masuk neraka lantaran tak berhijab.

Menurut Pastor Kopong, simbol-simbol agama sekalipun termasuk dengan segala bentuk penafsiran dan ajarannya tidak menjadi jaminan bagi seseorang masuk surga atau tidak.

“Karena simbol-simbol itu merupakan bagian dari ekspresi iman yang juga tentu hal ini berkaitan dengan kenyamanan pribadi orang yang menggunakan,” katanya.

Menurut Imam Katolik asal Adonara-Flores Timur itu, selama ia tidak mengenakan simbol-simbol agama sebagaimana yang diajarkan karena alasan tertentu tidak menghalangi Allah untuk memberikan jalan surga baginya.

Ketika kehidupan moral dan imannya sangat baik dan benar dari siapapun yang sibuk mengurusi kehidupan orang lain apalagi mengurusi simbol namun hidup iman dan moralnya jauh dari ajaran Tuhan sendiri.

“Orang mengenal saya sebagai seorang Katolik, pengikut Kristus bukan semata karena simbol yang saya kenakan tetapi karena iman yang saya hidupi dan tunjukan dalam perbuatan sehari-hari seturut ajaran dan teladan Yesus,” kata Pastor Kopong.

Karena menurutnya, bisa saja kita yang kelihatan sangat taat beragama dengan mengenakan simbol-simbol ajaran agama namun justru tidak diijinkan masuk surga karena lebih sibuk menilai dan menghakimi orang lain daripada melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari (bdk. Mat 7:21).

“Sungguh aneh dan memalukan ketika kemenangan anak-anak bangsa yang mempersembahkan medali emas bulutangkis ganda putri (Gresya Polli dan Apriyani Rahayu) pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 sebagai kado terindah bagi bangsa Indonesia di tengah badai Covid 19 yang melanda bangsa dan kado terindah menuju ulang tahun kemerdekaan bangsa masih saja dipersoalkan dan dihubungkan dengan agama bahkan dengan surga dan neraka,” kata Pastor Kopong.

Baca juga: Pastor Kopong MSF: Semakin Kalian “Mengganggu” Katolik, Kami Semakin Katolik

Pastor Kopong yang sedang berada di Keuskupan Keuskupan Novaliches-Quezon City-Metro Manila Philipina itu menilai mereka yang “mabuk agama” tanpa pernah bekerja untuk Indonesia dan memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia masih saja menghubungkan segala sesuatu dengan agama termasuk menjadi “panitia” surga dan neraka bagi orang lain.

“Dan saya yakin orang seperti ini sebenarnya sangat jauh dari yang namanya surga,” kata Pastor Kopong.

Bagi Pastor Kopong, surga bukan sekedar simbol yang dikenakan. Surga tak semudah merangkai kata-kata doa kepada Tuhan.

“Tapi surga adalah perjalanan dan perjuangan untuk menjadi pemenang atas dosa dan kesalahan atas ketidakadilan dan ketidakbenaran,” kata Pastor Kopong.

Menurut Pastor Kopong, surga adalah usaha dan perjuangan menjadi pembawa perdamaian dan bukan kekacauan, pengampunan dan bukan kebencian, belas kasih dan bukan balas dendam, keramahan dan bukan kemarahan, kerendahan hati dan bukan kesombongan.

Kemenangan Gresy/Rahayu justru memperlihatkan bahwa simbol itu tidak penting. Karena yang paling penting adalah mengimani kuasa Allah yang satu dan sama menyatukan perbedaan menjadi sebuah kekuataan untuk berjuang menjadi pemenang sukacita.

Kemenangan Gresya/Rahayu memperlihatkan bahwa Tuhan tidak pernah mempertentangkan perbedaan bahkan tidak mempersoalkan simbol melainkan yang dilihat Allah adalah tujuan dari perjuangan dan usaha mereka.

“Maka kemenangan Gresya/Rahayu sejatinya menjadi tamparan keras bagi mereka yang sok suci dan beragama namun mempertentangkan perbedaan, mempertentangkan Tuhan berlaku seakan mereka adalah panitia surga. Karena orang seperti ini yang sebenarnya jauh dari surga dan ingi menjauhkan orang lain dari surga,” kata Pastor Kopong.

Baca juga:Pastor Kopong Sebut Gelar Kehormatan (HC) kepada Paus Fransiskus dari UIN Sunan Kalijaga sebagai Berkah Toleransi RI

Leave a Reply