Kisah Para Rasul 1:12-14,
Yohanes 19:25-34
Shalom,
Injil Yohanes mencatat ada 3 wanita yang berada di kaki salib Kristus: Maria ibu Yesus Kristus, Maria istri Kleopas (atau disebut juga Klopas) yang masih ada hubungan keluarga dengan ibu Yesus dan Maria Magdalena.
Mereka adalah para wanita yang sangat setia mendampingi Kristus, khususnya di saat yang paling kritis dalam hidupNya sebagai Manusia.
Allah sangat berkenan dengan kesetiaan mereka sehingga mereka mendapat berkat-berkat khusus secara istimewa.
Maria Magdalena dianugerahi Tuhan untuk menjadi orang pertama yang melihat Kristus yang telah bangkit pada hari Minggu pagi, hari ke 3 setelah Kristus wafat.
Kleopas adalah murid Kristus yang mendapat penghiburan dan peneguhan iman secara langsung oleh Kristus yang telah bangkit, ketika dia dan temannya sedang sangat terpukul karena kematian Kristus, sehingga memutuskan untuk kembali kekehidupan lama mereka di Emaus.
Lihat juga: Peringatan Wajib St. Perawan Maria Bunda Gereja
Lihat juga: Paus Fransiskus Minta Bunda Maria Melindungi Korban Bom Katedral Makassar
Allah sangat menghargai orang-orang yang tetap setia kepadaNya, khususnya pada saat sedang memghadapi situasi yang paling sulit dimengerti dan sangat menyedihkan.
Dalam penderitaan yang sangat hebat di kayu salib, Kristus berpesan kepada ibuNya: ‘Ibu, inilah anakmu’.
Kemudian kepada Yohanes rasul, satu-satunya rasul yang ada di bawah kaki salib, Kristus mengatakan: ‘Inilah ibumu’.
Pesan ini tidak dapat diartikan sebatas karena Kristus kawatir ibunya akan terlunta-lunta setelah Dia wafat.
Bunda Maria selama 3 tahun terakhir ketika Kristus berkeliling Palestina untuk mewartakan Injil, telah ‘terbiasa’ hidup tanpa didampingi Kristus sebagai Anaknya.
Yang dikehendaki Kristus dengan kedua pesan itu adalah agar bunda Maria mendampingi dan ada di tengah para muridNya, untuk menjadi ibu yang mempersatukan dan menjadi teladan iman dan kesetiaan para murid, khususnya di saat mereka sedang terguncang hebat karena kematian Kristus dan kemudian karena cukup banyak murid Kristus yang dibunuh sebagai martir.
Lihat juga: Profil Pertapa, Martir dan Jurnalis yang Jadi Santo 2022
Lihat juga: Pastor Kopong Ajak “Netizen” Katolik Menjadi Misioner dengan Jiwa Martiria
Bunda Maria dapat menjadi panutan, bukan karena semata-mata dia adalah ibu Kristus saja tetapi karena dia sendiri telah membuktikan iman kepercayaan dan kepasrahannya yang luar biasa kepada Tuhan.
Dari saat dia dengan berani menerima tugas untuk mengandung Bayi Mesias di saat dia belum menikah, sampai ketika dia beberapa kali terkejut dalam ketidak mengertian dengan apa yang dilakukan Kristus terhadap dirinya.
Karena itu Kristus ingin bunda Maria mendampingi para rasulNya dalam situasi yang paling sulit, saat-saat setelah Dia wafat dan secara jasmani tidak lagi bersama mereka.
Pesan terakhir Kristus itu ditaati bunda Maria dan para rasul.
Lukas mencatat dalam bukunya yang kedua (Kisah para Rasul), setelah Kristus naik ke surga, bunda Maria ada di tengah-tengah para rasul saat mereka setiap hari berdoa bersama memohon Tuhan mengutus Roh Kudus untuk menolong, mengarahkan mereka (Kisah Para Rasul 1:13-14).
Catatan Lukas ini menunjukkan dengan jelas bahwa bunda Maria telah diterima menjadi bunda para murid Kristus, atau dengan kata lain menjadi bunda gereja (umat Allah).
Inilah anugerah bagi bunda Maria dan juga menjadi berkat yang sangat penting dan berarti bagi para murid Kristus.
Lihat juga: Yesus Mencela Kedegilan Hati Murid-Nya
Lihat juga: Penampakan Kristus dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan kita di dunia saat ini, kadang kitapun menghadapi masa-masa sulit yang membuat iman kepercayaan kepada Tuhan menjadi terguncang.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah menganugerahkan bunda Maria sebagai panutan kepasrahan dan iman yang sangat luar biasa.
Kristus tidak menginginkan kita menjadikan ibuNya sebagai Allah yang menggantikan diriNya.
Kristus tidak meminta kita menyembah ibuNya.
Tetapi yang Dia kehendaki adalah menjadi kan bunda Maria sebagai ibu tempat kita berteduh dari segala keletihan karena guncangan-guncangan kehidupan, menjadi ibu yang mempersatukan anak-anaknya di saat terjadi perselisihan dan menjadi peneguh di saat kebingungan menerpa.
Bunda Maria mengingatkan kita untuk terus percaya dan pasrah kepada Allah, karena di dalam segala perkara, Allah tetap selalu bekerja untuk kebaikan orang-orang yang tetap mau percaya kepadaNya (Roma 8:28).
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Tetap Taat dan Percaya di Saat Kecewa
Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












